Ancaman PSBS Biak datang ke Stadion Gelora Bung Tomo bukan sekadar sebagai tim papan bawah yang sedang tertekan. Bagi Persebaya Surabaya, laga ini justru bisa menjadi penentu arah perebutan posisi empat besar di penghujung musim.
Situasi klasemen membuat setiap poin terasa sangat mahal. Persebaya menempati peringkat kelima dengan 48 poin dan hanya terpaut satu angka dari Malut United yang ada di posisi keempat, sehingga hasil pertandingan pekan ke-31 Super League 2025/2026 bisa langsung mengubah persaingan di papan atas.
Tekanan besar di kandang sendiri
Bermain di GBT memberi Persebaya peluang besar untuk menjaga ambisi finis empat besar. Satu poin saja sudah cukup untuk membuat mereka tetap menempel ketat Malut United, tetapi kemenangan jelas jauh lebih aman bagi Bajul Ijo.
Kondisi itu membuat laga melawan PSBS memiliki bobot lebih dari sekadar pertandingan kandang biasa. Persebaya juga masih memiliki satu laga kandang terakhir melawan Persik Kediri, sehingga hasil di Surabaya menjadi langkah penting sebelum fase akhir kompetisi benar-benar menutup ruang kesalahan.
Modal percaya diri sebelum turun ke lapangan
Skuad asuhan Bernardo Tavares datang dengan bekal dua kemenangan beruntun. Modal itu memberi dorongan tambahan bagi Persebaya untuk menjaga momentum saat persaingan makin ketat.
Dalam situasi seperti ini, kehilangan angka akan terasa sangat berisiko. Karena itu, kemenangan atas PSBS bukan hanya soal tiga poin, tetapi juga soal menjaga peluang agar tetap hidup sampai akhir musim.
PSBS Biak tetap punya bahaya
Di atas kertas, PSBS Biak memang sedang berada dalam posisi sulit. Tim berjuluk Badai Pasifik itu belum menang sejak 25 Januari 2026 dan kini menghuni dasar klasemen dengan 18 poin, menurut antaranews.com.
Namun, posisi tersebut tidak otomatis membuat mereka mudah dihadapi. Tim yang datang tanpa beban kerap tampil lebih lepas dan bisa berbahaya jika mendapat ruang untuk bangkit, terlebih setelah hasil buruk yang mereka alami sebelumnya.
Peringatan dari ruang ganti Persebaya
Gelandang muda Persebaya, Toni Firmansyah, mengingatkan agar timnya tidak terpancing oleh posisi lawan di klasemen. Menurut pemain berusia 21 tahun itu, kekalahan PSBS dari Malut United pada pekan lalu bisa memicu keinginan mereka untuk segera bangkit di Surabaya.
“Mereka habis kalah lawan Malut United, pasti ada ambisi untuk bangkit di sini,” ujar Toni Firmansyah dikutip dari laman resmi Persebaya melalui kompas.tv. Ia menegaskan, Persebaya harus menjaga konsentrasi sejak awal agar tidak memberi kesempatan lawan berkembang.
Toni juga menilai pertandingan seperti ini menuntut kerja keras penuh selama 90 menit. Ia meminta rekan-rekannya mengantisipasi kebangkitan PSBS sampai peluit akhir.
“Kami harus fokus, tidak boleh terlena,” ucap Toni Firmansyah. “Selama 90 menit harus kerja keras dan mengantisipasi kebangkitan mereka,” katanya.
Rekor pertemuan memberi sedikit pegangan
Persebaya punya catatan yang cukup baik saat bertemu PSBS Biak. Dalam tiga pertemuan terakhir, Persebaya meraih dua kemenangan dan satu hasil imbang.
Pertemuan terbaru kedua tim terjadi pada putaran pertama dan berakhir 0-0 di Bantul, berdasarkan catatan antaranews.com. Hasil itu menunjukkan PSBS tetap mampu memberi perlawanan, meski Persebaya masih unggul dalam rekor keseluruhan.
Kombinasi klasemen yang rapat, modal dua kemenangan beruntun, dan catatan pertemuan yang lebih baik membuat Persebaya berada dalam posisi yang menjanjikan. Meski begitu, PSBS tetap datang dengan kebutuhan besar untuk memutus tren buruk, sehingga duel di GBT berpotensi berjalan ketat sejak menit awal.





