Belanja pangan hari ini terasa tidak seragam bagi konsumen. Saat sebagian komoditas utama seperti cabai, daging, telur ayam ras, dan beras kompak melemah, kelompok bawang, gula, serta minyak goreng justru bergerak naik dan menekan pengeluaran di pasar.
Pergerakan harga itu terekam dalam data Pusat Informasi Harga Pangan Strategis Nasional (PIHPS) Bank Indonesia yang dihimpun melalui situs resmi bi.go.id/hargapangan pada Jumat, 5 Juni 2026 pukul 09.38 WIB. Pola yang muncul menunjukkan pasokan di tingkat produsen belum stabil sepenuhnya, sehingga harga sejumlah bahan pokok bergerak ke arah yang berlawanan.
Cabai Menjadi Penekan Harga Paling Tajam
Kelompok cabai mencatat penurunan paling dalam dibanding komoditas lain yang dipantau. Cabai rawit hijau turun 26,24 persen dan kini berada di Rp44.000 per kg, menjadi pelemahan terdalam pada perdagangan hari ini.
Cabai rawit merah juga turun cukup tajam sebesar 17,53 persen atau Rp14.450 menjadi Rp68.000 per kg. Sementara itu, cabai merah besar terkoreksi 16,02 persen ke Rp61.350 per kg, dan cabai merah keriting ikut turun 10,53 persen menjadi Rp2.450 per kg.
Daging, Telur, dan Beras Sama-Sama Melandai
Harga daging ayam ras segar tercatat turun 3,57 persen atau Rp1.400 menjadi Rp37.800 per kg di pasar tradisional. Di kelompok daging sapi, kualitas I melemah 6,01 persen atau Rp9.050 menjadi Rp141.650 per kg, sedangkan kualitas II turun 1,84 persen ke Rp138.550 per kg.
Telur ayam ras segar juga ikut terkoreksi 6,56 persen. Harga rata-ratanya turun Rp2.000 menjadi Rp28.500 per kg, sehingga memberi tambahan tekanan turun pada kelompok protein hewani.
Beras pun bergerak melemah di hampir semua kategori. Beras kualitas bawah I turun 1,37 persen menjadi Rp14.400 per kg, sementara bawah II stagnan di Rp14.450 per kg. Beras medium I turun 1,23 persen ke Rp16.000 per kg, dan medium II terkoreksi 3,12 persen menjadi Rp15.550 per kg.
Di kelas premium, beras super I turun 4,58 persen atau Rp800 menjadi Rp16.650 per kg. Beras super II juga melemah 3,24 persen dan kini berada di Rp16.400 per kg.
Bawang, Gula, dan Minyak Goreng Bergerak Naik
Di sisi lain, sejumlah komoditas yang kerap masuk daftar belanja harian justru menguat. Bawang merah ukuran sedang naik 6,99 persen atau bertambah Rp3.550 menjadi Rp54.350 per kg, sedangkan bawang putih ukuran sedang naik 4,01 persen atau Rp1.550 menjadi Rp40.200 per kg.
Gula pasir lokal ikut naik 1,04 persen menjadi Rp19.350 per kg. Untuk gula pasir kualitas premium, kenaikannya mencapai 2,96 persen atau Rp600, sehingga harga berada di Rp20.850 per kg.
Kenaikan paling menonjol muncul pada minyak goreng curah. Harga rata-ratanya melonjak 8,03 persen menjadi Rp22.200 per kg, yang berpotensi paling cepat dirasakan pedagang kecil di pasar tradisional.
Minyak goreng kemasan bermerek I juga naik 3,54 persen ke Rp24.850 per kg. Adapun minyak goreng kemasan bermerek II bertambah 3,46 persen menjadi Rp23.950 per kg.
Pasokan Belum Stabil Sepenuhnya
Kontras antara kelompok yang turun dan kelompok yang naik memperlihatkan kondisi pasokan pangan yang belum sepenuhnya normal. Konsumen memang bisa menemukan harga lebih rendah pada cabai, daging, telur, dan beras, tetapi tetap harus menghadapi tekanan pada bawang, gula, dan minyak goreng.
Pola seperti ini membuat belanja harian tetap menantang meski sebagian bahan pokok sedang melandai. Pergerakan harga yang serempak namun berlawanan itu menjadi sinyal bahwa pasar pangan masih sangat dipengaruhi perubahan pasokan di tingkat produsen.
Source: www.suara.com




