Bagi penghuni rumah dengan ruang terbatas, bawang merah tetap bisa ditanam tanpa perlu pekarangan luas. Cukup dengan botol plastik bekas, tanaman ini sudah bisa diberi wadah yang praktis sekaligus memanfaatkan barang yang sebelumnya terbuang.
Cara tanam seperti ini menarik karena bawang merah memang tergolong mudah dibudidayakan. Bibitnya dapat langsung dimasukkan ke media tanam tanpa harus melalui persemaian atau pembibitan lebih dulu, sehingga proses awal terasa lebih sederhana.
Wadah sederhana dari botol bekas
Botol plastik berukuran 5 liter dapat dijadikan tempat tanam dengan cara dipotong di bagian tengah hingga membentuk persegi empat. Setelah itu, beberapa lubang dibuat di sekeliling botol menggunakan gunting agar susunan media tanam lebih rapi dan aliran udara tetap terjaga.
Media yang digunakan juga tidak rumit. Campuran tanah dan kompos dengan perbandingan 2:1 menjadi pilihan yang disarankan, lalu tanah dimasukkan ke dalam botol sampai penuh dengan ketebalan minimal 5 cm sebelum umbi ditanam.
Umbi yang dipilih ikut menentukan hasil
Tidak semua umbi bawang merah langsung cocok untuk ditanam. Umbi yang disarankan adalah yang berukuran besar dan sudah disimpan di kulkas sekitar 15 hari sampai akar mulai keluar dan daun bawang mulai tumbuh.
Tahap ini penting karena umbi yang sudah siap akan lebih mudah berkembang setelah masuk ke media tanam. Untuk satu botol, cukup gunakan satu siung bawang merah agar ruang tumbuh tetap memadai.
Perawatan setelah ditanam
Umbi ditanam saat media masih basah, lalu penyiraman dilakukan secara rutin untuk menjaga kelembaban tanah. Setelah itu, tanaman perlu mendapat cahaya matahari yang cukup agar pertumbuhannya berjalan baik.
Botol tanam bahkan bisa digantung di dinding rumah selama lokasi tersebut terkena sinar matahari langsung. Cara ini membuat budidaya bawang merah tetap mungkin dilakukan di area rumah yang sempit.
Cepat panen dan tetap bermanfaat di rumah
Keuntungan lain dari bawang merah adalah waktu panennya yang singkat. Dari bibit ditanam sampai panen, waktunya sekitar 1,5 bulan, sehingga hasilnya bisa didapat dalam waktu relatif cepat.
Tanda panen yang perlu diperhatikan adalah rumpun yang mulai banyak dan sebagian daun yang sudah menguning. Selain praktis, cara ini juga membantu menghemat media tanah dan memberi alternatif bercocok tanam dengan perlengkapan yang sederhana.





