Pemalang Dapat Bantuan Sosial Rp 1,1 Miliar, Warga Rentan Hingga Lansia Mulai Terjangkau

Bantuan sosial Kementerian Sosial di Pendopo Kabupaten Pemalang, Jawa Tengah, datang dalam skala besar dan menyentuh banyak kelompok sekaligus. Total penyaluran program Asistensi Rehabilitasi Sosial atau ATENSI mencapai Rp 1.133.256.500, dengan sasaran mulai dari lansia, anak, disabilitas, hingga warga rentan dan keluarga korban bencana.

Pola bantuan yang dibawa ke Pemalang tidak hanya berfokus pada kebutuhan harian, tetapi juga merangkai layanan kesehatan, perlindungan sosial, rehabilitasi, dan dukungan pemberdayaan. Dalam bakti sosial terintegrasi itu, pemerintah ingin memastikan warga yang selama ini belum tersentuh layanan sosial dapat merasakan kehadiran negara secara langsung.

Bantuan terbesar menyasar penerima manfaat ATENSI

Porsi terbesar berasal dari Sentra Terpadu Kartini Temanggung yang menyalurkan ATENSI kepada 529 penerima manfaat dengan nilai Rp 869.745.500. Selain itu, Kemensos juga mengalirkan dukungan melalui sejumlah unit lain agar bantuan tidak berhenti pada satu jenis kebutuhan saja.

Di bidang kesehatan, Ditjen Linjamsos menyalurkan Rp 40.950.000 untuk biaya operasi katarak bagi 21 penerima manfaat. Sementara itu, Ditjen Rehabilitasi Sosial Anak menjalankan program edukasi pencegahan kekerasan terhadap anak dengan nilai Rp 21.660.000 dan menyasar 87 penerima manfaat.

Perlindungan sosial diperkuat lewat program komunitas

Kemensos juga menempatkan penguatan di tingkat lingkungan melalui Ditjen Perlindungan dan Jaminan Sosial. Dukungan non-tunai itu mencakup pembentukan Kampung Siaga Bencana, Lumbung Sosial, dan TAGANA Masuk Sekolah.

Rangkaian program tersebut dirancang untuk memperkuat kesiapsiagaan warga ketika menghadapi risiko sosial maupun bencana. Dengan pendekatan itu, bantuan yang disalurkan tidak hanya menjawab kebutuhan langsung, tetapi juga membangun ketahanan komunitas.

Santunan bagi korban bencana dan bantuan untuk kelompok rentan

Pemerintah turut menyerahkan santunan kepada ahli waris korban bencana alam. Nilai santunan yang disebutkan masing-masing Rp 155.897.000 dan Rp 45.000.000.

Selain santunan, berbagai bantuan barang juga dibagikan kepada kelompok rentan. Bantuan itu meliputi paket kebutuhan dasar lansia, alat bantu disabilitas, alat bantu dengar, kursi roda, sepeda roda tiga, sepeda anak, serta mesin jahit untuk mendukung usaha.

Wakil Menteri Sosial Agus Jabo Priyono hadir dalam bakti sosial terintegrasi tersebut. Kehadirannya menegaskan bahwa penyaluran bantuan diposisikan sebagai bentuk kehadiran pemerintah di tengah masyarakat yang membutuhkan.

Agus Jabo menyebut langkah itu sejalan dengan perintah Presiden agar warga yang belum terjangkau bisa merasakan layanan negara. Ia juga mengajak semua pihak untuk memperkuat gotong royong dalam membantu masyarakat yang menghadapi persoalan sosial.

“Marilah kita berkolaborasi, marilah kita bergotong royong, karena itu adalah asas filosofi kehidupan bangsa ini,” ujarnya dalam keterangannya. Ia menegaskan pemerintah tidak boleh tinggal diam saat masyarakat hidup dalam kesulitan.

Pemalang sambut dukungan dan dorong Sekolah Rakyat

Bupati Pemalang Anom Widyantoro menyampaikan terima kasih atas perhatian Kemensos kepada warganya. Menurut dia, kehadiran kementerian di daerah tidak berhenti pada slogan, tetapi tampak nyata melalui bantuan yang disalurkan.

Anom juga mengapresiasi dukungan Agus Jabo kepada masyarakat Pemalang. Ia menyebut pemerintah daerah ikut mendukung penuh program Sekolah Rakyat yang menjadi salah satu prioritas pemerintah.

Pemalang bahkan diproyeksikan menjadi salah satu lokasi pembangunan Sekolah Rakyat di Desa Banjarmulya. Lahan yang disiapkan untuk program itu mencapai 9,4 hektare, dan persiapannya disebut sudah direncanakan serius sejak awal.

Dalam penyerahan simbolis, Agus Jabo bersama Anom Widyantoro menyerahkan bantuan ATENSI kepada sejumlah penerima manfaat. Mereka adalah Wasmoyo sebagai perwakilan klaster lanjut usia, Raditya Fatah Ibrahim dari penerima manfaat disabilitas rungu, Ibnu Dwi Purwanto dari klaster anak, dan Harlina dari kelompok rentan masyarakat.

Rangkaian bantuan di Pemalang menunjukkan bahwa Kemensos menggabungkan perlindungan sosial, layanan kesehatan, rehabilitasi, dan pemberdayaan dalam satu paket kebijakan. Pendekatan itu diarahkan untuk meringankan beban warga sekaligus memperkuat jaring pengaman sosial di daerah.

Baca Juga

Back to top button