Kemenangan 2-0 Persipura Jayapura atas Persiku Kudus di Stadion Lukas Enembe, Kabupaten Jayapura, Papua, bukan hanya meninggalkan tiga poin penting bagi tuan rumah. Laga pekan ke-27 Liga 2 Championship musim 2025-2026 itu juga menghadirkan ucapan yang datang dari kubu lawan, berupa doa agar Mutiara Hitam segera kembali ke Liga 1.
Sorotan tersebut muncul setelah pelatih Persiku, Bambang Pujo Sumantri, menunjukkan respek besar kepada Persipura meski timnya pulang tanpa poin. Ia menilai Persipura punya tempat khusus dalam sejarah sepak bola Indonesia dan kehadirannya tetap memberi warna besar bagi kompetisi nasional.
Doa dari kubu lawan
Bambang tak menutupi pandangannya soal posisi Persipura di pentas sepak bola Indonesia. Ia menyebut Liga 1 akan terasa kurang hidup tanpa tim asal Papua itu, dan menegaskan bahwa Persipura tak bisa dilepaskan dari sejarah yang sudah dibangunnya.
“Kita tidak bisa melepaskan dari sejarah. Saya pribadi mendoakan semoga Persipura naik ke Liga 1 Indonesia. Tidak ramai liga Indonesia kalau tidak ada Persipura,” ucap Bambang seusai laga.
Pernyataan itu membuat pertandingan berjalan dengan nuansa yang berbeda. Di tengah kekalahan Persiku, penghormatan terhadap Persipura justru menjadi salah satu pesan paling menonjol dari laga tersebut.
Persiku tetap aman dari degradasi
Hasil di Jayapura tidak mengubah nasib Persiku secara negatif. Kekalahan itu tetap cukup aman bagi Macan Muria karena mereka berhasil lolos dari jerat degradasi Liga 2 Championship musim ini.
Bambang mengapresiasi kerja keras para pemainnya sepanjang musim. Ia juga menyampaikan permintaan maaf kepada masyarakat Kudus yang terus mendukung tim hingga target bertahan di Liga 2 tercapai.
“Kami juga memohon maaf kepada semua masyarakat yang selalu setia mendukung Persiku Kudus sampai lolos dari degradasi,” katanya.
Atmosfer stadion ikut mencuri perhatian
Selain ucapan dari Bambang, pertandingan ini juga meninggalkan kesan kuat bagi penyerang senior Persiku, Lerby Eliandy Pong Babu. Eks pemain tim nasional Indonesia itu mengaku terpukau oleh atmosfer Stadion Lukas Enembe yang dipadati 32.840 penonton.
“Jujur ya, setelah kami masuk ke lapangan atmosfernya sangat luar biasa. Ini baru Persipura yang sudah lama hilang,” ujar Lerby.
Ia juga ikut menyampaikan doa agar Persipura bisa kembali ke kasta tertinggi sepak bola nasional. Dukungan itu menambah warna pada laga yang sejak awal sudah menyita perhatian karena status Persipura sebagai tim besar dengan basis suporter yang kuat.
Persipura makin percaya diri di jalur promosi
Kemenangan atas Persiku membuat Persipura semakin kuat dalam persaingan menuju promosi. Di sisi lain, Persiku bisa menutup musim dengan kondisi yang lebih tenang setelah memastikan diri selamat dari degradasi.
Hasil ini memperlihatkan dua sisi berbeda dari satu pertandingan yang sama. Persipura menjaga peluang ke Liga 1, sementara Persiku tetap membawa pulang kepastian untuk bertahan di Liga 2 musim depan.
Source: mediaindonesia.com




