Indonesia Bangkit Dari Tertinggal Dua Angka, Ubed Kunci Kemenangan 3-2 Atas Thailand di Thomas Cup

Moh Zaki Ubaidillah tampil sebagai penutup yang menenangkan ketika Indonesia menundukkan Thailand 3-2 pada fase grup Thomas Cup di Horsens, Denmark. Kemenangan itu lahir setelah tim Merah Putih sempat dua kali tertinggal dan terus dipaksa bermain dalam tekanan.

Hasil tersebut menjaga peluang Indonesia tetap terbuka di fase grup. Di tengah laga yang berjalan ketat, sektor ganda putra dan ketenangan para pemain muda menjadi pembeda saat pertandingan memasuki momen paling krusial.

Thailand sempat memegang kendali

Indonesia sebenarnya berharap bisa memulai duel dengan poin aman dari sektor tunggal putra pertama. Namun, Jonatan Christie harus mengakui keunggulan Kunlavut Vitidsarn setelah pertandingan tiga gim yang berlangsung rapat hingga akhir.

Jonatan bahkan sempat berada dalam posisi sangat menguntungkan pada gim penentuan. Ia unggul 20-17, tetapi keadaan berubah saat lawan mampu merespons pada momen-momen akhir.

Dalam rilis resmi PBSI, Jonatan menjelaskan bahwa bola tanggung yang tidak dimaksimalkan ikut memberi kesempatan bagi lawan untuk membalikkan keadaan. Ia juga menyebut raketnya putus pada poin 20-19 dan itu memengaruhi jalannya laga.

“Saya belum bisa menyumbangkan poin untuk Indonesia hari ini,” ucap Jonatan melalui rilis resmi PBSI.

Kekalahan itu membuat Thailand lebih dulu unggul dan langsung menekan langkah Indonesia. Situasi berlanjut ketika Panitchaphon Teeraratsakul menundukkan Alwi Farhan di partai tunggal kedua. Dengan demikian, Indonesia tertinggal 0-2 dan berada di posisi yang sangat sulit.

Ganda putra menjaga asa tetap hidup

Di saat tekanan mulai besar, Indonesia menemukan titik balik dari sektor ganda putra. Sabar Karyaman Gutama dan Moh Reza Pahlevi Isfahani membuka jalan kebangkitan lewat kemenangan atas Chaloempoen Charoenkitamorn dan Worrapol Thongsa-nga.

Hasil itu memotong jarak dan mengubah suasana pertandingan. Dari yang semula tertekan, Indonesia kembali punya ruang untuk mengejar.

Laga berikutnya menjadi lebih dramatis melalui pasangan Fajar Alfian dan Nikolaus Joaquin. Mereka sempat kehilangan gim pertama, tetapi bangkit pada dua gim berikutnya dan memaksa permainan mencapai deuce di gim penentuan.

Fajar dan Joaquin akhirnya menutup pertandingan dengan kemenangan 25-23. Kemenangan itu sangat penting karena membuat Indonesia tetap bertahan di jalur comeback saat margin kesalahan sudah nyaris tidak ada.

Ubed menuntaskan pekerjaan

Partai kelima menjadi kesempatan bagi Moh Zaki Ubaidillah untuk mengambil peran utama. Turun sebagai debutan di Piala Thomas, Ubed tidak terlihat terbebani dan justru tampil rapi saat menghadapi Tanawat Yimjit.

Permainan Ubed berjalan efektif sejak awal. Ia menuntaskan partai penentu dengan kemenangan dua gim langsung dan memastikan Indonesia berbalik menang 3-2.

Hasil itu memberi nilai tambah tersendiri karena lahir di momen ketika laga sempat hampir lepas dari genggaman. Ubed menunjukkan ketenangan yang dibutuhkan dalam pertandingan beregu, terutama saat tanggung jawab berada di partai terakhir.

Kemenangan atas Thailand juga memperlihatkan seberapa besar daya tahan Indonesia ketika menghadapi pertarungan yang berjalan rapat. Tim Merah Putih sempat terpukul, tetapi mampu pulih lewat sektor ganda putra sebelum Ubed mengunci hasil di partai pamungkas.

Hasil lengkap Indonesia vs Thailand

  1. MS1: Jonatan Christie vs Kunlavut Vitidsarn 16-21, 22-20, 20-22
  2. MD1: Sabar Karyaman Gutama/Moh Reza Pahlevi Isfahani vs Chaloempoen Charoenkitamorn/Worrapol Thongsa-nga 21-17, 21-18
  3. MS2: Alwi Farhan vs Panitchaphon Teeraratsakul 21-14, 17-21, 16-21
  4. MD2: Fajar Alfian/Nikolaus Joaquin vs Peeratchai Sukphun/Pakkapon Teeraratsakul 19-21, 21-17, 25-23
  5. MS3: Moh Zaki Ubaidillah vs Tanawat Yimjit 21-11, 21-12

Indonesia pun menutup laga dengan kemenangan yang lahir dari respons cepat, ketenangan di momen besar, dan kontribusi penting dari sektor ganda putra serta Ubed di partai penentu.

Source: www.viva.co.id

Baca Juga

Back to top button