Peringatan dari Nirmala Sitharaman terhadap risiko keamanan perbankan kini menjadi sorotan setelah pemerintah India menilai ancaman yang dikaitkan dengan model AI Claude Mythos milik Anthropic sebagai hal yang tidak bisa dipandang ringan. Dalam rapat tingkat tinggi bersama para pimpinan bank, isu ini dibahas sebagai potensi gangguan serius terhadap sistem keuangan dan data nasabah.
Kementerian Keuangan India bahkan menyebut ancaman tersebut “belum pernah terjadi sebelumnya” dan menegaskan perlunya kewaspadaan tinggi, kesiapan, serta koordinasi yang lebih erat di antara lembaga keuangan dan bank. Kehadiran Menteri TI Ashwini Vaishnaw dalam pertemuan itu juga menandakan bahwa persoalan ini diperlakukan sebagai ancaman lintas sektor, bukan sekadar isu teknologi biasa.
Ancaman yang melampaui serangan siber konvensional
Pemerintah India melihat potensi risiko dari Claude Mythos sebagai sesuatu yang berbeda dari pola serangan siber pada umumnya. Sorotan utama bukan hanya pada kemampuan model itu menemukan kelemahan digital, tetapi juga pada konsekuensi jika kemampuan tersebut disalahgunakan.
Anthropic menyebut Claude Mythos sebagai model AI paling kuat mereka untuk keamanan siber. Perusahaan itu mengklaim model ini dapat menemukan ribuan celah yang tidak terdeteksi manusia, termasuk kerentanan lama pada sistem operasi besar dan peramban web.
Salah satu klaim yang memicu kekhawatiran adalah ditemukannya celah yang disebut telah berusia 27 tahun. Temuan semacam itu memperlihatkan bahwa sistem yang selama ini dianggap aman masih menyimpan risiko tersembunyi yang dapat dimanfaatkan dengan sangat cepat jika jatuh ke tangan yang salah.
Mengapa sektor perbankan diminta waspada
Di sektor keuangan, risiko semacam ini dapat berdampak langsung pada infrastruktur digital inti, sistem transaksi, dan perlindungan data pelanggan. Karena itu, Sitharaman meminta bank mengambil langkah antisipatif untuk memperkuat sistem teknologi informasi mereka.
Pemerintah India juga mendorong mekanisme berbagi intelijen ancaman secara real time. Skema ini melibatkan bank, IndianCERT, dan lembaga terkait lain agar deteksi ancaman dapat berlangsung lebih cepat dan informasi bisa tersebar ke seluruh ekosistem perbankan.
Langkah tersebut dinilai penting karena ancaman yang dibahas bukan serangan konvensional, melainkan potensi serangan yang ditopang kemampuan AI yang sangat maju. Dalam situasi seperti ini, respons yang berjalan sendiri-sendiri di tiap bank dinilai tidak cukup untuk menghadapi risiko yang mungkin muncul secara serentak.
Akses dibatasi, tetapi kekhawatiran tetap ada
Anthropic disebut hanya memberikan akses Claude Mythos kepada kelompok terbatas, sekitar 40 perusahaan. Nama yang disebut dalam laporan antara lain Amazon, Microsoft, dan Google.
Meski aksesnya dibatasi, laporan juga menyebut ada kelompok pengguna tidak sah yang berhasil memperoleh akses ke Mythos. Kondisi ini memperbesar kekhawatiran karena akses tanpa izin dapat membuka ruang penyalahgunaan terhadap kelemahan siber yang ditemukan model tersebut.
Anthropic sendiri menilai Mythos tidak bisa dirilis ke publik umum. Perusahaan itu memandang penyebaran luas model ini setara dengan memberi kemampuan peretasan tingkat lanjut kepada siapa pun yang memiliki laptop.
Pemantauan juga berlangsung di Amerika Serikat
Isu yang sama turut dipantau oleh pemerintah Amerika Serikat. Laporan menyebut pemerintah AS telah berdiskusi dengan sejumlah bank Wall Street untuk menilai langkah pengamanan yang dibutuhkan.
Di sisi lain, Gedung Putih disebut juga mempertimbangkan kemungkinan penggunaan Mythos di berbagai lembaga untuk memperkuat pertahanan siber. Situasi ini memperlihatkan dilema yang melekat pada model AI semacam Mythos, karena alat yang sama bisa membantu perlindungan sekaligus memunculkan risiko besar bila tidak dikendalikan dengan ketat.
Di India, Indian Banks’ Association diminta mengembangkan mekanisme kelembagaan yang terkoordinasi. Tujuannya agar respons atas ancaman potensial tidak bergerak terpisah di tiap bank, tetapi mengikuti pola penanganan yang lebih seragam dan cepat.
Laporan The Hindu menyebut Kementerian Keuangan dan Reserve Bank of India sedang mempelajari sejauh mana risiko yang dihadapi sektor keuangan India dari Mythos. Kajian itu menjadi dasar untuk menentukan skala ancaman dan bentuk pengamanan yang paling sesuai bagi sistem perbankan.
Source: www.indiatoday.in




