Autopilot Tesla Kembali Dipertanyakan Setelah Model Y Masuk Kolam, Lansia Tewas Dalam Insiden Ini

Kasus Tesla Model Y yang meluncur ke kolam di Pasco County kembali membuka pertanyaan yang lebih besar daripada sekadar kronologi kecelakaannya. Di balik mobil yang tenggelam itu, sorotan justru mengarah pada cara kerja Autopilot Tesla dan seberapa jauh pengemudi benar-benar bisa mengandalkannya.

Kecelakaan tersebut terjadi di Overpass Road, sebelah timur Infinite Drive, di Wesley Chapel, sekitar pukul 8.10 malam pada 26 Mei 2026. Menurut Florida Highway Patrol, mobil itu keluar dari jalan, menghantam kotak listrik, lalu terjun ke kolam dan tenggelam.

Pengemudi pria berusia 87 tahun meninggal setelah dibawa ke rumah sakit. Penumpang perempuan berusia 75 tahun selamat dengan luka yang tidak mengancam nyawa.

Hingga kini, identitas kedua korban belum dipublikasikan. Penyebab awal mobil keluar dari jalan juga masih diselidiki oleh pihak berwenang.

Pertanyaan lama tentang Autopilot

Peristiwa ini kembali menyoroti cara Tesla membingkai Autopilot di mata pengguna. Sistem tersebut bukan mobil otonom penuh, melainkan bantuan mengemudi tingkat lanjut yang dapat mengatur kemudi, akselerasi, dan pengereman dalam kondisi tertentu.

Artinya, pengemudi tetap harus waspada dan siap mengambil alih kapan saja. Nama Autopilot sendiri kerap dianggap memberi kesan bahwa kemampuan sistem lebih tinggi daripada kenyataannya.

Kekhawatiran semacam itu sebelumnya juga pernah disampaikan National Highway Traffic Safety Administration. Lembaga itu menilai branding Tesla bisa membuat pengemudi percaya sistem tersebut lebih canggih daripada kemampuan sebenarnya.

Sorotan federal yang belum mereda

Kecurigaan terhadap risiko sistem bantuan mengemudi Tesla tidak muncul dari satu kasus saja. Investigasi tiga tahun yang dimulai pada 2021 lahir setelah 11 laporan Tesla di Autopilot menabrak kendaraan darurat yang sedang terparkir.

Dari investigasi itu, NHTSA mencatat 467 kecelakaan yang terkait dengan sistem tersebut. Angka itu mencakup 54 cedera dan 14 kematian.

Analisis Washington Post pada 2023 terhadap data NHTSA juga menambah daftar kekhawatiran. Gabungan kecelakaan Autopilot dan Full Self-Driving disebut berada di atas 700 kasus, dengan sedikitnya 19 kematian sejak 2019.

Pengawasan terhadap Tesla belum berhenti pada angka-angka itu. Pada Maret 2026, NHTSA meningkatkan penyelidikan terpisah terhadap lebih dari 3,2 juta kendaraan Tesla yang dilengkapi Full Self-Driving ke tahap Engineering Analysis.

Kasus di air dan persoalan teknis

Insiden di Wesley Chapel juga mengingatkan pada kecelakaan Tesla lain yang berakhir di air. Pada Mei 2018, seorang pria berusia 34 tahun tewas setelah Tesla Model S miliknya keluar dari jalan di kawasan San Francisco Bay Area, menembus pagar, lalu tenggelam di kolam.

Dalam kasus itu, status Autopilot saat kejadian tidak langsung jelas. Kondisi seperti ini menunjukkan betapa sulitnya penyelidikan ketika kendaraan tenggelam atau rusak berat, karena data tidak selalu bisa diambil cepat dan utuh.

Di sisi teknis, kritik terhadap arsitektur sensor Tesla juga terus mengemuka. Para pengkritik lama menilai pendekatan kamera saja membuat sistem itu tertinggal dari pesaing yang menggabungkan radar dan lidar dengan kamera, terutama saat jarak pandang terganggu.

Poin ini ikut menjadi perhatian dalam Engineering Analysis terbaru NHTSA. Penyelidikan tersebut menilai apakah sistem berbasis kamera mampu mendeteksi dan memberi peringatan kepada pengemudi saat kondisi pandangan memburuk, termasuk ketika ada silau, kabut, atau debu di udara.

Usia pengemudi dan soal tanggung jawab

Kasus kali ini juga menarik perhatian karena melibatkan pengemudi berusia 87 tahun dan penumpang berusia 75 tahun. Autopilot tidak membatasi penggunaan berdasarkan usia dan tidak mewajibkan pelatihan khusus sebelum diaktifkan.

Fakta itu penting karena sistem bantuan mengemudi semacam ini tetap bergantung pada respons manusia yang sangat cepat ketika terjadi kegagalan. Pengemudi bisa berada dalam kondisi pasif sebelum tiba-tiba harus bereaksi dalam hitungan detik.

Di Florida, isu tanggung jawab Tesla sendiri bukan perkara baru. Sebuah juri di negara bagian itu pernah memberi ganti rugi hampir $243 juta kepada ahli waris seorang perempuan yang tewas dalam kecelakaan terkait Autopilot, dan menyatakan Tesla 33% bertanggung jawab.

Florida Highway Patrol masih melanjutkan penyelidikan atas penyebab mobil tersebut keluar dari jalan. Di tengah proses itu, pesan dasarnya tetap sama: Autopilot menuntut pengawasan aktif, dengan tangan tetap di kemudi dan perhatian yang tidak boleh lepas, karena fitur tersebut bukan pengganti manusia sepenuhnya.

Baca Juga

Back to top button