Malut United pulang dari Stadion Maguwoharjo dengan kemenangan yang sangat telak setelah menaklukkan PSBS Biak 7-0 dalam lanjutan Indonesia Super League yang digelar di Sleman, Yogyakarta. Hasil itu bukan hanya memberi tiga poin, tetapi juga langsung mengangkat Laskar Kie Raha ke empat besar klasemen sementara dengan koleksi 49 poin.
PSBS Biak justru makin terpuruk karena kekalahan berat itu membuat mereka tetap berada di dasar klasemen dengan 18 poin. Laga ini memperlihatkan perbedaan tajam dalam efektivitas kedua tim, terutama saat Malut United mulai menemukan celah di babak kedua.
Babak pertama berlangsung hati-hati
Pertandingan tidak langsung mengalir mulus lantaran hujan deras sempat membuat laga tertunda di kawasan Maguwoharjo. Begitu duel dimulai, Malut United langsung menekan dan berusaha menguasai jalannya pertandingan sejak awal.
PSBS Biak memilih bertahan rapat di wilayah sendiri untuk meredam serangan lawan. Beberapa kali Malut United mencoba memecah kebuntuan, tetapi pertahanan PSBS masih cukup disiplin menahan tekanan.
Meski dominan, Malut United sempat mendapat pukulan kecil ketika gol mereka dianulir karena offside. Skor tanpa gol pun bertahan hingga turun minum setelah PSBS mampu menjaga garis pertahanan dengan cukup baik.
Ledakan gol terjadi setelah jeda
Situasi berubah total pada menit ke-51 saat David da Silva memanfaatkan bola muntah hasil tepisan kiper PSBS Biak. Gol tersebut membuat Malut United memimpin 1-0 dan membuka jalan bagi rangkaian serangan berikutnya.
Enam menit setelah itu, Septian David Maulana menambah keunggulan lewat bola liar hasil sepak pojok. Dua gol cepat itu membuat organisasi permainan PSBS mulai goyah dan sulit kembali membangun pertahanan yang solid.
Malut United terus menjaga tekanan dan tidak memberi ruang bagi lawan untuk keluar dari tekanan. Yakob Sayuri lalu memperbesar keunggulan pada menit ke-61, disusul gol Tyronne pada menit ke-69 yang semakin menjauhkan PSBS dari harapan mengejar ketertinggalan.
Efektivitas lini depan jadi pembeda
Setelah keunggulan melebar, Malut United tetap tampil efisien di area kotak penalti. David da Silva kembali mencatatkan nama di papan skor pada menit ke-79 untuk membukukan gol keduanya pada pertandingan ini.
Pesta gol belum berhenti sampai di situ karena Frets Butuan ikut menyumbang gol pada menit ke-90. Dalam rangkaian serangan penutup, Septian David Maulana kembali terlibat sebelum laga berakhir dengan skor mencolok 7-0 untuk Malut United.
Skor besar itu menunjukkan betapa tajamnya penyelesaian akhir Malut United setelah kebuntuan pecah. Setiap ruang kecil yang ditinggalkan PSBS langsung dihukum dengan serangan yang berujung gol.
Dampak besar untuk klasemen
Kemenangan ini memberi dorongan penting bagi Malut United dalam persaingan papan atas. Tambahan tiga poin membawa mereka naik ke posisi empat besar klasemen sementara dengan 49 poin, sebuah capaian yang menegaskan konsistensi tim dalam menjaga posisi kompetitif.
Bagi PSBS Biak, hasil tersebut menjadi pukulan berat di kandang sendiri. Kekalahan telak itu membuat mereka tetap tertahan di dasar klasemen dengan 18 poin, sementara Malut United pulang dengan modal besar setelah memperlihatkan kontrol permainan, ketenangan, dan ketajaman yang jauh lebih baik sepanjang babak kedua.
Source: mediaindonesia.com




