Empat Model Baru Ofero Mengintai Pasar, Ledo 5 Dipatok Rp3,99 Juta dan Galaxy 6 Lebih Modern

Ofero memperlebar langkahnya di pasar kendaraan listrik roda dua lewat strategi yang tidak berhenti di satu titik. Dalam satu rangkaian, perusahaan ini menghadirkan produk baru untuk konsumen harian, menyiapkan model lain untuk segmen gaya hidup dan kerja, sekaligus menguatkan basis produksinya di dalam negeri.

Pola tersebut membuat arah bisnis Ofero terlihat lebih agresif dari sekadar bermain di kendaraan listrik murah. Perusahaan kini menyasar pengguna pribadi yang mencari transportasi praktis, tetapi juga mulai membuka ruang untuk kebutuhan operasional usaha dan logistik ringan.

Dua model langsung dipasarkan

Dari empat nama yang diperkenalkan, dua model lebih dulu masuk pasar Indonesia, yaitu Ledo 5 dan Galaxy 6. Keduanya sama-sama menjadi ujung tombak awal Ofero, tetapi masing-masing dibangun dengan sasaran pengguna yang berbeda.

Ledo 5 diposisikan untuk konsumen urban yang membutuhkan kendaraan harian yang praktis dan hemat biaya. Ofero memasarkan model ini dengan harga Rp3.999.000 untuk wilayah Jawa Tengah.

Galaxy 6 tampil dengan pendekatan yang lebih modern dan ekspresif. Sepeda listrik ini hadir dalam dua pilihan baterai, yakni 48V15Ah seharga Rp5.299.000 dan 48V20Ah seharga Rp5.999.000.

Harga yang tetap dijaga terjangkau

Banderol Galaxy 6 tersebut juga berlaku sebagai harga rekomendasi wilayah Jawa. Dengan patokan harga itu, Ofero menempatkan model tersebut sebagai opsi bagi konsumen muda yang menginginkan kendaraan berdesain futuristis.

Langkah harga ini menegaskan bahwa Ofero masih menjaga akses pasar pada level yang relatif terjangkau. Namun, perusahaan tidak berhenti pada segmen pengguna harian saja karena dua model lain sudah disiapkan untuk arah pasar yang berbeda.

Dua model lain menyusul

Monster menjadi nama berikutnya yang disiapkan Ofero sebagai sepeda listrik flagship. Model ini membawa desain neo-retro dengan perpaduan nuansa klasik dan sentuhan modern, lalu diarahkan untuk konsumen yang melihat kendaraan sebagai bagian dari gaya hidup.

Berbeda dari Monster, Carria 1 dikembangkan dengan pendekatan fungsional. Ofero menyiapkan model ini sebagai motor listrik untuk mendukung aktivitas operasional, logistik ringan, hingga kebutuhan pelaku UMKM.

Kehadiran dua model itu menunjukkan bahwa Ofero ingin memperluas jangkauan pasar secara lebih serius. Perusahaan tidak hanya mengincar pembeli personal, tetapi juga sektor produktif yang membutuhkan kendaraan listrik sebagai penunjang kerja.

Pabrik Semarang jadi penguat strategi

Pada saat yang sama, Ofero meresmikan fasilitas perakitan baru di Kawasan Industri Candi, Semarang. Fasilitas ini menjadi bagian dari upaya memperkuat rantai pasok sekaligus kapasitas produksi di dalam negeri.

Ofero mengklaim pabrik tersebut mampu memproduksi hingga 2.000 unit kendaraan per hari. Kapasitas itu disiapkan bukan hanya untuk kebutuhan pasar domestik, tetapi juga untuk mendukung ekspor ke sejumlah negara Asia Tenggara seperti Filipina dan Thailand.

Super Wang, Sales Manager Ofero Indonesia, menyebut peluncuran produk baru bersama fasilitas perakitan Semarang sebagai langkah penting dalam perjalanan Ofero di Indonesia. Ia menegaskan perusahaan ingin menghadirkan kendaraan listrik yang lebih inovatif, lengkap, dan mudah dijangkau masyarakat luas.

Membidik pasar yang terus membesar

Strategi itu hadir di tengah pasar kendaraan listrik roda dua yang terus tumbuh. Segmen sepeda listrik dan motor listrik ringan semakin dilirik karena biaya operasionalnya lebih rendah dibanding kendaraan konvensional.

Ofero mencoba membangun ekosistem yang lebih lengkap lewat lini produk, jaringan dealer, layanan purna jual, dan fasilitas produksi lokal. Dengan kombinasi tersebut, perusahaan ingin memperkuat posisi di tengah meningkatnya minat masyarakat terhadap kendaraan listrik.

Source: www.oto.com

Baca Juga

Back to top button