Komunitas Kreatif Semarang Bertemu Dalam Satu Panggung, Pindrikan Markt Kian Diminati Warga

Bukan sekadar pasar kreatif, Pindrikan Markt di Collabox Creative Hub, Jalan Sadewo, Kota Semarang, terus tumbuh sebagai titik temu berbagai komunitas yang biasanya bergerak sendiri-sendiri. Di gelaran ke-17 bertema “Warga Dunia Lain”, ruang ini dipenuhi nuansa fantasi, kostum, dan pertunjukan yang membuat pengunjung masuk ke atmosfer berbeda sejak awal.

Kehadiran budaya pop Jepang, anime, superhero, hingga role play memberi warna pada acara yang dibuka untuk siapa saja. Di dalam satu ruang, pengunjung bisa melihat ragam ekspresi komunitas kreatif yang biasanya hanya bertemu di lingkarannya masing-masing.

Event Supervisor Collabox Creative Hub, Syafira Aulia, menjelaskan bahwa Pindrikan Markt sejak awal disiapkan sebagai wadah bagi pelaku dan komunitas kreatif untuk saling bertemu. Acara ini juga menjadi sarana bagi mereka untuk memperkenalkan aktivitas masing-masing kepada masyarakat.

Karena itu, fokus penyelenggaraan tidak berhenti pada hiburan akhir pekan. Pindrikan Markt dibangun sebagai ruang perjumpaan antarkelompok yang selama ini tumbuh di bidang berbeda.

Pada gelaran kali ini, komunitas role play, Ansatsu yang berfokus pada karakter Kamen Rider, penggemar Marvel, dan komunitas Jelita Nusantara ikut meramaikan acara. Mereka menampilkan pertunjukan cosmic line dance dan memberi warna pada pertemuan komunitas kreatif anak muda Semarang.

Interaksi yang tercipta juga membuka kesempatan bagi pengunjung yang sebelumnya belum mengenal dunia komunitas tersebut. Banyak di antara mereka datang karena penasaran, lalu pulang dengan pemahaman baru tentang komunitas kreatif yang hidup di kota ini.

Minat yang terus meningkat

Pindrikan Markt sudah berjalan sejak 2024 dan semula digelar setiap bulan. Polanya kemudian berubah menjadi tiga bulan sekali pada 2025, sebelum penyelenggara memutuskan mengadakannya setiap dua bulan sekali pada 2026.

Perubahan jadwal itu dilakukan karena minat masyarakat dinilai tinggi. Syafira mengatakan, setelah dibuat tiga bulan sekali, banyak pengunjung yang menunggu acara ini.

“Pas dibuat tiga bulan sekali ternyata banyak yang nunggu-nunggu. Akhirnya tahun ini kami bikin dua bulan sekali,” kata Syafira. Keterangan itu menunjukkan bahwa ruang kreatif seperti Pindrikan Markt punya daya tarik yang kuat di Semarang.

Ruang bagi komunitas dan publik

Syafira menegaskan tujuan acara ini adalah menyediakan wadah bagi mereka yang bergerak di industri kreatif. Di saat yang sama, Pindrikan Markt dipakai untuk mengenalkan dunia kreatif Semarang kepada masyarakat umum.

Respons pengunjung disebut cukup positif, terutama karena banyak dari mereka baru mengetahui keberadaan sejumlah komunitas setelah datang ke acara ini. Tema yang berbeda pada tiap penyelenggaraan juga memperlihatkan bahwa kreativitas di Semarang hadir dalam banyak bentuk.

Bagi komunitas, acara ini memberi ruang untuk memperluas jejaring dan bertemu pegiat lain dengan minat serupa. Bagi pengunjung, Pindrikan Markt menjadi tempat untuk mengeksplorasi hobi, budaya populer, dan peluang kolaborasi kreatif yang mungkin belum pernah mereka temui.

Rangkaian acara masih berlanjut pada Minggu (7/6/2026) dengan kompetisi cosplay. Di tengah agenda itu, Pindrikan Markt terus menunjukkan bagaimana ruang publik dapat memperkuat ekosistem kreatif Semarang melalui perjumpaan, interaksi, dan keterbukaan antarkomunitas.

Source: www.suaramerdeka.com

Baca Juga

Back to top button