Thailand Open 2026 menjadi panggung penting bagi Indonesia untuk mengukur kedalaman skuad di lima sektor sekaligus. Dari 17 wakil yang dibawa ke Nimibutr Stadium, Bangkok, perhatian terbesar justru tertuju pada kembalinya Leo Rolly Carnando dan Daniel Marthin sebagai pasangan ganda putra.
Duet yang kerap dijuluki “The Babies” itu kembali dipasangkan setelah sempat dipisah pada 2024 untuk rotasi prestasi. Situasi ini membuat langkah mereka di turnamen BWF World Tour Super 500 tersebut langsung menjadi sorotan karena keduanya belum lama kembali berpasangan.
Ujian awal untuk Leo/Daniel datang cepat
Laga pertama tidak memberi ruang bagi Leo/Daniel untuk beradaptasi dengan tenang. Mereka sudah harus berhadapan dengan wakil Taiwan, Lai Po Yu/Tsai Fu Cheng, pada babak pembuka.
Pertemuan itu menjadi tes awal untuk melihat seberapa cepat chemistry mereka kembali terbentuk di lapangan. Bagi Indonesia, hasil pasangan ini ikut penting karena sektor ganda putra masih menjadi salah satu tumpuan terbesar di turnamen ini.
Cerita comeback itu juga semakin menarik karena Daniel Marthin baru pulih dari cedera panjang setelah Piala Sudirman 2025. Kondisi tersebut membuat penampilan perdana mereka kembali sebagai pasangan punya bobot lebih besar dari sekadar laga pembuka.
Ganda putra Indonesia tak hanya bertumpu pada satu pasangan
Selain Leo/Daniel, Indonesia masih menyiapkan beberapa pasangan lain di nomor yang sama. Bagas Maulana yang kini berduet dengan Muhammad Putra Erwiansyah langsung mendapat lawan berat karena harus menantang unggulan pertama asal India, Satwiksairaj Rankireddy/Chirag Shetty.
Indonesia juga menurunkan pasangan Muhammad Rian Ardianto/Rahmat Hidayat di sektor ganda putra. Kehadiran beberapa pasangan sekaligus menunjukkan bahwa Indonesia datang dengan kedalaman skuad yang cukup merata di nomor ini.
Komposisi tersebut membuat persaingan internal sekaligus tantangan eksternal sama-sama besar. Di satu sisi, Indonesia punya lebih banyak opsi; di sisi lain, lawan-lawan yang sudah menunggu di babak awal tergolong berat.
Tunggal putra ikut mendapat jadwal sulit
Sorotan Indonesia di Bangkok tidak berhenti pada ganda putra. Di tunggal putra, Anthony Sinisuka Ginting langsung dihadapkan pada Shi Yu Qi, tunggal putra nomor satu dunia dari China.
Undian itu membuat sektor tunggal putra Indonesia ikut masuk daftar perhatian. Selain Ginting, Indonesia juga menurunkan Mohammad Zaki Ubaidillah dan Prahdiska Bagas Shujiwo.
Satu nama lain, Muhamad Yusuf, harus memulai perjuangan dari babak kualifikasi. Dengan komposisi tersebut, Indonesia menggabungkan pemain senior dan pemain muda untuk mencari hasil maksimal di sektor ini.
Skuad Indonesia tersebar di semua sektor
Di tunggal putri, Indonesia menempatkan Thalita Ramadhani Wiryawan dan Ni Kadek Dhinda Amartya Pratiwi. Keduanya sama-sama memulai dari babak kualifikasi, sehingga peluang untuk melangkah lebih jauh masih terbuka sejak awal turnamen.
Sektor ganda putri diisi oleh Lanny Tria Mayasari/Apriyani Rahayu serta Isyana Syahira Meida/Rinjani Kwinnara Nastine. Dua pasangan ini menambah pilihan Indonesia untuk menjaga keseimbangan kekuatan di seluruh nomor.
Pada ganda campuran, Indonesia bahkan menurunkan enam pasangan sekaligus. Mereka adalah Dejan Ferdinansyah/Bernadine Anindiya Wardana, Bobby Setiabudi/Melati Daeva Oktavianti, Jafar Hidayatullah/Felisha Alberta Nathaniel Pasaribu, Amri Syahnawi/Nita Violina Marwah, Adnan Maulana/Indah Cahya Sari Jamil, serta Verrel Yustin Mulia/Aisyah Salsabila Putri Pranata.
Dengan sebaran wakil di lima sektor, Indonesia membawa peluang besar sekaligus tekanan ke Bangkok. Namun dari seluruh nama yang tampil, kembalinya Leo/Daniel tetap menjadi pusat perhatian karena comeback mereka bisa langsung memengaruhi peta persaingan ganda putra Thailand Open 2026.
Source: www.viva.co.id