Xiaomi sedang berada di titik yang kontras. Bisnis ponsel yang selama ini menjadi penopang utama mulai terasa melambat, sementara lini kendaraan listrik justru bergerak menjadi sumber tenaga baru bagi perusahaan.
Gambaran itu terlihat dari laporan kuartal Desember. Xiaomi masih membukukan penjualan 116,9 miliar yuan atau US$17 miliar, setara sekitar Rp292 triliun, naik 7,3% dibanding periode sebelumnya, tetapi laju tersebut menjadi yang paling lambat sejak 2023.
Smartphone tidak lagi sekencang dulu
Pelemahan terbesar datang dari pasar smartphone. Pada kuartal yang sama, pengiriman ponsel Xiaomi turun 11,5%, padahal pasar secara keseluruhan justru tumbuh lebih dari 2% menurut IDC.
Data itu menunjukkan bahwa tantangan Xiaomi tidak hanya berasal dari situasi pasar yang melemah. Ada tekanan internal yang ikut menahan kinerja, terutama dari rantai pasok dan pasokan chip memori yang terbatas.
Permintaan konsumen pun belum cukup kuat untuk menutup tekanan tersebut. IDC bahkan memperkirakan pasar smartphone global akan menyusut 12,9% pada tahun ini, sehingga tekanan yang dihadapi Xiaomi juga merupakan bagian dari masalah industri yang lebih luas.
Harga ponsel bisa ikut terangkat
Di tengah kondisi itu, Presiden Xiaomi Lu Weibing menyebut perusahaan kemungkinan menaikkan harga smartphone. Dorongan utamanya datang dari biaya komponen memori yang terus meningkat dan memengaruhi struktur biaya produksi.
Situasi ini membuat bisnis ponsel Xiaomi menghadapi tekanan ganda. Permintaan belum pulih penuh, sementara biaya produksi juga tidak memberi ruang longgar, sehingga menjaga pertumbuhan menjadi semakin sulit.
Jika harga dinaikkan, pasar berpotensi menjadi lebih sensitif, terutama di segmen yang sangat bergantung pada persaingan harga. Xiaomi pun harus menimbang antara mempertahankan margin atau terus mengejar volume penjualan.
EV menjadi area yang justru tumbuh cepat
Berbeda dengan ponsel, kendaraan listrik Xiaomi malah menunjukkan percepatan yang kuat. Perusahaan mengirimkan 145.115 mobil pada periode yang sama, lebih dari dua kali lipat dibandingkan tahun sebelumnya.
Kenaikan itu ditopang oleh SUV yang diluncurkan pada musim panas lalu. Xiaomi juga mencatat pengiriman lebih dari 50.000 unit pada Desember, yang menjadi pencapaian bulanan tertinggi sejauh ini.
Soal profitabilitas, divisi EV Xiaomi membukukan laba 1,1 miliar yuan. Hasil ini memperpanjang momentum setelah divisi tersebut mencatat laba pertamanya pada kuartal sebelumnya.
Perusahaan juga melaporkan laba tahunan untuk pertama kalinya pada 2025, yang menandai kemajuan penting di luar bisnis inti smartphone.
Pasar mobil listrik tetap tidak mudah
Meski performanya menguat, bisnis mobil listrik Xiaomi tidak berjalan di arena yang tenang. Industri EV di China masih menghadapi perang harga karena kelebihan pasokan dan perlambatan ekonomi.
Tekanan lain datang dari naiknya biaya chip dan bahan baterai, sementara pemerintah mulai mengurangi subsidi pembelian. Di sisi lain, Xiaomi justru menaikkan harga model sedan SU7 terbaru sebesar 2% dibanding generasi sebelumnya.
Langkah itu memperlihatkan bahwa efisiensi tetap menjadi persoalan di lini otomotif. Namun, laju pengiriman yang tinggi dan pencapaian laba membuat EV tetap menjadi penyangga penting ketika bisnis smartphone tengah melemah.
Diversifikasi mulai jadi kebutuhan
Perubahan arah Xiaomi menunjukkan upaya yang makin jelas untuk mengurangi ketergantungan pada satu sumber pendapatan. Strategi ini menjadi semakin penting ketika pasar ponsel global lesu, pasokan komponen ketat, dan harga perangkat berpotensi naik.
Lei Jun menargetkan pengiriman 550.000 mobil pada 2026, naik 34% dari penjualan tahun lalu sebesar 410.000 unit. Xiaomi juga menyiapkan ekspansi ke pasar global dengan target penjualan mobil di Eropa mulai 2027, sambil tetap mengembangkan bidang lain seperti agen AI dan robotika.
Dengan kondisi seperti ini, Xiaomi tidak lagi hanya dinilai dari kekuatan ponselnya. Perhatian pasar kini juga tertuju pada seberapa jauh bisnis EV bisa menjaga pertumbuhan perusahaan saat mesin lama mulai kehilangan tenaga.
Source: selular.id




