Kudus Perlihatkan Fondasi Ekonomi yang Kuat, Jekuti-Banglor Disiapkan Jadi Penggerak Baru Jateng

Dorongan menjadikan Jekuti dan Banglor sebagai mesin baru investasi Jawa Tengah tidak lagi berhenti pada gagasan. Di Kudus, arah itu mulai dibicarakan sebagai kerja lintas daerah yang menuntut infrastruktur siap, perizinan mudah, dan rasa aman bagi pelaku usaha.

Pembahasan tersebut muncul dalam Rembug Pembangunan Jawa Tengah Tahun 2026 di Pendapa Kabupaten Kudus. Forum yang dipimpin Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi itu mempertemukan kepala daerah dari Jepara, Kudus, Pati, Rembang, dan Blora untuk menyusun arah pembangunan yang lebih terhubung antardaerah.

Kudus jadi contoh kekuatan ekonomi daerah

Di antara daerah yang hadir, Kudus menonjol karena fondasi ekonominya masih kuat. Sektor industri masih menopang 76 persen perekonomian daerah, sementara Produk Domestik Regional Bruto per kapita mencapai Rp148,38 juta per tahun.

Angka itu membuat Kudus berada di jajaran daerah dengan pendapatan per kapita tertinggi di Jawa Tengah. Posisi tersebut sekaligus menunjukkan mengapa kawasan ini dipandang penting dalam model pertumbuhan baru yang mengandalkan sinergi wilayah.

Bupati Kudus Sam’ani Intakoris mengatakan daerahnya tetap mendorong investasi di luar sektor rokok. Ia juga menyampaikan bahwa Pemkab Kudus menyelaraskan program daerah dengan pengembangan pariwisata berkelanjutan dan ekonomi syariah agar pertumbuhan bisa lebih merata.

Investasi diminta bertumpu pada keamanan dan tata ruang

Dalam forum itu, Ahmad Luthfi meminta terobosan nyata untuk menarik investor ke Jawa Tengah. Ia menekankan dua hal yang tidak bisa dipisahkan dari agenda investasi, yakni kemudahan perizinan dan jaminan keamanan.

Luthfi juga mengingatkan bahwa ekspansi industri tidak boleh melanggar tata ruang. Ia menyoroti perlunya menjaga Lahan Sawah Dilindungi serta memperkuat jaminan keamanan bersama TNI dan Polri agar pertumbuhan investasi tidak mengorbankan ketertiban ruang.

Sam’ani menambahkan bahwa pemerintah daerah terus memperbaiki infrastruktur, memasang penerangan jalan umum, dan memperkuat mitigasi bencana bersama Forkopimda. Upaya itu dinilai penting untuk menjaga aktivitas ekonomi tetap berjalan sekaligus memberi rasa nyaman bagi dunia usaha.

Pati Raya dan kawasan penguat pertumbuhan

Asisten Ekonomi dan Pembangunan Setda Jateng Urip Sihabudin menilai kawasan Pati Raya memegang peran penting dalam penguatan ekonomi provinsi. Menurut dia, sinergi antardaerah dibutuhkan untuk mendukung target pertumbuhan ekonomi nasional tahun 2027 yang dipatok 5,6 hingga 7,4 persen.

Pandangan itu sejalan dengan perhatian pemerintah provinsi terhadap Jekuti dan Banglor sebagai ruang kolaborasi pembangunan. Di forum tersebut, kekuatan ekonomi dipahami bukan dari persaingan antarwilayah, melainkan dari keterhubungan kawasan yang saling melengkapi.

Wakil Ketua DPRD Jateng Sarif Abdillah juga mengingatkan agar pembangunan tetap fokus pada pengurangan pengangguran dan stabilitas harga pokok. Arah pembahasan ini menunjukkan bahwa penguatan ekonomi daerah tidak dilepaskan dari kebutuhan dasar masyarakat.

Prioritas yang dibawa para kepala daerah

Dalam diskusi, para kepala daerah mengusulkan sejumlah prioritas anggaran yang dianggap mendukung pertumbuhan kawasan. Di antaranya perbaikan jalan wisata, normalisasi sungai penahan banjir, serta sertifikasi halal bagi UMKM agar usaha kecil bisa naik kelas.

Usulan-usulan itu memperlihatkan bahwa pengembangan kawasan tidak hanya bicara investasi besar. Pemerintah daerah juga melihat perlunya dukungan pada jalur wisata, pengendalian banjir, dan penguatan UMKM agar manfaat pertumbuhan bisa lebih luas dirasakan.

Pemerintah provinsi menyebut arah pembangunan Jawa Tengah akan bergerak ke pariwisata berkelanjutan dan ekonomi syariah pada 2027. Dalam konteks itu, Jekuti dan Banglor diposisikan bukan sekadar forum koordinasi, melainkan pintu untuk mengunci arah investasi dan menata daya saing wilayah.

Kudus menjadi contoh bagaimana basis industri yang kuat dapat disambungkan dengan agenda pembangunan baru. Ketika infrastruktur, keamanan, tata ruang, UMKM, dan pariwisata bergerak searah, kawasan ini diproyeksikan menjadi mesin ekonomi yang lebih tahan menghadapi perubahan.

Source: jatengpos.co.id
Exit mobile version