Di Tengah Ketegangan Timur Tengah, Arab Saudi Pastikan Layanan Haji Untuk 30.000 Jemaah Iran Tetap Aman

Di tengah situasi Timur Tengah yang masih memanas, Arab Saudi menegaskan bahwa layanan bagi jemaah haji asal Iran tetap berjalan. Riyadh menempatkan ibadah haji sebagai urusan kemanusiaan yang harus dijaga, terlepas dari ketegangan politik dan keamanan di kawasan.

Penegasan itu mengemuka saat Menteri Dalam Negeri Arab Saudi sekaligus Ketua Komite Haji Tertinggi, Pangeran Abdulaziz bin Saud bin Naif, menerima Kepala Organisasi Haji dan Ziarah Iran, Alireza Rashidian, di Jeddah. Dalam pertemuan tersebut, Pangeran Abdulaziz menyambut para jemaah Iran dan menyampaikan dukungan penuh Raja Salman serta Putra Mahkota Mohammed bin Salman agar seluruh jemaah dari berbagai negara dapat beribadah dengan aman, nyaman, dan tenang.

Pertemuan itu menarik perhatian karena berlangsung ketika kawasan masih dibayangi konflik yang melibatkan Iran, Amerika Serikat, dan Israel. Meski demikian, Arab Saudi tetap memisahkan urusan pelayanan haji dari dinamika regional yang belum mereda.

Di pertemuan itu, Pangeran Abdulaziz tidak datang sendiri. Ia didampingi sejumlah pejabat tinggi Saudi, termasuk Asisten Menteri Dalam Negeri Dr. Hisham Al-Falih, Wakil Menteri Dalam Negeri Bidang Keamanan Abdullah Al-Faris, dan Direktur Keamanan Publik sekaligus Ketua Komite Keamanan Haji Letjen Mohammed Al-Bassami.

Sementara itu, dari pihak Iran disebutkan sekitar 30.000 jemaah akan diberangkatkan ke Arab Saudi secara bertahap. Kantor Berita Republik Islam Iran atau IRNA melaporkan keberangkatan itu akan dimulai pada Senin, 27 April 2026, setelah koordinasi dengan Riyadh.

IRNA mengutip Akbar Rezaei, wakil urusan Haji dan Umrah di Organisasi Haji dan Ziarah Iran, yang mengatakan pengiriman jemaah dilakukan setelah persetujuan resmi diperoleh. Ia juga menyebut pengaturan musim haji ini lahir dari kesepakatan dengan Kementerian Haji dan Umrah Arab Saudi serta kontrak dengan penyedia layanan khusus.

Rezaei menjelaskan bahwa perjalanan jemaah akan dikelola sejak keberangkatan hingga kepulangan agar prosesnya lebih tertib. Ia juga mengatakan struktur kelompok jemaah telah dirombak, dengan 236 kelompok baru dimasukkan ke platform elektronik resmi.

Di lapangan, persiapan di Mekkah sudah dimulai. Misi Haji Iran terus berkoordinasi dengan otoritas Saudi, serta kedutaan dan konsulat Iran, untuk memastikan prosedur dan layanan bagi jemaah berjalan lancar.

Alireza Rashidian turut menyampaikan apresiasi atas langkah Arab Saudi. Ia memuji persiapan yang dilakukan dan menilai tingkat organisasi serta kualitas layanan kepada jemaah selama ibadah haji patut diapresiasi.

Koordinasi yang tetap berjalan antara kedua negara menunjukkan bahwa layanan haji masih dijaga meski suasana politik kawasan belum stabil. Dengan pengaturan yang terus dipantau, jemaah Iran tetap masuk dalam pelayanan yang sama selama menjalankan rangkaian ibadah di Tanah Suci.

Source: www.viva.co.id

Baca Juga

Back to top button