Jejak Monica Witt Kembali Diburu FBI, Hadiah Rp3,5 Miliar Disiapkan untuk Penangkapannya

Hadiah US$200.000 kini dipasang FBI untuk menelusuri Monica Witt, mantan spesialis intelijen Angkatan Udara Amerika Serikat yang didakwa membelot ke Iran. Nilainya setara sekitar Rp3,52 miliar dan menjadi sinyal bahwa kasus ini masih dianggap penting oleh otoritas federal AS.

Langkah tersebut juga menunjukkan bahwa keberadaan Witt belum benar-benar terungkap. FBI masih mencari informasi yang bisa mengarah pada penangkapannya, sementara lembaga itu menyebut ada sejumlah pertanyaan besar yang belum terjawab soal dirinya sejak diduga berada di Iran.

Jejak di lingkungan kontraintelijen

Witt bukan personel biasa di lingkungan militer Amerika Serikat. Ia pernah bertugas sebagai perwira kontraintelijen di Kantor Investigasi Khusus Angkatan Udara AS dan menjalankan tugas kontraintelijen antara 2003 hingga 2008.

FBI juga menyebut Witt sempat bekerja di kawasan Timur Tengah. Riwayat itu membuat kasusnya sensitif karena menyangkut akses pada informasi yang berkaitan dengan keamanan nasional.

Saat dakwaan diumumkan, Asisten Jaksa Agung saat itu, John Demers, menyebut Witt telah direkrut oleh Iran. Tuduhan itu menempatkan namanya dalam perkara yang tidak hanya soal pembelotan, tetapi juga dugaan kebocoran informasi rahasia.

Dugaan kebocoran informasi rahasia

Pemerintah AS menuduh Witt membocorkan keberadaan program pengumpulan intelijen yang sangat rahasia. Ia juga dituduh mengungkap identitas seorang perwira intelijen AS yang disebut dalam dakwaan.

FBI menilai informasi yang dibocorkan itu berpotensi membahayakan nyawa perwira intelijen yang identitasnya ikut terseret. Karena itu, perkara ini dipandang sebagai persoalan kontraintelijen yang langsung berkaitan dengan keselamatan personel.

Menurut dakwaan, sejak sekitar Januari 2012 hingga Mei 2015 Witt diduga berkonspirasi dengan warga Iran di Iran dan sejumlah lokasi di luar Amerika Serikat. Ia dituduh menyerahkan dokumen dan informasi pertahanan nasional AS dengan tujuan merugikan negaranya sendiri dan menguntungkan Iran.

Sebagai imbalan, pemerintah Iran disebut memberikan fasilitas kepada Witt. Fasilitas itu mencakup tempat tinggal dan peralatan komputer, yang memperkuat dugaan adanya kerja sama yang terstruktur.

Perburuan yang terus dibuka

Daniel Wierzbicki, agen khusus yang memimpin Divisi Kontraintelijen dan Siber Kantor Lapangan FBI Washington, menegaskan lembaganya tidak melupakan kasus ini. Ia juga mengatakan FBI masih berharap publik memberikan petunjuk baru yang bisa membantu pencarian.

FBI menyebut Witt diyakini telah berada di Iran sejak 2013. Namun, keberadaan pastinya tetap belum jelas dan otoritas Amerika Serikat masih mencari petunjuk yang bisa membawa kasus ini ke penangkapan.

Hingga kini, belum diketahui pula apakah Witt memiliki penasihat hukum di Amerika Serikat yang mewakilinya. Ketidakjelasan itu membuat posisinya tetap menjadi tanda tanya besar dalam penyelidikan yang masih berlangsung.

Dakwaan juga menyeret warga Iran

Perkara ini tidak berhenti pada Witt. Dakwaan yang sama juga menjerat empat warga Iran yang dituduh terlibat dalam konspirasi, upaya penyusupan sistem komputer, dan pencurian identitas yang diperberat.

Keterlibatan mereka memperlihatkan bahwa kasus ini memiliki lapisan yang lebih luas daripada dugaan pembelotan satu orang. FBI kini kembali membuka peluang bagi publik untuk memberi informasi sekecil apa pun yang bisa membantu melacak keberadaan Witt dan membawanya ke pengadilan.

Source: www.viva.co.id

Baca Juga

Back to top button