Paus Leo XIV memilih jalur konfrontasi moral saat menanggapi perang di Iran. Ia menolak mentah-mentah gagasan bahwa serangan Amerika Serikat dan Israel dapat disebut sebagai perang yang adil.
Pernyataan itu menempatkan Vatikan pada posisi yang tegas di tengah memanasnya ketegangan kawasan. Di saat eskalasi kekerasan terus membesar, Paus Leo justru mendesak semua pihak menahan diri dan menghentikan perang.
Penolakan atas logika perang modern
Paus Leo menilai konsep perang yang adil berasal dari masa berabad-abad lalu. Menurut dia, teori itu lahir pada zaman ketika manusia belum membayangkan daya rusak senjata yang ada saat ini.
Ia menyampaikan pandangan itu ketika menjawab pertanyaan terkait konflik Iran dan pembenaran yang sebelumnya disampaikan Wakil Presiden Amerika Serikat JD Vance. Dari situ, Paus Leo menegaskan bahwa tidak ada perang yang adil di sana.
Sikap tersebut menunjukkan penolakan yang konsisten terhadap penggunaan kekuatan militer. Paus Leo memilih bahasa yang langsung dan menempatkan perlindungan manusia sebagai pertimbangan utama.
Hubungan yang sudah memanas dengan Donald Trump
Komentar keras Paus Leo juga tidak bisa dilepaskan dari ketegangannya dengan Presiden Amerika Serikat Donald Trump. Awal tahun ini, Paus Leo menilai ancaman Trump yang menyebut tidak akan ada lagi peradaban yang tersisa di Iran sebagai pernyataan yang tidak dapat diterima.
Trump kemudian membalas dengan menyebut Paus Leo sebagai sosok yang lemah dan buruk dalam urusan kebijakan luar negeri. Meski begitu, Paus Leo menegaskan dirinya tidak gentar dan akan terus menyuarakan penolakan terhadap perang.
Benturan verbal itu membuat pernyataan Paus Leo memiliki bobot politik yang lebih besar. Posisi Vatikan pun tidak hanya berbicara soal moral, tetapi juga bersinggungan langsung dengan retorika keras Gedung Putih.
Dukungan dari Italia ikut menguat
Reaksi atas komentar Trump juga muncul di Italia. Sejumlah pemimpin politik di negara itu mengkritik pernyataan Trump dan menyatakan dukungan terhadap seruan damai Paus Leo.
Perdana Menteri Italia Giorgia Meloni juga menilai komentar yang ditujukan kepada Paus Leo sebagai sesuatu yang tidak dapat diterima. Dukungan itu menunjukkan seruan damai Paus Leo mendapat perhatian luas di tengah situasi geopolitik yang memanas.
Pengaruh Paus Leo pun tampak melampaui tembok Vatikan. Sikapnya terhadap Iran kini ikut masuk ke perdebatan yang lebih besar tentang batas legitimasi perang modern.
Di tengah perdebatan itu, Paus Leo tetap mempertahankan garis yang sama. Ia menolak logika perang yang adil untuk konflik Iran dan meminta agar kekerasan tidak terus dipelihara sebagai jawaban atas krisis internasional.
Source: www.viva.co.id




