Markarian 501 tengah menjadi sorotan karena para astronom menemukan tanda adanya dua black hole supermasif yang bergerak saling mendekat. Jika dugaan ini benar, keduanya bisa bertabrakan dalam waktu kurang dari 100 tahun dan menghasilkan gelombang gravitasi yang berpotensi tertangkap dari Bumi.
Temuan itu datang dari pengamatan radio jangka panjang, bukan dari satu pengamatan singkat. Dari data yang terkumpul selama puluhan tahun, para peneliti melihat pola yang mengarah pada sistem pasangan lubang hitam raksasa yang terus berubah orbit dan jaraknya kian menyusut.
Dua jet energi dari satu pusat galaksi
Markarian 501 dikenal sebagai blazar, yaitu inti galaksi aktif yang biasanya digerakkan oleh satu black hole supermasif. Namun, analisis terbaru justru menunjukkan adanya dua jet energi berbeda yang keluar dari pusat objek tersebut.
Bagi tim peneliti, keberadaan dua jet ini menjadi petunjuk penting. Mereka menilai masing-masing jet kemungkinan berasal dari dua black hole supermasif yang berbeda, bukan dari satu sumber tunggal seperti yang lazim ditemukan pada blazar.
Silke Britzen dari Max-Planck Institute for Radio Astronomy menyebut temuan itu sebagai hal yang luar biasa. Ia menilai pada akhirnya sistem tersebut akan menyisakan satu black hole gabungan, setelah melalui proses mendekat yang berlangsung seperti “tarian” dua objek ekstrem.
Orbit yang makin rapat
Data radio juga menunjukkan bahwa kedua black hole itu kini saling mengorbit setiap 121 hari. Dalam ukuran kosmik, jarak keduanya tergolong sangat dekat, yakni sekitar 250 hingga 540 kali jarak Bumi-Matahari.
Para astronom melihat jarak itu terus mengecil dari waktu ke waktu. Kondisi tersebut membuat peluang tabrakan semakin besar jika sistem ini terus bergerak dalam lintasan yang sama.
Perkiraan massa keduanya pun tidak kecil. Masing-masing black hole diperkirakan memiliki massa di kisaran 100 juta hingga 1 miliar kali massa Matahari.
Sinyal yang bisa dicari dari Bumi
Jika tabrakan benar-benar terjadi, dampaknya tidak akan mengancam kehidupan di Bumi. Markarian 501 berada sekitar 500 juta tahun cahaya dari tata surya, sehingga peristiwa itu tidak menimbulkan ancaman langsung bagi planet ini.
Meski begitu, tabrakan dua black hole supermasif seperti ini tetap sangat penting bagi ilmu pengetahuan. Peristiwa tersebut berpotensi memunculkan gelombang gravitasi yang sangat kuat, yakni riak pada ruang-waktu yang muncul dari kejadian paling ekstrem di alam semesta.
Dalam kasus Markarian 501, sinyal yang dihasilkan diperkirakan bisa lebih besar dibandingkan gelombang gravitasi dari tabrakan black hole yang pernah diamati sebelumnya. Jika sinyal itu berhasil ditangkap oleh detektor di Bumi, para ilmuwan akan memperoleh data penting tentang sifat pasangan black hole tersebut.
Nilai ilmiahnya bagi astronom
Pemantauan jangka panjang membuat sistem ini menjadi target yang langka. Pergerakan objek antariksa sebesar ini berjalan sangat lambat jika dilihat dari sudut pandang manusia, sehingga pengamatan yang telaten dibutuhkan untuk membaca perubahan orbitnya.
Gabungan antara orbit yang terukur, jarak yang terus menyempit, dan dua jet energi berbeda memberi astronom laboratorium alam untuk mempelajari fase akhir pasangan black hole supermasif. Temuan ini juga bisa membantu memperdalam pemahaman tentang inti galaksi aktif serta perkembangan objek masif di alam semesta.
Bagi dunia astronomi, Markarian 501 kini masuk daftar sistem yang layak terus dipantau. Jika gelombang gravitasinya benar-benar berhasil terdeteksi, Bumi akan menerima sinyal langsung dari salah satu peristiwa paling ekstrem yang pernah terjadi di alam semesta.
Source: www.cnbcindonesia.com




