Headphone Vivo Rp1 Jutaan Ini Langsung Terhubung ke 3 Perangkat, Daya Tahannya Sampai 75 Jam

Vivo mencoba menarik perhatian lewat headphone over-ear yang tidak hanya mengandalkan kualitas audio, tetapi juga cara pakai yang lebih praktis. Daya tarik utamanya ada pada kemampuan tersambung ke tiga perangkat sekaligus, sehingga pengguna tidak perlu berulang kali memutus dan menyambungkan Bluetooth saat berpindah dari satu gadget ke gadget lain.

Bagi orang yang terbiasa memakai smartphone, laptop, dan tablet dalam satu hari, fitur seperti ini terasa relevan. Vivo menempatkan perangkat audio nirkabel tersebut sebagai jawaban untuk rutinitas multitasking yang semakin umum, baik untuk kerja maupun hiburan.

Koneksi lintas perangkat jadi nilai jual utama

Kemampuan terhubung ke tiga perangkat sekaligus menjadi pembeda paling menonjol dari headphone ini. Pengguna bisa memutar musik dari ponsel, lalu beralih mengikuti rapat daring di laptop, kemudian pindah lagi ke tablet tanpa proses pairing ulang.

Pendekatan itu membuat pengalaman berpindah perangkat terasa lebih mulus. Di tengah pasar headphone nirkabel yang semakin padat, Vivo jelas mencoba menawarkan sesuatu yang langsung terasa manfaatnya dalam penggunaan sehari-hari.

ANC 58 dB dan dukungan audio kelas atas

Selain soal konektivitas, Vivo membekali perangkat ini dengan Active Noise Cancellation hingga 58 dB. Fitur tersebut ditujukan untuk meredam kebisingan sekitar agar musik dan panggilan suara tetap nyaman didengar.

Untuk urusan suara, headphone ini memakai driver dinamis 40 mm. Vivo juga menambahkan dukungan codec SBC, AAC, dan LDAC melalui Bluetooth, serta sertifikasi Hi-Res Audio dan Hi-Res Wireless Audio.

Ada pula audio spasial yang disiapkan untuk memberi kesan dengar yang lebih luas. Fitur ini relevan saat menonton film, bermain gim, atau menikmati musik dengan pengalaman yang lebih imersif.

Baterai tahan lama, bobot tetap ringan

Di sisi daya, Vivo mengklaim headphone ini mampu bertahan hingga 75 jam dalam sekali pengisian saat ANC dimatikan. Saat ANC aktif, daya tahannya disebut mencapai sekitar 35 jam.

Angka tersebut dipadukan dengan bobot sekitar 238 gram. Kombinasi ini membuatnya diposisikan sebagai headphone over-ear yang tetap nyaman dipakai dalam durasi panjang meski membawa peredam bising aktif.

Ada detail desain yang jarang disorot

Vivo juga membawa desain hair-friendly pada headphone ini. Engsel dan mekanisme penyesuaian ukurannya dibuat untuk membantu mengurangi risiko rambut atau jambang tersangkut saat perangkat dipakai atau dilepas.

Detail seperti ini memang jarang menjadi sorotan utama di kelas headphone over-ear. Namun, sentuhan tersebut memberi pembeda tambahan di luar spesifikasi audio dan konektivitas yang sudah lebih dulu menonjol.

Produk audio ini diperkenalkan di China bersama peluncuran seri Vivo S60 pada Kamis (29/5/2026). Penjualan resminya dijadwalkan mulai 10 Juni 2026 dengan harga 499 yuan, atau sekitar Rp1,1 juta hingga Rp1,2 juta.

Hingga kini, Vivo belum mengumumkan ketersediaan headphone tersebut untuk pasar Indonesia. Penjualannya masih dipusatkan di China tanpa informasi peluncuran global.

Source: yoursay.suara.com

Baca Juga

Back to top button