Google sedang menyiapkan perubahan besar pada cara pengguna berinteraksi dengan tampilan singkat di Wear OS. Tiles akan berubah nama menjadi Wear Widgets, dan langkah ini diarahkan untuk membuat pengalaman di jam tangan pintar terasa lebih seragam sekaligus lebih hemat daya.
Perubahan itu diperlihatkan dalam sesi pengembang di I/O 2026. Google menekankan bahwa sistem baru ini tidak hanya mengubah nama, tetapi juga cara widget bekerja agar aplikasi tidak harus terus aktif di latar belakang.
Di balik pembaruan tersebut, Google mengandalkan Remote Compose sebagai fondasi utama. Framework antarmuka jarak jauh ini dirancang untuk pengalaman di luar aplikasi, sehingga widget bisa menampilkan animasi yang lebih kaya, interaksi yang lebih mulus, dan tampilan yang lebih adaptif di berbagai perangkat.
Bagi pengguna jam tangan pintar, sisi efisiensi menjadi sorotan terbesar. Remote Compose disebut dapat menangani interaksi dan animasi tanpa perlu terus-menerus membangunkan aplikasi di latar belakang, sesuatu yang penting karena baterai perangkat wearable jauh lebih terbatas dibanding ponsel.
Google juga menyiapkan kompatibilitas ke belakang agar pengembang tidak perlu meninggalkan perangkat lama. API Wear Widgets tetap bisa dipakai di Wear OS 4 dan versi di atasnya, sehingga adopsinya tidak langsung memutus dukungan pada perangkat yang sudah beredar.
Format baru untuk layar yang lebih fleksibel
Dalam demo yang ditunjukkan Google, widget Wear OS hadir dalam layout 2×1 dan 2×2. Format ini memberi ruang tampilan yang lebih beragam dibanding Tiles lama yang cenderung seragam.
Pada jam tangan yang mendukung carousel widget horizontal, seperti Google Pixel Watch, widget berukuran besar masih bisa tampil mirip Tiles layar penuh yang sudah dikenal pengguna. Dengan begitu, peralihan ke sistem baru tetap menjaga kebiasaan navigasi yang sudah akrab.
Pendekatan itu terlihat seperti kompromi yang sengaja dibuat Google. Di satu sisi, platform mendapat wajah baru yang lebih modern, sementara di sisi lain pengalaman lama tidak langsung hilang di perangkat yang mendukung tampilan tersebut.
Perubahan ini juga berdampak pada Samsung Galaxy Watch. Google mengatakan widget baru dapat mengisi Multi-Info Tiles, fitur yang sebelumnya terbatas pada widget buatan Samsung sendiri.
Bagi pengguna Samsung, ruang kustomisasi pun berpotensi menjadi lebih luas. Jika implementasinya berjalan baik, informasi cepat dari aplikasi pihak ketiga bisa muncul di area yang sebelumnya lebih tertutup.
Nama baru, arah yang lebih luas
Pergantian dari Wear OS Tiles menjadi Wear Widgets tidak sekadar urusan label. Google tampak ingin menyatukan bahasa desain widget di seluruh perangkat Android, dari ponsel dan tablet sampai perangkat wearable.
Arah itu juga terlihat di luar jam tangan pintar. Google ikut memamerkan widget untuk Android Auto yang akan meluncur akhir tahun ini, bersamaan dengan penyebutan tipe dan layout widget baru di berbagai perangkat Android.
Dengan langkah tersebut, Wear Widgets menjadi bagian dari strategi yang lebih besar untuk menjadikan widget sebagai lapisan antarmuka yang konsisten di seluruh ekosistem. Bagi pengembang, hal ini bisa menyederhanakan pembangunan pengalaman lintas perangkat.
Daftar mitra akses awal yang disebut Google juga memperlihatkan fokus penggunaan yang praktis. Spotify, WhatsApp, Peloton, dan Todoist masuk dalam kelompok awal, yang menunjukkan bahwa widget jam tangan diarahkan ke kebutuhan yang paling sering dibuka seperti musik, pesan, kebugaran, dan produktivitas.
Pada akhirnya, pembaruan ini menempatkan Wear OS ke arah yang lebih jelas. Google ingin membuat widget di jam tangan lebih berguna, lebih hemat baterai, dan lebih mudah diselaraskan dengan pengalaman Android di perangkat lain.
Source: www.androidauthority.com




