Pusat penyelenggaraan Pekan Olahraga Provinsi Jawa Timur IX 2027 di Unesa mulai terlihat semakin realistis setelah KONI Jawa Timur menilai fasilitas di kampus itu sudah sangat siap. Sorotan utama bukan hanya pada banyaknya venue yang tersedia, tetapi juga pada tata letak yang terpusat sehingga memudahkan kerja panitia dan pergerakan peserta.
Dalam peninjauan yang dilakukan langsung, KONI Jatim melihat Unesa memiliki kombinasi sarana olahraga dan fasilitas pendukung yang dinilai memadai untuk event tingkat provinsi. Kampus yang dikenal sebagai pusat pendidikan olahraga ini kemudian dianggap punya nilai tambah karena kebutuhan penyelenggaraan dapat dipusatkan dalam satu kawasan.
Ketua KONI Jatim Muhammad Nabil menyebut sebagian besar sarana olahraga di Unesa sudah mengacu pada standar internasional. Dari hasil pantauan itu, kebutuhan dasar untuk menggelar Porprov Jatim pada prinsipnya sudah terpenuhi.
Meski demikian, KONI Jatim tetap mencatat adanya beberapa detail kecil yang perlu dibenahi sebelum pelaksanaan dimulai. Nabil menyampaikan bahwa poin-poin perbaikan tersebut akan segera diteruskan kepada Unesa agar penyempurnaan bisa dilakukan lebih cepat.
Venue dan fasilitas yang ditinjau
Tim KONI Jatim memeriksa sejumlah calon lokasi pertandingan di area kampus. Fasilitas yang masuk penilaian mencakup kolam renang, Unesa Driving Range Golf, GOR Basket, GOR Pemuda, GOR Futsal, lapangan tenis, lapangan atletik, lapangan hoki outdoor, lapangan padel, hingga GOR Bima.
Selain arena pertandingan, tim juga melihat fasilitas pendukung yang akan berperan penting selama kompetisi berlangsung. Ruang ganti atlet, kamar mandi, ruang perangkat pertandingan, tribun penonton, klinik kesehatan, serta ruang perkuliahan yang dapat difungsikan sebagai posko dan ruang rapat ikut menjadi bagian dari penilaian.
Kelengkapan ini memperkuat pandangan bahwa Unesa tidak hanya menyiapkan venue utama, tetapi juga ekosistem penyelenggaraan yang lebih utuh. Dalam pandangan KONI Jatim, kondisi tersebut membuat proses pertandingan berpotensi berjalan lebih rapi dan efisien.
Keunggulan lokasi terpusat
Nabil menilai posisi Unesa yang terpusat memberi keuntungan tersendiri bagi penyelenggaraan. Panitia akan lebih mudah mengatur koordinasi, sedangkan atlet dan ofisial dapat bergerak dengan lebih lancar antarvenue.
Dari sisi efisiensi, konsep ini juga dianggap menguntungkan karena akomodasi bisa dibuat lebih hemat. Mobilisasi peserta dan penonton pun berpotensi berlangsung lebih tertib selama kompetisi.
Respons Unesa terhadap masukan KONI
Dari pihak kampus, Unesa menyatakan siap menindaklanjuti setiap masukan yang disampaikan KONI Jatim. Wakil Rektor IV Unesa, Prof. Dwi Cahyo Kartiko, menegaskan bahwa kampus akan memperbaiki atau menambah fasilitas yang dibutuhkan agar pelaksanaan Porprov Jatim 2027 berjalan maksimal.
Cahyo juga menekankan bahwa Porprov memiliki arti strategis dalam pembinaan atlet daerah. Ajang ini dipandang sebagai pijakan penting sebelum atlet melangkah ke level nasional maupun internasional.
Dukungan dari berbagai pihak
Kunjungan peninjauan itu dipimpin langsung oleh Muhammad Nabil dan turut melibatkan perwakilan Disporapar Kota Surabaya serta KONI Surabaya. Rombongan diterima jajaran Unesa yang dipimpin Prof. Dwi Cahyo Kartiko.
Dalam pertemuan tersebut, Cahyo menegaskan bahwa kepercayaan untuk menjadi bagian dari penyelenggaraan Porprov bukan hal kecil. Karena itu, Unesa ingin menunjukkan bahwa sarana dan prasarana yang dimiliki memang layak untuk mendukung event besar.
Ia juga menyatakan bahwa semua persyaratan dari KONI Jatim akan dipenuhi sejauh dibutuhkan. Harapannya, pusat kegiatan Porprov Jatim 2027 dapat terpusat di Unesa sehingga atlet, ofisial, dan penonton mendapat pengalaman yang nyaman selama ajang berlangsung.
Dengan kesiapan fasilitas yang dinilai sudah sangat baik, Unesa kini dipandang sebagai salah satu tumpuan penting penyelenggaraan Porprov Jatim 2027. Kampus ini juga berpeluang menjadi ruang lahirnya atlet-atlet berprestasi dari berbagai daerah di Jawa Timur.
Source: konijawatimur.co




