Tekanan di pasar saham domestik belum mereda, meski OJK menilai fondasi pasar modal Indonesia masih terjaga. Di tengah fluktuasi yang berlangsung, investor asing justru mencatat aksi jual bersih Rp 4,1 triliun hanya dalam sebulan.
Pelepasan saham oleh investor asing itu mempertegas bahwa pergerakan IHSG masih sensitif terhadap kombinasi tekanan global dan domestik. OJK melihat kondisi tersebut tidak muncul dari satu pemicu tunggal, melainkan dari penyesuaian portofolio yang ikut memperkuat koreksi pasar.
Dana asing terus keluar
Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon OJK, Hasan Fawzi, menyebut total jual bersih asing sepanjang Januari hingga Mei 2026 sudah mencapai Rp 53,97 triliun. Angka itu sejalan dengan melemahnya kapitalisasi pasar saham dalam periode yang sama.
OJK mencatat kapitalisasi pasar berada di level Rp 10.729 triliun. Posisi tersebut turun dari bulan sebelumnya yang mencapai Rp 12.382 triliun.
Rebalancing ikut menekan pasar
Selain koreksi pasar, OJK menilai ada aksi penyesuaian portofolio investor asing yang menambah tekanan pada saham domestik. Salah satu faktor yang disorot adalah rebalancing akibat perubahan komposisi indeks oleh penyedia indeks global.
Hasan menjelaskan bahwa investor kini memperhitungkan banyak indikator sebelum mengambil keputusan. Perubahan kondisi ekonomi, baik di dalam negeri maupun luar negeri, menjadi bagian dari proses penilaian risiko dan peluang di pasar.
Tekanan datang dari luar dan dalam negeri
OJK menilai pelemahan IHSG tidak hanya dipengaruhi situasi domestik. Dinamika ekonomi internasional dan sentimen pasar global juga memberi dampak pada arah pergerakan indeks.
Kombinasi faktor itu membuat pasar bergerak lebih hati-hati. Dalam kondisi seperti ini, arus dana asing menjadi salah satu indikator yang paling cepat menunjukkan perubahan sikap investor terhadap pasar saham Indonesia.
Fundamental pasar masih dianggap kuat
Meski tekanan masih terasa, OJK menegaskan fundamental pasar modal Indonesia tetap baik. Aktivitas perdagangan dan likuiditas saham domestik disebut masih terjaga dengan cukup solid.
Hasan menyampaikan bahwa nilai transaksi dan likuiditas pasar saham masih tinggi. Menurut OJK, kondisi itu menunjukkan kinerja emiten dan pasar modal nasional tetap memiliki fondasi yang kuat di tengah fluktuasi.
Investor diminta lebih selektif
Di tengah pelemahan IHSG dan keluarnya dana asing, OJK meminta investor tetap mencermati pasar secara objektif, proporsional, dan rasional. OJK juga menekankan pentingnya memakai informasi yang valid dan terverifikasi sebelum mengambil keputusan.
Informasi yang perlu diperhatikan antara lain keterbukaan informasi dan laporan keuangan emiten yang menjadi target investasi. Dengan pasar yang masih berfluktuasi, analisis yang memadai dinilai penting agar keputusan investasi tidak hanya mengikuti tekanan sentimen jangka pendek.
Source: www.suara.com