Insiden penjambretan yang dialami komika Fico Fachriza di Terminal Purabaya Bungurasih, Sidoarjo, menjadi sorotan karena terjadi saat dirinya sedang menjemput ibunya pada dini hari. Peristiwa itu berlangsung di salah satu terminal tersibuk di Jawa Timur ketika Fico tengah mencari lokasi sang ibu yang baru tiba dari Jakarta.
Dalam unggahan yang dibagikan, Fico menyampaikan kekesalannya setelah ponsel miliknya dirampas orang tak dikenal. Ia menyebut kejadian itu terjadi saat dirinya meminta bantuan kepada orang-orang di sekitar terminal sambil memperlihatkan foto ibunya di layar telepon genggam.
Fico datang ke terminal untuk menjemput ibunya yang disebut tiba sekitar pukul 02.00 WIB. Saat berupaya mencari keberadaan sang ibu, ia mendekati sejumlah orang dan menunjukkan foto di ponselnya agar proses pencarian lebih mudah.
Namun, momen itu justru dimanfaatkan pelaku untuk merebut perangkat miliknya. Fico kemudian mengaku harus bergulat dengan pelaku sebelum akhirnya ponsel tersebut berhasil kembali.
Setelah kejadian, Fico tidak hanya meluapkan kekecewaan di media sosial, tetapi juga meminta bantuan petugas terminal. Ia bahkan membagikan tangkapan layar percakapan dengan petugas Terminal Purabaya Bungurasih terkait laporan penjambretan itu.
Dari percakapan tersebut, petugas menduga pelaku bukan bagian dari operasional terminal. Mereka menyebut pelaku sebagai pemuda di sekitar lingkungan terminal yang kerap dilaporkan melakukan tindakan kriminal.
Respons yang diterima Fico justru membuatnya semakin kesal. Ia menilai bantuan yang datang tidak disertai empati yang cukup, sementara situasi di terminal saat itu juga tidak membantu karena banyak orang diduga dalam kondisi mabuk.
Fico menyebut kondisi tersebut membuat pengalaman menjemput ibunya berubah menjadi sangat mengecewakan. Ia juga menyoroti bahwa tidak ada banyak bantuan dari orang sekitar ketika insiden berlangsung.
Pihak Terminal Purabaya Bungurasih kemudian menyampaikan permohonan maaf atas kejadian yang dialami Fico. Mereka juga berjanji memperkuat pengawasan serta meningkatkan koordinasi dengan petugas keamanan dan kepolisian agar peristiwa serupa tidak kembali terjadi.
Fico menanggapi permintaan maaf itu secara singkat, tetapi tetap menegaskan bahwa pengalaman tersebut tidak menyenangkan. Kasus ini ikut menarik perhatian karena terjadi di terminal besar yang ramai aktivitas, tepat saat Fico sedang menjalankan urusan keluarga di waktu dini hari.
Source: www.beritasatu.com




