Di kelas tablet Rp6 juta sampai Rp7 jutaan, pilihan yang paling menarik kini bukan lagi sekadar soal layar besar. Banyak model sudah membawa performa yang mendekati ponsel flagship, baterai jumbo, dan fitur yang cukup serius untuk kerja kreatif maupun gaming berat.
Situasi itu membuat segmen harga di bawah Rp8 jutaan terasa jauh lebih padat dari sebelumnya. Dari lima nama yang menonjol, masing-masing punya arah yang berbeda, mulai dari keseimbangan harian, performa mentah, layar luas, produktivitas, sampai ekosistem iPadOS.
Pilihan paling seimbang ada di Xiaomi Pad 8
Di antara tablet Android, Xiaomi Pad 8 tampil sebagai paket yang paling mudah direkomendasikan. Perangkat ini membawa layar 11,2 inci beresolusi 3.2K dan memakai Snapdragon 8s Gen 4, chipset yang masih satu keluarga dengan seri 8.
Kapasitas baterainya juga besar, yakni 9.200 mAh, dan sistem audionya dibuat masif. Varian 8GB/128GB disebut mulai dari kisaran Rp6,5 jutaan, sementara varian 12GB/256GB lebih cocok untuk pengguna yang ingin memakainya lebih lama.
OnePlus Pad 3 mengejar tenaga terbesar
Jika prioritas utamanya adalah gaming berat dan kecepatan tinggi, OnePlus Pad 3 berada di jalur yang lebih ekstrem. Tablet ini mengandalkan Snapdragon 8 Elite, dengan skor AnTuTu yang disebut mencapai 2,5 juta hingga 3 juta poin.
Konfigurasinya juga dibuat agresif dengan RAM 12GB LPDDR5X dan ROM 256GB UFS 4.0. OnePlus turut membekali 8 speaker internal, baterai 12.140 mAh, serta pengisian 80W SuperVOOC.
Lenovo mengutamakan ruang kerja yang lapang
Bagi pengguna yang butuh bidang pandang lebih besar, Lenovo IdeaTab Pro Gen 2 menawarkan pendekatan yang berbeda. Tablet ini memakai panel 13 inci beresolusi 3.5K dengan refresh rate 144Hz, sehingga lebih nyaman untuk multitasking dan pekerjaan kreatif.
Mesinnya menggunakan Snapdragon 8s Gen 4 dan dipadukan dengan Android 16. Di sisi daya, perangkat ini membawa baterai 10.200 mAh dan pengisian 45W, sementara varian 8GB/256GB di kisaran Rp7,7 juta sudah menyertakan stylus Tab Pen Plus.
Samsung masih kuat di produktivitas
Samsung Galaxy Tab S9 FE+ tidak bermain di angka benchmark setinggi beberapa rivalnya. Meski begitu, tablet ini punya daya tarik yang kuat untuk pengguna yang lebih mementingkan pengalaman pakai sehari-hari.
Perangkat ini dibekali Exynos 1380, RAM 8GB, dan ROM 128GB. Nilai jual utamanya terletak pada S-Pen yang terasa natural dan presisi untuk mencatat atau menggambar, ditambah One UI yang memberi pengalaman tablet yang matang dan stabil.
iPad 11 tetap jadi pintu masuk aman ke ekosistem Apple
Di sisi iOS, iPad Generasi ke-11 masih menjadi opsi yang relevan untuk pemakaian beberapa tahun ke depan. Tablet ini ditenagai Apple A16 Bionic, memakai RAM 6GB, dan membawa ROM 128GB.
Optimisasi iPadOS membuat pengelolaan dayanya efisien, sementara varian dasarnya disebut sudah bisa didapatkan di bawah Rp6,8 juta. Kapasitas baterainya berada di angka 7.600 mAh, dan pengguna yang ingin menekan biaya masih bisa memilih stylus pihak ketiga sebagai alternatif Apple Pencil resmi.
Kelima tablet ini menunjukkan bahwa harga menengah di 2026 tidak lagi identik dengan banyak kompromi. Xiaomi Pad 8 paling menonjol sebagai pilihan seimbang, OnePlus Pad 3 paling ekstrem untuk performa, Lenovo IdeaTab Pro Gen 2 paling luas untuk kerja, Samsung Galaxy Tab S9 FE+ paling kuat untuk produktivitas, dan iPad 11 tetap aman bagi pengguna yang ingin masuk ke ekosistem Apple tanpa biaya terlalu tinggi.





