Bagi sebagian orang, traktor identik dengan mesin kerja sederhana yang nilainya jauh di bawah mobil sport. Namun Centenario Tractor justru membalik logika itu, karena unit koleksi ini bisa dilelang dengan harga yang berpotensi melampaui Lamborghini Revuelto baru, padahal tenaganya hanya 36 hp.
Yang membuatnya menarik bukan soal kecepatan, melainkan cerita di balik nama Lamborghini sendiri. Ferruccio Lamborghini memulai langkahnya dengan traktor sebelum kemudian merek itu dikenal lewat supercar, dan Centenario Tractor dibuat untuk menghormati 100 tahun kelahirannya.
Basis lawas yang diubah jadi objek koleksi
Centenario Tractor tidak lahir dari nol. Kendaraan ini memakai dasar Lamborghini DLA35 era 1960-an, lalu diolah menjadi proyek steampunk yang jauh dari wujud traktor kerja biasa.
Di balik tampilannya, masih ada mesin diesel 2,2 liter tiga silinder yang dipadukan dengan transmisi manual. Outputnya tercatat hanya 36 hp atau 36,5 PS, angka yang jelas tidak mengejar performa tinggi.
Fokus proyek ini memang berbeda. Alih-alih mengejar tenaga, pembuatnya menonjolkan desain, detail pengerjaan, dan karakter visual yang kuat.
Wujudnya dibuat sangat berbeda dari traktor biasa
Bentuk asli kendaraan ini sudah banyak berubah. Posisi duduk pengemudi dan penumpang dibuat rendah di antara roda belakang besar, sehingga siluetnya terasa seperti hot rod yang direndahkan.
Secara tampilan, Centenario Tractor tidak mencoba meniru supercar modern. Meski begitu, auranya tetap agresif untuk ukuran kendaraan pertanian.
Panel-panel logamnya dibentuk dengan tangan dan dibiarkan tanpa cat. Permukaan itu sengaja dibuat menua secara alami agar muncul patina yang memberi kesan klasik dan hidup.
Pendekatan tersebut membuat tampilannya terasa seperti mesin kerja lama yang masih bertahan di ladang-ladang Italia. Di saat yang sama, ada banyak detail tersembunyi dan sejumlah lambang Lamborghini di berbagai sisi.
Diproduksi sangat terbatas
Proyek ini dirancang oleh desainer Italia Adler Capelli. Pengerjaannya juga didukung oleh kelompok kolektor Jerman, Klima Lounge, yang memahami sejarah dan karakter merek Lamborghini.
Jumlahnya sangat sedikit, karena Centenario Tractor hanya dibuat lima unit. Kelangkaan inilah yang ikut mengangkat posisinya sebagai barang koleksi, bukan sekadar kendaraan pertanian yang dimodifikasi.
Salah satu unit yang kini dilelang disebut baru menempuh 310 mil atau sekitar 500 km sejak selesai dibuat pada 2020. Jarak tempuh yang rendah itu memperkuat statusnya sebagai objek eksklusif.
Harga yang menabrak ekspektasi
Saat masih baru, masing-masing dari lima unit dilaporkan terjual sekitar €1,75 juta, atau setara $2 juta dengan kurs saat ini. Nilai itu saja sudah menempatkannya di wilayah harga supercar, meski fungsi dan tenaganya sangat berbeda.
Perbandingan makin mencolok jika melihat Lamborghini Revuelto baru di Amerika Serikat yang dibanderol $600k. Artinya, pembeli bisa saja perlu menyiapkan dana lebih besar untuk traktor steampunk ini daripada untuk mobil andalan Lamborghini masa kini.
Lelang Centenario Tractor pun menjadi peluang langka bagi kolektor yang mencari benda dengan kisah kuat, pengerjaan rumit, dan hubungan langsung ke akar sejarah Lamborghini. Di pasar kendaraan koleksi, daya tarik seperti itu kadang lebih mahal daripada angka tenaga yang tertera di atas kertas.
Source: www.carscoops.com




