Merbabu Bukan Hanya Lanskap Boyolali, Sekda Jateng Ingatkan Perannya Bagi Air dan Hidup Warga

Di tengah perayaan Hari Jadi ke-179 Kabupaten Boyolali, perhatian justru tertuju pada satu pesan penting: Merbabu harus dijaga bersama karena gunung itu menyangkut hidup banyak warga. Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Tengah, Sumarno, menekankan bahwa Merbabu bukan hanya bentang alam, melainkan aset budaya dan sumber kehidupan yang memberi manfaat nyata bagi masyarakat sekitar.

Pesan itu disampaikan saat ribuan warga memadati Simpang Siaga, Boyolali, dalam rangkaian acara yang memadukan hiburan rakyat, festival budaya, dan partisipasi komunitas seni. Suasana meriah peringatan itu menjadi latar yang kuat untuk mengingatkan publik bahwa kelestarian alam tidak bisa dipisahkan dari kebutuhan harian warga.

Merbabu dan kebutuhan warga

Sumarno menyoroti bahwa Merbabu punya peran yang jauh lebih besar daripada sekadar panorama. Gunung itu disebut sebagai sumber air bagi banyak warga, sekaligus penopang lahan pertanian yang subur dan berbagai kekayaan alam lain di Boyolali.

Karena itu, ajakan menjaga Merbabu tidak ditempatkan sebagai seruan simbolik. Pesan tersebut berkaitan langsung dengan air, pertanian, dan ekosistem yang menopang kehidupan masyarakat di sekitarnya.

Sebagai putra asli Sukarame, Kecamatan Musuk, Sumarno disebut memahami kedekatan warga dengan Merbabu. Ia juga memahami dampak yang bisa muncul jika kawasan itu tidak dijaga dengan baik.

Peringatan lingkungan di tengah pesta rakyat

Dalam perayaan yang ramai oleh hiburan, pesan lingkungan itu justru mendapat ruang penting. Pemerintah Provinsi Jawa Tengah terus mendorong kampanye pelestarian lingkungan di berbagai wilayah, dengan penekanan bahwa eksploitasi sumber daya alam tidak boleh mengabaikan kelestarian.

Pemerintah provinsi menilai kerusakan lingkungan dapat memicu bencana alam. Karena itu, perlindungan Merbabu dipandang sejalan dengan upaya menjaga pasokan air, lahan pertanian, dan keseimbangan alam di Boyolali.

Budaya ikut menjadi panggung pesan pelestarian

Rangkaian Hari Jadi Boyolali tahun ini tidak berhenti pada acara seremonial. Festival budaya dan hiburan rakyat diposisikan sebagai ruang edukasi agar masyarakat ikut merawat budaya sekaligus alam yang menjadi identitas daerah.

Merbabu Art Fest menjadi salah satu bagian penting dari pesan itu. Di panggung peringatan, pertunjukan Sendratari Titi Jagad oleh Niken Salindry ikut menguatkan nuansa budaya yang melekat pada perayaan.

Acara puncak juga menampilkan 100 penari dari berbagai sanggar di Boyolali dalam Sendratari Titi Jagad. Di lokasi yang sama, warga menikmati hiburan rakyat, penampilan Abah Lala yang merupakan putra daerah Boyolali, serta pameran seni dan UMKM.

Dukungan Pemprov dan ajakan untuk Boyolali

Dalam sambutannya, Sumarno menyampaikan ucapan selamat ulang tahun untuk Boyolali. Ia berharap daerah itu semakin maju dan sejahtera, sekaligus menegaskan dukungan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah terhadap berbagai kegiatan yang digelar di Boyolali.

Bupati Boyolali Agus Irawan menyebut rangkaian kegiatan tersebut merupakan bagian dari Hari Jadi ke-179 Boyolali. Ia menjelaskan bahwa Merbabu Art Fest digelar pada 5-13 Juni 2026 sebagai salah satu agenda utama perayaan.

Agus juga mengajak masyarakat menikmati hiburan yang disajikan tanpa melupakan kebersihan. Seruan itu selaras dengan suasana Simpang Siaga yang dipenuhi warga dan berbagai kegiatan pendukung selama perayaan berlangsung.

Di tengah kemeriahan itu, pesan yang paling menonjol tetap sama, yaitu Merbabu perlu dijaga bersama. Bagi Boyolali, gunung itu bukan hanya simbol alam dan budaya, tetapi juga penyangga kehidupan yang menentukan masa depan banyak warga.

Source: suarabaru.id

Baca Juga

Back to top button