Sebanyak 393 jemaah haji dan petugas kloter pertama asal Nusa Tenggara Barat sudah mendarat di Bandara Internasional Madinah, Arab Saudi. Kedatangan ini menjadi penanda awal rangkaian keberangkatan jemaah embarkasi Lombok menuju Tanah Suci pada musim haji 1447 H/2026.
Rombongan tersebut berangkat dari Bandara Internasional Zainuddin Abdul Madjid pada Rabu dini hari pukul 03.04 WITA. Pesawat yang membawa mereka tiba dengan selamat di Bandara Pangeran Mohammad bin Abdulaziz, Madinah, pada hari yang sama menurut waktu setempat.
Penerbangan perdana berlangsung lancar
General Manager bandara, Aidhil Philip Julian, menyebut penerbangan haji kloter pertama dari Embarkasi Lombok berjalan tanpa hambatan berarti. Ia menegaskan bahwa seluruh rangkaian operasional telah disiapkan untuk mendukung kelancaran perjalanan jemaah hingga tiba di Arab Saudi.
Menurut Aidhil, penerbangan perdana embarkasi haji tahun ini mulai dilayani pada Rabu. Jemaah pada kloter pertama itu berasal dari Kabupaten Lombok Timur dan diberangkatkan menggunakan pesawat Garuda Indonesia.
Pesawat yang dipakai adalah Garuda Indonesia registrasi PK-GIC dengan tipe Boeing 777-300ER dan nomor penerbangan GA5101. Tahun ini, Embarkasi Lombok dijadwalkan melayani 15 kelompok terbang dengan maskapai dan tipe pesawat yang sama untuk seluruh penerbangan.
Fasilitas disiapkan untuk kenyamanan jemaah
Pengelola bandara juga menambah sejumlah fasilitas untuk menunjang kebutuhan jemaah selama proses keberangkatan. Fasilitas itu mencakup eskalator dan elevator di area kedatangan internasional, termasuk untuk membantu pengguna kursi roda.
Proses naik ke pesawat dilakukan melalui garbarata agar jemaah bisa berangkat dengan lebih aman dan nyaman. Langkah ini sejalan dengan tagline layanan bandara, yaitu “Ramah Lansia, Disabilitas, dan Perempuan”.
Selain itu, personel Airport Security atau Avsec ditempatkan bersama peralatan pendukung untuk pemeriksaan keamanan penumpang dan barang bawaan di Asrama Haji Lombok, Kota Mataram. Dengan skema tersebut, jemaah dapat menjalani proses pemeriksaan lebih awal sebelum menuju bandara.
Pengaturan pengantar dan arus kendaraan
Di sisi lain, pengelola bandara turut menyiapkan langkah untuk mengantisipasi kepadatan pengantar jemaah di kawasan bandara. Salah satu upaya yang dilakukan adalah menyediakan area khusus bagi keluarga atau pengantar untuk menyaksikan siaran langsung keberangkatan yang difasilitasi Kementerian Haji dan Umrah.
Koordinasi dengan Polda NTB dan Dinas Perhubungan juga dilakukan untuk pengamanan dan pengaturan arus kendaraan di sekitar bandara. Langkah ini ditempuh agar proses keberangkatan tetap tertib dan tidak mengganggu aktivitas operasional bandara.
Kedatangan kloter pertama ini menandai dimulainya perjalanan jemaah haji asal NTB ke Tanah Suci. Dengan dukungan layanan bandara, pengamanan, dan pengaturan operasional yang sudah disiapkan, keberangkatan dari Embarkasi Lombok diarahkan agar berlangsung aman, lancar, dan nyaman sejak tahap awal hingga seluruh kloter berikutnya diberangkatkan.
Source: www.viva.co.id




