Kadin Soroti Ancaman AI Bagi Pekerja, Perluasan Lapangan Kerja Jadi Penahan Utama

Peringatan May Day dimanfaatkan Kadin Indonesia untuk menggarisbawahi satu kebutuhan yang dinilai paling mendesak: pembukaan lapangan kerja baru. Di tengah perubahan dunia usaha yang dipercepat ekonomi digital dan kecerdasan buatan, organisasi ini menilai perluasan kesempatan kerja menjadi penopang utama daya tahan pekerja dan ekonomi nasional.

Ketua Umum Kadin Indonesia Anindya Novyan Bakrie menekankan bahwa dunia usaha dan pekerja harus bergerak beriringan. Menurut dia, pelaku usaha perlu terus memperluas peluang agar lebih banyak tenaga kerja terserap, terutama saat kebutuhan pasar kerja terus berkembang.

Bagi Kadin, persoalan ketenagakerjaan tidak bisa dipisahkan dari daya beli masyarakat. Semakin banyak orang bekerja, semakin besar pula ruang bagi penguatan konsumsi, stabilitas sosial, dan keberlanjutan usaha.

Anindya menilai hubungan itu saling menguatkan. Perusahaan yang tumbuh memberi jalan bagi peningkatan kesejahteraan pekerja, sementara pekerja yang produktif ikut mendorong perusahaan menjadi lebih kuat.

Kolaborasi di tengah perubahan industri

Kadin juga melihat May Day sebagai momentum untuk memperkuat hubungan industrial yang lebih harmonis dan produktif. Hubungan antara pekerja dan pemberi kerja, menurut organisasi ini, perlu dibangun di atas kolaborasi, bukan sekadar formalitas di tempat kerja.

Dari sana, Kadin mendorong peningkatan produktivitas, pengembangan keterampilan, dan adopsi teknologi. Tiga hal itu dinilai penting agar pekerja tetap relevan ketika kebutuhan industri berubah cepat.

Tekanan untuk beradaptasi semakin besar karena perkembangan ekonomi digital dan artificial intelligence atau AI. Dalam pandangan Kadin, pekerja perlu terus menyesuaikan kemampuan agar tidak tertinggal dari pergeseran kebutuhan dunia usaha.

Pekerja dipandang sebagai mitra strategis

Anindya juga menegaskan bahwa pekerja tidak lagi tepat diposisikan hanya sebagai faktor produksi. Kadin memandang sumber daya manusia sebagai penentu kemampuan perusahaan menciptakan nilai dan mendorong pertumbuhan ekonomi.

Karena itu, peningkatan kualitas SDM ditempatkan sebagai kebutuhan utama. Kadin menilai perusahaan tidak akan mencapai kemajuan tanpa dukungan tenaga kerja yang unggul, produktif, dan adaptif terhadap perubahan.

Pesan itu mengemuka dalam perayaan May Day yang juga dihadiri Presiden Prabowo Subianto. Sekitar 200.000 pekerja ikut hadir dalam peringatan tersebut, yang bagi Kadin menjadi ruang untuk menegaskan pentingnya agenda ketenagakerjaan.

Dukungan pada langkah pemerintah

Kadin menyatakan dukungan terhadap sejumlah kebijakan yang disampaikan Presiden Prabowo dalam pidato May Day. Peningkatan upah minimum, perlindungan sosial, penciptaan lapangan kerja, dan penguatan pelatihan vokasi dinilai saling melengkapi untuk memperbaiki kesejahteraan pekerja.

Organisasi dunia usaha itu juga menilai bantuan subsidi upah, insentif pajak, pembangunan rumah bagi pekerja, dan perluasan jaminan sosial ketenagakerjaan sebagai langkah konkret yang patut didukung bersama. Menurut Kadin, kebijakan-kebijakan tersebut bisa memperkuat perlindungan pekerja tanpa melemahkan iklim usaha.

Di tengah tantangan global, Kadin berharap peringatan May Day tetap berlangsung damai dan konstruktif. Iklim usaha yang kondusif dianggap penting agar investasi terus tumbuh dan lebih banyak lapangan kerja terbuka bagi tenaga kerja Indonesia.

Source: mediaindonesia.com

Baca Juga

Back to top button