Empat Sunah Kurban Yang Kerap Dilupakan, Dari Menahan Kuku Hingga Waktu Penyembelihan

Di tengah persiapan Iduladha, perhatian biasanya tertuju pada pemilihan hewan kurban dan pembagian daging. Padahal, ada beberapa sunah yang ikut menentukan adab ibadah ini, mulai dari waktu penyembelihan sampai hal-hal pribadi yang sering dianggap sepele.

Empat sunah itu kerap terlewat karena terlihat sederhana. Namun, bagi orang yang mampu berkurban, mengikuti anjuran tersebut membuat ibadah berjalan lebih tertib dan selaras dengan tuntunan yang diajarkan.

Salah satu yang paling mudah dilupakan adalah anjuran untuk tidak memotong rambut dan kuku sejak memasuki bulan Zulhijah sampai hewan kurban disembelih. Dalam H.R. Muslim, Rasulullah SAW menganjurkan hal ini bagi orang yang hendak berkurban.

Para ulama menjelaskan bahwa anjuran tersebut dilakukan agar bagian tubuh orang yang berkurban turut mendapatkan ampunan Allah SWT sebelum terpisah dari raga. Setelah penyembelihan selesai, rambut dan kuku boleh dipotong kembali bila ingin mengikuti sunah itu.

Tata cara penyembelihan juga punya adab

Sunah lain yang sering tidak diperhatikan adalah anjuran untuk menyembelih sendiri hewan kurban. Jika tidak memungkinkan, orang yang berkurban dianjurkan menyaksikan langsung proses penyembelihan.

Anjuran ini disebut dalam H.R. Abu Daud 2810 dan At-Tirmizi 1521. Dalam praktiknya, seseorang juga bisa berlatih menyembelih dengan panduan penyembelih yang bertugas agar memahami cara yang benar.

Ada pula doa yang dianjurkan dibaca saat proses berlangsung, yaitu: “sesungguhnya salatku, sembelihanku, hidupku, dan matiku hanya untuk Allah SWT, Rabb alam semesta.” Hadis juga menyebut pahala kurban terkait dengan ampunan dosa saat darah hewan kurban mengalir.

Urutan waktunya tidak boleh tertukar

Penyembelihan kurban tidak dilakukan secara sembarangan. Berdasarkan H.R. Bukhari dan Muslim, Rasulullah SAW mencontohkan agar salat Iduladha dilaksanakan lebih dulu, lalu hewan kurban disembelih setelahnya.

Waktu utamanya berada pada 10 Zulhijah setelah salat Iduladha selesai. Jika kondisi tidak memungkinkan, penyembelihan masih dapat dilakukan pada hari Tasyrik, yakni 11 sampai 13 Zulhijah.

Penundaan biasanya terjadi karena jumlah hewan kurban yang banyak atau terkendala cuaca. Karena itu, memahami urutan waktu membantu ibadah tetap sesuai sunah dan terlaksana dengan tertib.

Daging kurban tidak harus habis dibagikan

Banyak orang mengira daging kurban sepenuhnya wajib diserahkan kepada orang lain. Padahal, orang yang berkurban juga boleh memakan sebagian daging hewan yang disembelih.

Ketentuan itu selaras dengan Q.S. Al-Hajj ayat 28, yang memerintahkan agar sebagian hewan ternak dimakan dan sebagian lainnya diberikan kepada orang fakir. H.R. Muslim 1971 juga menyebut daging kurban dianjurkan untuk dimakan, disimpan, dan disedekahkan.

Karena itu, menerima bagian daging kurban bukan hal yang keliru. Pembagian seperti ini justru termasuk dalam sunah yang dijalankan dalam ibadah kurban.

Empat sunah tersebut menunjukkan bahwa kurban tidak hanya soal penyembelihan hewan. Ada adab yang menyertai, mulai dari menjaga rambut dan kuku, memperhatikan urutan penyembelihan, hingga memahami bagaimana daging dibagikan.

Source: www.idntimes.com

Baca Juga

Back to top button