Konsolidasi internal PDI Perjuangan kini diarahkan ke satu titik penting: Jawa Timur. Provinsi ini dipandang sebagai wilayah dengan daya dorong besar untuk mendongkrak elektabilitas partai menuju Pemilu 2029.
Pandangan itu menguat di tengah penutupan Bimbingan Teknis Fraksi PDI Perjuangan se-Indonesia Gelombang II di Bali Nusa Dua Convention Center, Bali. Forum tersebut menjadi ruang untuk menyatukan langkah kader, memperkuat organisasi, dan menegaskan arah kerja politik di daerah.
Penguatan kader jadi titik awal
Ketua DPP PDI Perjuangan, Deddy Yevri Hanteru Sitorus, menekankan bahwa bimtek dirancang untuk memperdalam pemahaman kader mengenai fungsi legislasi, penganggaran, dan pengawasan di DPRD provinsi maupun kabupaten/kota. Ia juga melihat forum itu sebagai tempat bertukar pengalaman antarfraksi dalam menghadapi persoalan daerah.
Deddy menyebut pembahasan yang dibawa ke forum tidak berhenti pada kerja teknis legislatif. Isunya juga mencakup perkembangan mutakhir di daerah, perubahan iklim daerah, dan tekanan fiskal yang dihadapi pemerintah daerah.
Menurut dia, kader partai perlu semakin aktif turun ke bawah dan membuktikan kerja politik lewat hasil nyata. Karena itu, peningkatan kapasitas dianggap penting agar organisasi tetap siap menghadapi dinamika politik dan perubahan sosial yang terus bergerak.
Jawa Timur dipandang punya modal politik besar
Dalam pandangan Deddy, Jawa Timur memiliki posisi yang tidak kecil dalam peta politik nasional. Ia menyebut provinsi ini sebagai wilayah besar industri yang memiliki kepala daerah, legislatif, dan struktur partai yang sama-sama kuat.
Kombinasi itu dinilai memberi ruang bagi PDI Perjuangan untuk mempercepat kenaikan elektabilitas. Jawa Timur pun ditempatkan sebagai wilayah strategis dalam memperkuat daya dorong partai menuju Pemilu 2029.
Bagi PDI Perjuangan, Jawa Timur tidak hanya dilihat sebagai kantong dukungan. Wilayah ini juga dianggap bisa berfungsi sebagai mesin penggerak yang menyatukan kerja politik, kekuatan organisasi, dan hasil kebijakan di tingkat daerah.
Pesan kebijakan pro-rakyat menguat
Sekretaris DPD PDI Perjuangan Jawa Timur, Deni Wicaksono, menilai bimtek memberi banyak manfaat bagi kader legislatif di daerahnya. Ia menyebut forum itu memperkuat koordinasi dengan DPP partai serta fraksi-fraksi PDI Perjuangan dari daerah lain.
Deni juga menyoroti pesan utama yang muncul dalam pembekalan, yakni pentingnya kebijakan yang berpihak kepada rakyat. Legislator PDI Perjuangan didorong untuk memperkuat ekonomi kerakyatan, menjaga ketahanan pangan, dan memastikan pembangunan memberi manfaat langsung bagi masyarakat.
Ia menambahkan bahwa Jawa Timur memiliki potensi besar untuk menjalankan program pro-rakyat melalui sinergi kepala daerah, fraksi, dan struktur partai. Sinergi itu, menurut dia, dapat melahirkan regulasi yang benar-benar menyentuh kebutuhan masyarakat.
Deni yang juga Wakil Ketua DPRD Jawa Timur menilai keberhasilan menghadirkan kebijakan yang berpihak kepada rakyat akan memperkuat kepercayaan publik. Dari situ, peluang partai untuk menghadapi kontestasi politik berikutnya juga akan semakin terbuka.
Efek kerja daerah ke elektabilitas nasional
Arah besar yang dibangun partai terlihat pada penguatan kader, perbaikan kerja legislasi, dan kedekatan kebijakan daerah dengan kebutuhan warga. Dalam kerangka itu, Jawa Timur menjadi titik penting karena dinilai mampu mempertemukan seluruh elemen tersebut dalam satu ekosistem politik yang kuat.
Kerja yang efektif di Jawa Timur dipandang dapat memberi dampak berantai bagi elektabilitas PDI Perjuangan secara nasional. Karena itu, penguatan di tingkat daerah tidak berdiri sendiri, melainkan menjadi bagian dari strategi partai menuju Pemilu 2029.
Source: pdiperjuangan-jatim.com




