Menjelang Idul Adha 1447 Hijriah, kebutuhan bahan pokok di Jawa Barat dijaga agar tetap mudah dijangkau lewat Pasar Murah 2026 yang digelar serentak di enam kabupaten/kota. Program ini dirancang untuk menahan laju harga pangan sekaligus membantu menjaga stabilitas harga di daerah.
Gelaran tersebut juga menjadi langkah intervensi pasar untuk mendukung pengendalian inflasi. Pemerintah daerah menempatkannya sebagai upaya nyata agar lonjakan permintaan menjelang hari besar keagamaan tidak langsung mendorong harga kebutuhan rumah tangga naik terlalu tinggi.
Pasar murah berlangsung di Kabupaten Sukabumi, Kabupaten Karawang, Kabupaten Bandung, Kota Bogor, Kota Cirebon, dan Kota Tasikmalaya. Di lokasi-lokasi itu, warga bisa memperoleh kebutuhan pokok dengan harga yang lebih terjangkau dibandingkan pasar umum.
Kepala Disperindag Provinsi Jabar, Nining Yuliastiani, mengatakan pelaksanaan Pasar Murah 2026 mendapat sambutan luar biasa dari masyarakat. Menurut dia, pengunjung yang datang didominasi kaum ibu rumah tangga yang berburu kebutuhan pokok lebih murah.
Untuk menjaga ketersediaan barang, Disperindag Jabar menggelontorkan belasan ton pangan murah yang dipasok langsung dari produsen dan distributor. Skema itu membuat komoditas bisa dijual di bawah harga pasar karena ditopang subsidi distribusi dan pemangkasan rantai pasok.
Stok yang disiapkan meliputi 12 ton beras SPHP, 2,75 ton beras medium, dan 5,93 ton beras premium. Pemerintah daerah juga menyalurkan 10.320 liter minyak goreng MinyaKita serta 2.430 liter minyak premium untuk memenuhi kebutuhan warga.
Sejumlah bahan pokok lain ikut tersedia dan menjadi incaran masyarakat. Komoditas itu terdiri atas 2.638 kilogram gula pasir, 1.070 kilogram tepung terigu, 345 kilogram aneka cabai, 1.352,5 kilogram bawang merah, dan 202,5 kilogram bawang putih.
Nining menjelaskan, harga yang lebih terjangkau itu terwujud lewat kerja sama lintas sektor. Kolaborasi tersebut melibatkan Bank Indonesia, Perum Bulog, ID Food, Aprindo, serta Gerakan Pangan Murah dari Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan Jabar.
Dengan dukungan berbagai pihak, Pasar Murah 2026 diposisikan sebagai sarana untuk memperkuat keterjangkauan pangan di tengah meningkatnya permintaan. Pemerintah provinsi berharap program ini tetap efektif menjaga stabilitas harga bahan pokok dan mendukung pengendalian inflasi daerah menjelang Idul Adha.
Source: megapolitan.antaranews.com