Dari Donohudan ke Tanah Suci, Taj Yasin Lepas Kloter Awal Haji Jateng

Sebanyak 34.122 jemaah haji asal Jawa Tengah mulai diberangkatkan menuju Tanah Suci melalui Embarkasi Solo dan Embarkasi Yogyakarta. Pemberangkatan gelombang awal itu ditandai dengan pelepasan kloter perdana di Donohudan, Kabupaten Boyolali, oleh Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen.

Kloter pertama yang diberangkatkan tercatat sebagai SOC 1 dan berasal dari Kabupaten Tegal. Rombongan ini dijadwalkan terbang dari Bandara Adi Soemarmo pada Rabu pukul 01.05 WIB dengan Garuda Indonesia menuju Madinah.

Pembagian keberangkatan dua embarkasi

Seluruh kuota jemaah haji Jawa Tengah tahun ini dilayani lewat dua jalur keberangkatan. Embarkasi Solo menangani 81 kloter dengan total 28.772 jemaah dan 321 petugas, sedangkan Embarkasi Yogyakarta International Airport melayani 15 kloter yang berisi 5.368 jemaah dan 60 petugas pendamping.

Skema ini disiapkan untuk menjaga arus keberangkatan tetap lancar dan tertib. Dengan pola tersebut, jemaah dari berbagai daerah di Jawa Tengah masuk ke jalur layanan yang sudah diatur sejak awal.

Dari keseluruhan kuota, terdapat 32.138 jemaah reguler. Selain itu, ada 1.706 jemaah prioritas lansia, 191 petugas haji daerah, dan 87 pembimbing Kelompok Bimbingan Ibadah Haji atau KBIH.

Pesan agar jemaah menjaga kondisi fisik

Dalam sambutannya, Taj Yasin mengingatkan jemaah agar tetap menjaga kesehatan selama menjalani rangkaian ibadah haji. Ia menekankan bahwa ibadah ini berlangsung cukup panjang, sekitar 40 hari, sehingga kekuatan fisik dan kekompakan rombongan menjadi hal yang penting.

“Jaga kesehatan, jaga kekompakan, dan patuhi arahan pembimbing haji,” ujar Taj Yasin. Ia juga meminta jemaah menjaga perilaku selama berada di Arab Saudi agar citra jemaah Indonesia yang tertib dan santun tetap terjaga.

Pemeriksaan kesehatan sudah dilakukan lebih dulu

Sebelum berangkat, seluruh calon jemaah telah menjalani pemeriksaan kesehatan menyeluruh. Kepala Dinas Kesehatan Jawa Tengah Yunita Dyah Kusminar mengatakan pemeriksaan itu mencakup kondisi fisik dan mental untuk memastikan kelayakan terbang atau istitha’ah.

Yunita menyebut kondisi jemaah pada kloter pertama dinyatakan aman. Untuk kloter berikutnya, ada jemaah yang sempat dirujuk untuk pemeriksaan lanjutan, tetapi keputusan akhir keberangkatan tetap menunggu asesmen tim medis.

Menurut Yunita, pemeriksaan kesehatan menjadi bagian penting agar jemaah berangkat dalam kondisi prima dan dapat menjalankan ibadah dengan baik. Proses ini juga menjadi langkah awal untuk menjaga keselamatan jemaah sejak sebelum masuk ke fase perjalanan.

Layanan haji disebut makin tertata

Penyelenggaraan haji tahun ini juga disebut mengalami sejumlah perbaikan layanan. Peningkatan itu terlihat pada distribusi logistik, administrasi, dan alur keberangkatan yang dibuat lebih tertib.

Embarkasi Solo turut menerapkan kembali layanan Makkah Route untuk mempercepat proses imigrasi dari tanah air. Di sisi lain, kartu Nusuk sebagai identitas jemaah juga telah dibagikan dan diaktivasi sebelum keberangkatan agar layanan pada tahap awal berjalan lebih lancar.

Pelepasan kloter perdana di Donohudan turut dihadiri Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI Abdul Wahid, Kakanwil Kementerian Agama Jawa Tengah Saiful Mujab, serta sejumlah pejabat dan tokoh keagamaan. Dengan kesiapan yang sudah dibangun sejak awal, proses keberangkatan jemaah haji Jawa Tengah diharapkan berjalan lancar hingga seluruh rombongan tiba di Tanah Suci.

Source: mozaik.inilah.com

Baca Juga

Back to top button