April memberi sinyal yang lebih hati-hati untuk Tesla di China. Meski angka tahunan masih tumbuh kuat, laju bulanan perusahaan itu justru melemah saat pasar kendaraan energi baru di negara tersebut bergerak lebih cepat.
Data China Passenger Car Association atau CPCA menunjukkan wholesale Tesla China mencapai 79.478 unit pada April. Angka itu naik 35,96% dibanding setahun lalu, tetapi turun 7,23% dari bulan sebelumnya.
Perbandingan ini membuat posisi Tesla terlihat lebih kontras. Di saat Tesla melambat secara bulanan, estimasi wholesale penumpang kendaraan energi baru di China pada April justru mencapai 1,22 juta unit, naik 7% secara tahunan dan 7% secara bulanan.
Momentum bulanan mulai memudar
Tesla masih berada di jalur pertumbuhan tahunan yang sehat di China. Namun, data April menunjukkan bahwa dorongan yang sempat terlihat pada Maret tidak berlanjut dengan kekuatan yang sama.
Pada Maret, wholesale Tesla China sempat melonjak ke 85.670 unit ketika pasar mobil China pulih dari periode lesu musiman. Turunnya angka April dari level itu menandakan momentum perusahaan belum sepenuhnya stabil dari bulan ke bulan.
Kondisi tersebut penting karena pasar China sendiri tengah menunjukkan pergerakan yang lebih hidup. Artinya, pelemahan Tesla bukan muncul di tengah pasar yang sedang lesu, melainkan saat segmen kendaraan energi baru justru berkembang.
Empat bulan pertama masih solid
Jika dilihat dari awal tahun, posisi Tesla di China tetap kuat. Total volume wholesale Tesla China pada Januari-April mencapai 292.876 unit, naik 26,67% dibanding periode yang sama tahun lalu.
Data wholesale Tesla mencakup mobil yang dijual di pasar domestik China serta kendaraan yang diekspor ke pasar luar negeri dari pabrik Shanghai. CPCA berencana merilis rincian terpisah untuk pengiriman domestik dan ekspor dari Shanghai pada akhir bulan ini.
Rincian itu akan menjadi penting karena dapat memperjelas sumber pertumbuhan Tesla selama periode tersebut. Untuk saat ini, angka gabungan tersebut sudah cukup menunjukkan bahwa basis penjualan Tesla masih lebih tinggi dibanding tahun lalu, meski lajunya tidak seragam tiap bulan.
Pasar besar lain juga bergerak campuran
Tesla bukan satu-satunya pemain yang menghadapi pola naik turun di China. BYD mencatat penjualan grosir NEV sebesar 321.123 unit pada April, naik 6,96% dari Maret, tetapi masih turun 15,51% secara tahunan selama delapan bulan berturut-turut.
Geely Auto juga memperlihatkan hasil yang tidak sepenuhnya sejalan di semua sisi. Total penjualan perusahaan itu mencapai 235.164 unit pada April, naik tipis 0,45% secara tahunan, dengan ekspor luar negeri yang memecahkan rekor meski pasar domestik turun 27,62%.
Nio Inc mengirimkan 29.356 kendaraan pada April, naik 22,83% dibanding tahun sebelumnya, tetapi turun 17,27% dari Maret. Xpeng mencatat 31.011 unit, turun 11,51% secara tahunan dan mencatat penurunan year-on-year selama empat bulan berturut-turut, walau lajunya mulai menyempit dan penjualan naik 13,12% dari Maret.
Li Auto juga menunjukkan pola serupa. Perusahaan itu membukukan 34.085 pengiriman pada April, naik tipis 0,43% dari tahun lalu, tetapi turun 16,97% dibanding Maret.
Gambaran yang belum seragam
Rangkaian data April memperlihatkan bahwa pasar kendaraan energi baru di China belum bergerak dengan ritme yang sama untuk semua produsen. Sebagian masih menikmati pertumbuhan tahunan, tetapi tekanan bulanan tetap terasa pada sejumlah merek besar.
Untuk Tesla, angka 79.478 unit pada April tetap menegaskan pertumbuhan dibanding tahun lalu. Namun, penurunan dari Maret menjadi pengingat bahwa momentum di China masih perlu dijaga, terutama ketika pasar NEV secara umum justru sedang menguat.
Source: cnevpost.com




