Dorongan agar ruas Semarang–Blora–Cepu naik kelas menjadi jalan nasional semakin menguat di Jawa Tengah. Pemerintah provinsi menilai jalur itu sudah tidak sebanding lagi dengan beban kendaraan berat yang terus melintas dan mempercepat kerusakan jalan.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Jawa Tengah, Henggar Budi Anggoro, menyebut kemampuan daerah mulai kewalahan menghadapi kebutuhan perbaikan di ruas tersebut. Kondisi yang sama juga dirasakan pada jalur menuju Blora, Cepu, hingga Randublatung karena lalu lintas truk bertonase besar tak kunjung berkurang.
Beban kendaraan berat di jalur timur Jateng
Menurut Henggar, kendaraan yang mendominasi ruas itu adalah truk besar dengan tiga sumbu. Tekanan dari kendaraan semacam ini membuat konstruksi jalan menerima beban tinggi secara terus-menerus.
Ia menilai situasi tersebut membuat kerusakan jalan lebih cepat terjadi dan kebutuhan penguatan infrastruktur menjadi semakin mendesak. Karena itu, pemerintah provinsi melihat perlu ada skema penanganan yang tidak hanya bergantung pada kemampuan daerah.
Usulan kenaikan status jalan ini juga ditempatkan sebagai bagian dari penguatan konektivitas kawasan timur Jawa Tengah. Henggar menyebut langkah itu sejalan dengan arahan Gubernur Jawa Tengah untuk membangun hubungan antardaerah yang lebih kuat.
Peluang pembiayaan dari pemerintah pusat
Jika status jalan nasional disetujui, beban pembiayaan pemeliharaan dan peningkatan kapasitas jalan dapat ikut ditanggung pemerintah pusat. Pemprov Jateng menilai hal itu akan memberi ruang yang lebih besar untuk perbaikan dan pengembangan infrastruktur di jalur tersebut.
Henggar menegaskan bahwa kewenangan penetapan jalan nasional berada di Kementerian Pekerjaan Umum. Sementara itu, urusan lalu lintas dan transportasi menjadi ranah Kementerian Perhubungan.
Karena itu, Pemprov Jateng berencana berkoordinasi dengan kedua kementerian tersebut untuk memperjuangkan usulan yang diajukan. Henggar mengatakan komunikasi akan ditempuh agar kebutuhan di lapangan mendapat perhatian yang lebih luas.
Blora juga dibidik lewat skema IJD
Selain mendorong status jalan nasional untuk ruas Semarang–Blora–Cepu, pemerintah provinsi juga mengusulkan sejumlah jalan di Kabupaten Blora masuk dukungan pendanaan melalui program Inpres Jalan Daerah atau IJD. Skema ini dipakai untuk memperluas peluang perbaikan jalan di wilayah yang sama.
Upaya itu tidak berdiri sendiri. Pemprov Jateng turut meminta dukungan anggota Komisi V DPR RI agar usulan yang digagas mendapat perhatian pemerintah pusat.
Menurut Henggar, rekomendasi dari parlemen dapat memperkuat peluang masuknya program tersebut ke skema pembiayaan pusat. Dengan begitu, perbaikan jalan di Blora, Cepu, Randublatung, dan sekitarnya diharapkan bisa bergerak lebih cepat.
Harapan utama dari seluruh langkah itu adalah membaiknya konektivitas di kawasan timur Jawa Tengah. Selain memperlancar mobilitas warga, perbaikan infrastruktur juga diharapkan mendukung distribusi barang dan pertumbuhan ekonomi setempat.
Source: indoraya.news




