Motorola membawa Razr 70 Ultra ke level yang lebih serius dengan menyematkan Snapdragon 8 Elite sebagai dapur pacu utama. Langkah ini membuat ponsel lipat bergaya clamshell tersebut tidak lagi hanya mengandalkan desain ikonik, tetapi juga menempatkan diri di jalur flagship yang lebih kuat.
Di keluarga Razr 70, Motorola tidak berhenti pada satu model. Razr 70, Razr 70 Plus, dan Razr 70 Ultra disiapkan untuk mengisi tiga lapisan pasar yang berbeda, dari pengguna yang mencari opsi lebih terjangkau hingga mereka yang mengejar spesifikasi paling tinggi.
Tiga model, tiga pendekatan
Seluruh lini Razr 70 tetap mempertahankan format lipat model cangkang kerang. Identitas ini menjaga karakter klasik Razr yang sudah lama melekat, sambil membuka ruang untuk pembaruan pada sisi perangkat keras.
Razr 70 menjadi varian paling dasar dalam keluarga ini. Model tersebut memakai chipset MediaTek Dimensity 7450X, RAM 8 GB, serta penyimpanan internal 256 GB atau 512 GB.
Layar besar tetap jadi andalan
Pada Razr 70, Motorola membekali layar utama LTPO AMOLED 6,9 inci dengan resolusi 1.080 x 2.640 piksel. Panel ini mendukung refresh rate 120 Hz dan tingkat kecerahan puncak sampai 3.000 nits.
Di sisi luar, perangkat ini membawa layar 3,6 inci berbasis LTPS AMOLED. Layarnya memiliki refresh rate 90 Hz dan kecerahan hingga 1.700 nits untuk akses cepat tanpa harus membuka lipatan.
Razr 70 Plus naik satu tingkat di atas model dasar. Varian ini memakai Snapdragon 8s Gen 3, RAM 12 GB, dan memori internal 256 GB.
Peningkatan terasa di varian Plus dan Ultra
Motorola juga memberi layar utama LTPO Extreme AMOLED 6,9 inci pada Razr 70 Plus. Layar luarnya lebih besar, mencapai 4 inci, dengan refresh rate hingga 165 Hz dan kecerahan 2.400 nits.
Konfigurasi kameranya masih konsisten, dengan kamera utama 50 MP berfitur OIS, kamera ultrawide 50 MP, dan kamera depan 32 MP. Razr 70 Plus juga menjalankan Android 16 dan mendukung reverse wireless charging 5 watt.
Razr 70 Ultra menjadi model yang paling menonjol karena memakai Snapdragon 8 Elite. Motorola memasangkannya dengan RAM hingga 16 GB dan penyimpanan internal sampai 512 GB.
Model tertinggi membawa lonjakan paling besar
Perubahan besar juga hadir di layar utamanya. Panel pada Razr 70 Ultra berukuran 7 inci dengan resolusi 1.224 x 2.992 piksel, refresh rate 165 Hz, dan tingkat kecerahan sampai 5.000 nits.
Di sektor kamera, Motorola memakai sensor LOFIC pada kamera utama 50 MP. Kamera ultrawide 50 MP masih tersedia, sementara kamera depan naik menjadi 50 MP untuk kebutuhan selfie yang lebih tajam.
Untuk urusan daya, Razr 70 Ultra dibekali baterai 5.000 mAh. Pengisian kabelnya mencapai 67 watt, sedangkan pengisian nirkabelnya 30 watt.
Harga dan warna tiap varian
Motorola memasarkan Razr 70 series dengan harga mulai 799,99 dollar AS atau sekitar Rp 13,8 juta untuk model dasar. Razr 70 Plus dibanderol 1.099,99 dollar AS atau sekitar Rp 19 juta, sedangkan Razr 70 Ultra berada di angka 1.499,99 dollar AS atau sekitar Rp 26 juta.
Pilihan warna juga dibedakan untuk tiap model. Razr 70 hadir dalam Pantone Hematite, Bright White, Sporting Green, dan Violet Ice, sementara Razr 70 Plus tersedia dalam Pantone Mountain View.
Razr 70 Ultra ditawarkan dalam Pantone Orient Blue dan Pantone Cocoa. Dengan kombinasi desain lipat klasik, layar cepat, baterai besar, dan chip kelas atas, model tertinggi ini diposisikan Motorola sebagai penantang serius di segmen ponsel lipat premium.





