Bagi penumpang yang mencari perjalanan laut jauh dari Jayapura ke Surabaya, KM Sinabung sudah masuk jadwal pelayaran dengan keberangkatan pada Minggu, 26 April 2026 pukul 14.00 WIT. Rute ini diperkirakan berlangsung selama 7 hari 10 jam sebelum kapal tiba di Surabaya pada Senin, 4 Mei 2026 pukul 00.01 WIB.
Tarif yang disiapkan untuk lintasan tersebut berada di kisaran Rp1.039.500 hingga Rp3.490.500, tergantung kelas yang dipilih. Dengan durasi lebih dari sepekan, jadwal dan kelas tiket menjadi dua hal utama yang perlu diperhatikan calon penumpang sejak awal.
Rute panjang dengan banyak pelabuhan singgah
Perjalanan KM Sinabung pada lintasan Jayapura-Surabaya tidak ditempuh secara langsung. Kapal akan melewati sejumlah pelabuhan singgah yang menjadi bagian dari jalur pelayaran antarpulau di kawasan timur Indonesia.
Daftar pelabuhan yang disinggahi meliputi Biak, Manokwari, Sorong, Babang, Ternate, Bitung, Banggai, Baubau, dan Makassar. Banyaknya titik singgah membuat perjalanan ini memiliki karakter pelayaran jarak jauh yang padat dan terhubung dengan banyak wilayah.
Bagi penumpang, urutan singgah tersebut penting karena setiap pelabuhan dapat berdampak pada estimasi kedatangan maupun keberangkatan di titik-titik transit. Karena itu, rute ini bukan hanya soal waktu tempuh, tetapi juga soal ketepatan mengikuti alur perjalanan kapal.
Harga tiket disesuaikan kelas perjalanan
Data operasional yang dilansir dari koranmanado.co.id menunjukkan bahwa tiket KM Sinabung untuk rute Jayapura-Surabaya dibagi ke dalam beberapa kelas. Harga terendah tercatat Rp1.039.500, sementara batas tertingginya mencapai Rp3.490.500.
Selisih harga ini memberi pilihan bagi penumpang untuk menyesuaikan biaya perjalanan dengan kebutuhan masing-masing. Dalam pelayaran yang memakan waktu lama, kelas tiket menjadi pertimbangan penting karena kenyamanan selama di kapal akan terasa sepanjang perjalanan.
Termasuk armada utama Pelni
KM Sinabung masuk daftar armada utama Pelni yang rutin menghubungkan wilayah timur dan barat Indonesia. Kapal ini berada dalam kelompok yang sama dengan KM Dorolonda, KM Ciremai, KM Dobonsolo, dan KM Gunung Dempo.
Kelima kapal tersebut disebut rata-rata melayani dua kali perjalanan pulang-pergi setiap bulan. Pola ini menunjukkan bahwa jalur laut masih memegang peran besar dalam mobilitas antarpulau, terutama untuk perjalanan jarak jauh seperti Jayapura-Surabaya.
Jadwal berlanjut ke arah sebaliknya
Setelah menuntaskan perjalanan ke Surabaya, KM Sinabung juga sudah disiapkan untuk kembali berlayar ke Jayapura. Kapal ini dijadwalkan berangkat dari Surabaya menuju Jayapura pada Senin, 4 Mei 2026 pukul 07.00 WIB.
Rangkaian jadwal ini memperlihatkan bahwa operasi kapal berjalan berkesinambungan dari satu lintasan ke lintasan lain. Penumpang yang berangkat dari dua arah perlu mencermati urutan jadwal agar tidak keliru menyesuaikan waktu keberangkatan.
Ada pula perjalanan yang lebih singkat
Selain lintasan panjang Jayapura-Surabaya, KM Sinabung juga memiliki jadwal rute yang lebih pendek. Salah satunya adalah perjalanan Bitung-Ternate pada Jumat, 8 Mei 2026 pukul 03.00 WITA dengan durasi sekitar 11 jam.
Untuk rute tersebut, tarif ekonomi dipatok mulai Rp242.000. Kehadiran jadwal pendek di tengah rangkaian perjalanan panjang menunjukkan fleksibilitas operasi KM Sinabung dalam melayani kebutuhan antarpelabuhan.
Pelni mengingatkan bahwa jadwal keberangkatan kapal bersifat dinamis dan bisa berubah sewaktu-waktu mengikuti kondisi operasional di lapangan. Karena itu, calon penumpang yang hendak menempuh rute Jayapura-Surabaya disarankan terus memantau pembaruan jadwal, terutama karena lintasan ini memiliki banyak titik singgah.





