Di Lumpur Wuhu, V27 Dan V23 S Menunjukkan Sifat Berlawanan Saat Menaklukkan Trek Off-Road

Di lintasan lumpur Wuhu, dua SUV elektrifikasi petualangan iCAR justru memperlihatkan bahwa bodi besar tidak selalu identik dengan rasa kikuk. V23 S dan V27 sama-sama mampu melewati trek off-road yang memadukan gravel, pasir, lumpur, dan gundukan tanpa terlihat kesulitan berlebihan.

Uji kendaraan itu digelar di Tuju Camping Site, tidak jauh dari pabrik iCAR di Wuhu, Provinsi Anhui. Jalurnya memang pendek, hanya sekitar 500 meter, tetapi kombinasi permukaannya dibuat untuk memaksa mobil bekerja keras dalam membaca traksi dan menjaga kontrol.

Lintasan singkat, tantangannya berlapis

Trek yang dipakai bukan jalan tanah biasa. Rutenya berliku dan berisi lumpur basah yang licin, batu gravel, hingga table top atau gundukan tinggi yang menguji sudut masuk dan keluar mobil.

Karena undangan yang hadir cukup banyak, sesi test drive dibagi ke beberapa kelompok. Sebelum masuk ke lintasan, peserta lebih dulu mendapat briefing keselamatan dan penjelasan singkat mengenai karakter trek.

V27 tampil tenang meski membawa bobot besar

Model pertama yang dicoba adalah iCAR V27 iWD dengan empat orang di kabin, termasuk satu instruktur. Dalam kondisi itu, mobil membawa beban penumpang yang diperkirakan mencapai sekitar 280 kg.

Dengan panjang 5.055 mm dan bobot sekitar 2.300 kg, V27 justru terasa lebih mudah dikendalikan dari dugaan awal. Setirnya ringan, responsnya positif, dan mobil tetap stabil saat melewati permukaan yang berubah-ubah.

Karakter tenang itu sejalan dengan sistem hybrid Golden REEV yang dipakainya. Mesin 1.5 liter turbo tidak menggerakkan roda secara langsung, melainkan bekerja sebagai generator untuk mengisi baterai ketika dibutuhkan, sementara roda tetap digerakkan motor listrik.

Saat baterai turun di bawah batas tertentu, mesin menyala otomatis untuk menambah daya. Setelah kebutuhan energi terpenuhi, mesin berhenti lagi dan mobil kembali berjalan dengan rasa seperti mobil listrik murni.

Peredaman dan traksi jadi kunci V27

Di atas kertas, karakter V27 memang mendukung penggunaan jauh dan medan berat. Versi mesin konvensionalnya menghasilkan 115 kW atau 154,2 hp, motor belakang RWD menghasilkan 185 kW atau 248 hp, sedangkan varian iWD dengan motor depan-belakang menghasilkan total 335 kW atau 449 hp.

Baterainya berkapasitas 32,4 kWh dengan jarak tempuh listrik 210 km menurut pengujian CLTC. Jarak tempuh totalnya mencapai 1.230 km versi CLTC, yang menunjukkan fokus mobil ini pada perjalanan panjang tanpa terlalu bergantung pada pengisian daya.

Di lintasan, sistem AWD dual motor membantu menyalurkan traksi ke keempat roda dengan mulus. Suspensi depan MacPherson dan suspensi belakang multi-link independent dengan penguatan tie rod strut plus H Arm membuat bantingan terasa empuk, sementara magnetic suspension dengan adaptive damper bisa menyesuaikan peredaman hingga 1.000 kali dalam 10 milidetik.

Ground clearance 220 mm ikut membantu saat mobil melintasi bagian lintasan yang tidak rata. Kemampuan melewati genangan air hingga 600 mm juga memberi rasa aman ketika roda masuk ke kubangan yang ada di area uji.

V23 S lebih kompak dan terasa lebih agresif

Setelah V27, perhatian bergeser ke iCAR V23 S. Berbeda dari saudaranya yang besar dan stabil, model ini tampil lebih ringkas, lebih agresif, dan terasa lebih siap diajak bermanuver di jalur sempit.

Dimensinya lebih pendek, yaitu 4.220 mm, dengan wheelbase 2.730 mm dan bobot 2.199 kg. Proporsi itu membuatnya lebih mudah diarahkan saat melewati tikungan sempit dan permukaan yang tidak rata.

V23 S juga memakai velg 21 inci dan paket fitur ADAS yang lebih lengkap dibandingkan V23 reguler. Tenaganya jauh lebih besar daripada varian biasa, karena versi S mengandalkan dua motor listrik dengan total output 335 kW atau 449 hp dari baterai lithium-ion 80,16 kWh.

Motor depannya menghasilkan 150 kW atau 201 hp, sedangkan motor belakang 185 kW atau 248 hp. Pabrikan mengklaim akselerasi 0-100 km/jam dalam 4,5 detik dengan kecepatan puncak 170 km/jam.

Karakter off-road V23 S terasa lebih gesit

Di atas lintasan, V23 S menunjukkan sisi yang lebih lincah dibandingkan V27. Platform i-SWIFT dan sistem i-AWD membuat distribusi torsi ke tiap roda berlangsung otomatis sesuai kebutuhan traksi.

Suspensi depan double-wishbone atau MacPherson setup dan suspensi belakang five-link independent ikut menjaga keseimbangan mobil saat permukaan berubah dari pasir ke lumpur atau gravel. Karakter itu membuat mobil tetap nyaman dipakai di jalan biasa, tetapi juga cukup percaya diri saat harus menghadapi tanjakan terjal dan turunan curam.

Angka geometri bodinya juga mendukung. Approach angle V23 S mencapai 42 derajat, sedangkan departure angle 41 derajat, sehingga mobil lebih siap melewati rintangan tajam tanpa mudah bergesekan dengan permukaan lintasan.

Dalam dua putaran singkat untuk masing-masing model, perbedaan karakter keduanya terlihat jelas. V27 tampil sebagai SUV besar yang stabil dan halus, sementara V23 S hadir sebagai opsi yang lebih kompak, lebih gesit, dan tetap kuat saat menaklukkan lumpur Wuhu.

Source: carvaganza.com

Baca Juga

Back to top button