Pergerakan Bitcoin, Ethereum, dan XRP kembali berada di area yang rawan lonjakan harga karena pasar menghadapi dua tekanan besar sekaligus. Di satu sisi, pelaku pasar menunggu sikap The Fed terhadap suku bunga, sementara di sisi lain kebuntuan pembicaraan damai AS-Iran ikut menjaga sentimen tetap penuh kewaspadaan.
Kondisi itu membuat pasar kripto sulit bergerak dengan tenang. Harga minyak yang dilaporkan menembus di atas $99 per barel menambah kekhawatiran inflasi, sehingga keputusan Jerome Powell mendapat perhatian lebih besar dari biasanya bagi aset berisiko, termasuk kripto.
Geopolitik menahan selera risiko
Ketegangan di Timur Tengah menjadi faktor yang ikut membebani suasana pasar. Dalam laporan yang menjadi acuan, Presiden Donald Trump disebut tidak puas dengan proposal damai terbaru dari Iran yang mencakup pembukaan kembali Selat Hormuz sambil menunda kesepakatan nuklir.
Situasi itu memunculkan risiko bahwa gangguan di jalur energi strategis bisa berlangsung lebih lama. Laporan yang sama juga menyebut Gedung Putih menyiapkan langkah “extended blockade” terhadap Iran untuk menekan ekonomi dan ekspor minyak negara tersebut.
Jika Selat Hormuz tetap terganggu, biaya energi berpotensi bertahan tinggi. Dalam kondisi seperti ini, pasar global cenderung defensif dan kripto biasanya menjadi salah satu aset yang paling cepat merespons perubahan sentimen.
Bitcoin bergerak naik, tetapi volume melemah
Di tengah tekanan itu, Bitcoin masih mencatat kenaikan 2% dalam 24 jam dan diperdagangkan di $77.245. Rentang pergerakannya berada antara $75.673 hingga $77.439, tetapi volume perdagangan justru turun hampir 5%.
Kombinasi harga yang menguat dan volume yang menyusut memperlihatkan banyak investor memilih menunggu. Pasar tampak belum berani mengambil posisi besar sebelum ada kepastian dari rapat FOMC dan perkembangan pembicaraan AS-Iran.
Ethereum berusaha mempertahankan area penting
Ethereum juga ikut menguat 2% ke $2.328. Sepanjang perdagangan intraday, ETH bergerak di kisaran $2.259 hingga $2.340, menandakan minat beli masih bertahan meski tekanan eksternal belum mereda.
Analis Ali Martinez menyoroti bahwa ETH sedang mencoba merebut kembali realized price di $2.335 sebagai support. Jika penutupan bulanan mampu bertahan di atas area tersebut, peluang kenaikan lanjutan dinilai masih terbuka.
XRP terdorong isu pasokan dan minat derivatif
XRP turut bergerak naik lebih dari 1% ke $1.39 dan sempat menyentuh titik terendah 24 jam di $1.37. Penguatan ini muncul di tengah isu supply shock di Binance yang ikut memberi warna pada pergerakan harga.
Selain faktor itu, minat beli di pasar derivatif juga disebut membantu menopang momentum XRP. Namun, laju penguatannya tetap sangat bergantung pada apakah sentimen pasar kripto secara umum mampu bertahan setelah keputusan The Fed diumumkan.
Powell jadi penentu arah berikutnya
FOMC dijadwalkan menutup pertemuannya dan pasar menilai peluang The Fed mempertahankan suku bunga masih sangat tinggi. CME FedWatch Tool menunjukkan ekspektasi bahwa pemangkasan suku bunga belum akan terjadi dalam waktu dekat, termasuk untuk tahun ini.
Karena itu, konferensi pers Jerome Powell menjadi titik perhatian utama. Jika nada pernyataannya terdengar hawkish atau memberi sinyal pelonggaran akan tertunda, dolar AS berpotensi menguat dan menekan Bitcoin, Ethereum, serta XRP.
Sebaliknya, jika Powell memberi sinyal yang lebih dovish, pasar kripto bisa mendapat ruang untuk melanjutkan reli. Tekanan yang dirasakan pasar juga tercermin dari Crypto Fear & Greed Index yang turun dari 33 ke 26, menandakan kombinasi risiko geopolitik, inflasi energi, dan ketidakpastian kebijakan moneter masih membayangi aset digital.





