LG OLED G6 datang bukan sekadar sebagai penyegaran kecil di lini OLED LG. TV flagship ini mencoba menunjukkan bahwa OLED masih bisa memikat di tengah tekanan panel RGB Mini-LED, dan hasil pengujiannya memperlihatkan pendekatan yang lebih sinematik daripada sekadar mengejar angka kecerahan.
Yang membuatnya menonjol bukan hanya brightness yang lebih tinggi, melainkan cara LG mempertahankan karakter OLED yang khas. Panel Primary RGB Tandem multi-layer seperti pada OLED G5 tetap dipakai, lalu dipadukan dengan Alpha 11 AI Gen 3 Processor yang membawa efisiensi termal lebih baik dan mendorong lonjakan kecerahan yang terasa nyata.
Gambar yang terasa lebih hidup di film
Dalam pemakaian untuk menonton film 4K Blu-ray, G6 tampil dengan kombinasi kontras tinggi, kedalaman gambar, ketajaman, dan kesan realistis yang kuat. Pada adegan hitam-putih Oppenheimer, panel ini memperlihatkan kedalaman yang sulit diabaikan, tanpa blooming atau haloing yang mengganggu.
Saat memutar Bugonia, LG juga dinilai tidak berlebihan dalam memproses gambar. Grain film tetap terjaga, gerakan terlihat halus, dan tidak muncul banding yang mencolok di adegan gelap maupun close-up dengan cahaya api.
Karakter itu membuat G6 terasa lebih natural dan lebih tajam dibanding Samsung S95F dan satu model Sony dalam perbandingan langsung. Ada catatan awal soal colour cast off-axis ketika saturasi dan brightness didorong tinggi, tetapi LG kemudian menurunkannya lewat perubahan perangkat lunak sehingga masalah itu jauh lebih terkendali.
Lonjakan brightness yang benar-benar terasa
Secara teknis, G6 memang melompat jauh dari OLED LG sebelumnya. Puncak kecerahannya berada di sekitar 2.500 nit, sementara full-screen brightness ada di kisaran 450 nit, atau setidaknya 20 persen lebih tinggi dari G5.
Chip baru di dalamnya juga membawa kanal warna 12-bit, yang membantu volume warna meningkat dan gradasi terlihat lebih halus. Namun, angka-angka itu hanya menjelaskan sebagian kemampuan layar ini, karena kekuatan utama G6 justru muncul saat dipakai menampilkan konten film dengan nuansa yang lebih terasa dan tidak kering.
Masih sangat serius untuk gaming
LG juga tidak menjadikan G6 hanya sebagai TV film. Empat port HDMI 2.1 tersedia, dengan dukungan hingga 165Hz di semua port, sehingga posisinya tetap sangat kuat untuk gaming.
Untuk konten non-Dolby Vision, dukungan 165Hz berjalan lewat VRR. Sementara itu, pada 4K Dolby Vision, G6 masih mampu mencapai 144Hz dari setiap port HDMI 2.1 yang tersedia.
Desain tetap ramping, antarpasang tetap sederhana
Dari luar, G6 tidak banyak berubah dibanding G5. Bodinya tetap tipis, tampil bersih, dan memakai stand tengah yang kokoh tanpa terlihat berlebihan.
Pemasangannya juga sederhana karena stand tengah dipasang dengan empat sekrup dan bisa ditempatkan pada posisi rendah atau tinggi. Posisi tinggi lebih cocok bagi pengguna yang ingin meletakkan soundbar besar di bawah layar, meski stand ini tidak bisa diputar sehingga akses ke empat slot HDMI di belakang perlu dipikirkan sejak awal.
LG turut menambahkan lapisan anti-reflection baru. Hasilnya tidak sekeras pendekatan Samsung S99H/S95H, karena permukaannya masih glossy-like, tetapi pantulan dapat diredam agar tidak terlihat seperti cermin.
WebOS dan audio tetap membawa ciri khas LG
Di sisi perangkat lunak, webOS masih menampilkan area atas yang terlalu banyak dipakai untuk iklan. Di Inggris, platform ini tidak lagi bergantung pada Freeview Play atau Freesat HD, tetapi tetap menyediakan aplikasi catch-up utama seperti iPlayer.
LG 1 channels juga hadir dengan akses live berbasis web langsung dari home screen. Untuk navigasi, remote model tongkat masih mengandalkan pointer di layar, meski sistem itu bisa terasa agak rewel, apalagi karena tombol Sources khusus tidak disediakan.
Bagian audio juga menunjukkan peningkatan dibanding G5. Suaranya memang bukan yang paling besar atau paling dalam, tetapi dialog terdengar jelas dan soundtrack mengalir dengan baik, termasuk saat memutar Frankenstein.
Pilihan ukuran dan harga yang disiapkan LG
LG OLED G6 tersedia dalam ukuran 55, 65, 77, dan 83 inci. Di Inggris, ada juga model 48 inci seharga £1,699, sementara panel 97 inci akan hadir belakangan sebagai special order tanpa panel multi-layer.
Harga lain yang tercatat adalah 55 inci seharga £2,299 atau $2,499, 65 inci £2,999 atau $3,399, 77 inci £3,999 atau $4,499, dan 83 inci £5,799 atau $6,499. Di Australia, harganya tercatat AU$3,999 untuk 55 inci, AU$4,999 untuk 65 inci, AU$7,499 untuk 77 inci, dan AU$9,999 untuk 83 inci.
Meski tetap mahal, G6 di beberapa wilayah justru sedikit lebih murah daripada G5 pada basis year-on-year. Dengan gambar yang sinematik, brightness yang jauh lebih tinggi, dan dukungan gaming yang kuat, TV ini menjadi salah satu model paling menarik yang diuji tahun ini.





