Wembley akan kembali menjadi pusat perhatian saat Manchester City dan Chelsea tampil di final FA Cup di Stadion Wembley pada 16 Mei 2026. Pertemuan ini tidak hanya mempertemukan dua klub besar Liga Inggris, tetapi juga membuka peluang bagi satu di antaranya untuk mengubah posisi dalam peta sejarah turnamen tertua di dunia itu.
Laga ini membawa bobot yang lebih besar dari sekadar perebutan trofi. Manchester City mengejar tambahan gelar untuk mendekat ke jajaran elite peraih Piala FA, sedangkan Chelsea datang dengan modal koleksi yang sudah menempatkan mereka di kelompok teratas kompetisi tersebut.
Panggung Wembley dan beban sejarah
Final di Wembley hampir selalu punya makna khusus bagi klub Inggris, dan kali ini sorotan itu terasa lebih kuat karena dua peserta final sama-sama memiliki rekam jejak besar. City dan Chelsea bukan klub yang asing dengan tekanan pertandingan besar, sehingga final ini diperkirakan berjalan dengan tensi tinggi sejak awal.
Bagi Manchester City, kesempatan ini bisa menjadi langkah penting untuk mempertegas posisi mereka dalam sejarah Piala FA. Tim asuhan Pep Guardiola saat ini sudah mengoleksi 7 trofi Piala FA, jumlah yang membuat mereka sejajar dengan Aston Villa.
Chelsea berada pada posisi yang lebih unggul dalam daftar itu. The Blues sudah mengumpulkan 8 gelar Piala FA, sama seperti Liverpool dan Tottenham Hotspur, sehingga kemenangan di Wembley akan membawa mereka ke angka 9 trofi.
Jalan menuju final tidak mudah
Kedua finalis tiba di partai puncak setelah melewati lawan yang tidak ringan. Chelsea berhasil menyingkirkan Leeds United di semifinal, sementara Manchester City juga mengamankan tiket ke final lewat jalur semifinal lainnya.
Hasil tersebut menunjukkan bahwa kedua tim datang ke Wembley bukan hanya sebagai nama besar, tetapi juga sebagai tim yang mampu menjaga konsistensi di fase krusial turnamen. Situasi ini membuat final semakin menarik karena masing-masing membawa modal kepercayaan diri yang lahir dari jalur yang berat, bukan dari perjalanan yang mulus.
City tentu melihat laga ini sebagai momen untuk menambah koleksi gelar dan memperkuat dominasi mereka dalam beberapa musim terakhir. Di saat yang sama, Chelsea punya alasan kuat untuk mempertahankan reputasi mereka sebagai salah satu tim paling identik dengan capaian besar di FA Cup.
Peta gelar masih dikuasai klub-klub besar
Daftar juara FA Cup menunjukkan bahwa tradisi sukses masih berada di tangan tim-tim raksasa Inggris. Arsenal tetap menjadi klub tersukses sepanjang masa dengan 14 gelar, sementara Manchester United berada di bawahnya dengan 13 trofi setelah menambah koleksi pada edisi 2024.
Di belakang dua klub tersebut, Chelsea, Liverpool, dan Tottenham Hotspur sama-sama mengantongi 8 gelar. Manchester City dan Aston Villa menyusul dengan 7 trofi, sehingga final di Wembley berpotensi mengubah urutan di bagian tengah daftar itu.
Berikut daftar peraih gelar Piala FA terbanyak berdasarkan data referensi:
- Arsenal – 14 gelar
- Manchester United – 13 gelar
- Chelsea – 8 gelar
- Liverpool – 8 gelar
- Tottenham Hotspur – 8 gelar
- Manchester City – 7 gelar
- Aston Villa – 7 gelar
Target berbeda, tekanan setara
Manchester City memandang final ini sebagai peluang untuk menyamai Chelsea dalam jumlah gelar Piala FA. Satu trofi tambahan akan membawa mereka ke angka 8 dan memperkuat posisi di kelompok klub dengan koleksi paling prestisius dalam sejarah turnamen.
Chelsea menghadapi dorongan yang tidak kalah besar, meski dari sudut pandang berbeda. Kemenangan akan menegaskan bahwa mereka masih layak dipandang sebagai salah satu kekuatan utama FA Cup, terutama di ajang yang sangat menilai konsistensi dan mental juara.
Karena itu, final di Wembley bukan hanya soal tim mana yang mengangkat trofi. Hasil akhir juga akan menentukan siapa yang lebih berhak memperbaiki tempat mereka dalam sejarah panjang Piala FA.





