Mencuci Telur Justru Berisiko, Kutikula Pelindung Bisa Hilang dan Bakteri Lebih Mudah Masuk

Kebiasaan mencuci telur sebelum diolah masih sering dilakukan karena dianggap bisa menghilangkan kotoran dari permukaan cangkang. Padahal, langkah yang terlihat sepele ini justru dapat membuka jalan bagi bakteri untuk masuk ke dalam telur jika lapisan alaminya ikut terganggu.

Telur sebenarnya memiliki perlindungan tipis bernama kutikula. Lapisan ini membantu menjaga isi telur tetap aman, dan ketika kutikula hilang akibat dicuci, cangkang menjadi lebih mudah ditembus melalui pori-pori kecil yang ada di permukaannya.

Lapisan pelindung telur tidak boleh dianggap sepele

Cangkang telur tampak keras, tetapi permukaannya tidak benar-benar rapat. Di bagian luar, ada pori-pori kecil yang berfungsi untuk pertukaran udara, namun celah ini juga bisa menjadi jalur masuk kontaminan jika perlindungan alami telur berkurang.

Itulah sebabnya mencuci telur tidak selalu membuatnya lebih bersih dalam arti aman. Dalam kondisi tertentu, air justru dapat mendorong bakteri masuk ke pori-pori cangkang, terutama bila lapisan pelindungnya sudah rusak lebih dulu.

Menurut rujukan dari Departemen Pertanian Amerika Serikat atau USDA, pencucian telur dapat menghilangkan kutikula yang berfungsi sebagai pelindung alami. Saat pelindung ini terlepas, risiko kontaminasi pun meningkat karena permukaan telur menjadi lebih rentan.

Air yang dipakai mencuci juga bisa menambah risiko

Masalahnya bukan hanya pada hilangnya kutikula. Aliran air saat mencuci telur juga dapat memengaruhi keamanan telur bila kondisi cangkang memungkinkan bakteri ikut terdorong masuk.

Ahli kesehatan holistik Amy Leigh Mercree juga menyebut bahwa pencucian bisa membuat cangkang telur menjadi lebih keropos. Ia menjelaskan, air dapat membawa bakteri masuk ke dalam telur jika lapisan pelindungnya sudah terganggu.

Karena itu, telur yang sudah berada dalam kondisi siap jual tidak dianjurkan untuk dicuci kembali. USDA menilai penanganan yang salah justru bisa mengurangi fungsi alami pelindung yang seharusnya membantu menjaga keamanan pangan.

Tidak semua telur perlakuannya sama

Meski begitu, ada situasi tertentu ketika pembersihan masih bisa dilakukan. Amy Leigh Mercree menjelaskan bahwa telur segar dari peternakan mungkin membawa kotoran di bagian luar cangkangnya.

Dalam kondisi seperti itu, telur boleh dibersihkan memakai air hangat tanpa sabun. Cara ini dimaksudkan agar kotoran terangkat tanpa merusak perlindungan alami telur yang masih ada.

Berbeda dengan telur dari peternakan, telur yang dibeli di supermarket biasanya sudah melalui proses penanganan tertentu. Karena itu, pencucian tambahan pada telur jenis ini tidak disarankan, sebab bisa merusak lapisan pelindung yang masih berfungsi menjaga isi telur.

Telur tetap bergizi jika ditangani dengan benar

Di luar soal cara membersihkan, telur tetap menjadi bahan makanan yang banyak dipilih karena praktis diolah dan mudah ditemukan. Telur juga dikenal kaya protein serta mengandung vitamin dan mineral penting bagi tubuh.

Kandungan protein pada telur membuatnya sering dianggap cocok sebagai menu sarapan karena dapat membantu menahan rasa lapar lebih lama. Dalam berbagai pembahasan gizi, telur juga kerap dikaitkan dengan dukungan terhadap pengelolaan berat badan, termasuk membantu mengurangi lemak berlebih di perut.

Selain itu, telur disebut memiliki manfaat lain yang berkaitan dengan kesehatan jantung, mata, dan otak. Karena itu, nilai gizinya tetap tinggi selama telur tidak ditangani dengan cara yang merusak lapisan pelindung alaminya sejak awal.

Source: www.beautynesia.id

Baca Juga

Back to top button