Penerima BLT Kesra kini mulai bisa mengecek apakah namanya masuk daftar bantuan Rp900.000 yang disalurkan pemerintah. Jalur pencairan dibuat melalui bank Himbara dan PT Pos agar bantuan lebih mudah menjangkau masyarakat yang berhak.
Dana Rp900.000 tersebut berasal dari akumulasi Rp300.000 per bulan yang dirapel selama tiga bulan. Bantuan ini ditujukan terutama kepada masyarakat berpenghasilan rendah yang tercatat dalam desil 1 sampai desil 4 pada Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional atau DTSEN.
Penyaluran lewat dua jalur membuat proses distribusi tidak seragam di semua daerah. Sebagian penerima mendapatkan dana melalui BRI, BNI, Mandiri, BTN, dan Bank Syariah Indonesia atau BSI, sementara sebagian lainnya menunggu penyaluran lewat PT Pos Indonesia.
Bagi penerima yang masuk jalur perbankan, saldo pada rekening Kartu Keluarga Sejahtera atau KKS dapat dipantau secara berkala. Sementara itu, penerima yang menyalur lewat kantor pos biasanya akan menunggu surat undangan resmi dari petugas setempat sebelum pencairan dilakukan.
Karena pencairan berlangsung bertahap, masyarakat diminta rutin memantau status bantuan masing-masing. Proses pengecekan bisa dilakukan sendiri secara online melalui komputer maupun ponsel pintar.
Situs resmi Kementerian Sosial dapat diakses melalui cekbansos.kemensos.go.id untuk melihat apakah nama terdaftar sebagai penerima. Setelah membuka laman tersebut, masyarakat perlu memilih wilayah domisili sesuai KTP, lalu mengetik nama lengkap, memasukkan kode captcha, dan menekan tombol “Cari Data”.
Jika nama masuk daftar, sistem akan menampilkan jenis bantuan beserta status penyalurannya. Jika tidak terdaftar, layar akan menunjukkan keterangan bahwa data tidak ditemukan.
Selain lewat situs web, pengecekan juga tersedia melalui aplikasi resmi Cek Bansos. Aplikasi ini bisa diunduh di Google Play Store dan App Store, lalu pengguna memilih menu “Cek Bansos”, mengisi wilayah tempat tinggal, mengetik nama sesuai KTP, memasukkan kode verifikasi, dan menekan tombol “Cari Data”.
DTSEN dipakai sebagai acuan agar bantuan lebih tepat sasaran. Data ini merekam kondisi ekonomi dan sosial masyarakat, sehingga tidak semua warga otomatis menerima BLT Kesra.
Pemerintah juga mengingatkan agar data pribadi tetap dijaga kerahasiaannya. Masyarakat diminta tidak menyerahkan data kepada pihak yang mencurigakan dan mewaspadai informasi palsu atau tautan tidak resmi yang mengatasnamakan bantuan sosial.
Bagi warga yang merasa memenuhi kriteria tetapi belum terdaftar, validasi data kependudukan dapat dikonsultasikan ke pemerintah daerah atau pendamping sosial di wilayah masing-masing. BLT Kesra sendiri diposisikan sebagai dana tambahan di luar bansos reguler seperti Program Keluarga Harapan atau PKH dan Bantuan Pangan Non Tunai atau BPNT.





