Purbalingga Kejar SPAM Permanen, Rp103,9 Miliar Diarahkan Untuk Atasi Kekeringan

Purbalingga menaruh harapan besar pada pembangunan Sistem Penyediaan Air Minum atau SPAM sebagai jawaban yang lebih permanen atas masalah kekeringan musiman. Di tengah layanan air minum yang baru menjangkau 71,63 persen warga, kebutuhan untuk mempercepat proyek ini dinilai semakin mendesak.

Dorongan itu mengemuka dalam Rapat Koordinasi Usulan SPAM Penanganan Kekeringan yang melibatkan Pemkab Purbalingga, BBWS Serayu Opak, BPBPK Jawa Tengah, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, dan Anggota Komisi V DPR RI Fraksi PKS, Rofik Hananto. Forum lintas sektor tersebut menjadi ruang untuk mencari solusi yang lebih pasti bagi wilayah yang selama ini bergantung pada dropping air.

Dukungan pusat menjadi kunci

Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekda Kabupaten Purbalingga, Mukodam, menegaskan keterbatasan fiskal daerah membuat dukungan pendanaan dari pemerintah pusat sangat penting. Karena itu, Pemkab Purbalingga terus mendorong sinergi dengan Kementerian Pekerjaan Umum, BBWS Serayu Opak, BPBPK Jawa Tengah, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, Perumdam Tirta Perwira, serta dukungan dari legislatif.

Mukodam menyebut kolaborasi itu dibutuhkan agar usulan prioritas bisa diakomodasi secara bertahap, terukur, dan berkelanjutan. Ia juga menargetkan langkah tersebut dapat membantu pencapaian RPJMD 2025–2029 sekaligus memperkuat arah pembangunan Purbalingga yang mandiri dan sejahtera.

Rofik kawal usulan Rp103,9 miliar

Dari sisi politik dan pengawalan anggaran, Rofik Hananto menyatakan siap mengawal penuh usulan pembangunan SPAM agar segera mendapat tindak lanjut di tingkat pusat. Ia menilai pengembangan SPAM sangat krusial karena menyangkut jaminan layanan air minum di kawasan yang terdampak kekeringan.

Rofik juga siap mengawal permohonan dukungan anggaran Rp103,9 miliar kepada BBWS Serayu Opak dan BPBPK Jawa Tengah. Menurutnya, realisasi program ini tidak hanya berdampak pada ketersediaan air bersih, tetapi juga berpotensi mendorong pertumbuhan ekonomi wilayah.

Sasar 12 ribu sambungan rumah

Secara teknis, usulan pengembangan SPAM itu dirancang untuk melayani 12.000 sambungan rumah. Tiga wilayah utama yang masuk fokus layanan adalah Kecamatan Purbalingga, Kecamatan Bukateja, dan Kecamatan Kemangkon.

Proyek ini diproyeksikan memiliki kapasitas air baku 150 liter per detik. Sumber airnya berasal dari Mata Air Gombangan 2, Mata Air Gombangan 3, dan Mata Air Situ Kajongan 2 yang berada di Kecamatan Bojongsari.

Bagian dari paket pembangunan dasar

Pemkab Purbalingga tidak hanya membawa usulan SPAM ke pemerintah pusat. Daftar prioritas lain juga diajukan, mulai dari rehabilitasi 23 daerah irigasi, pembangunan 13 embung, penanganan tebing sungai, pembangunan 4 Tempat Pengolahan Sampah Terpadu atau TPST, hingga revitalisasi Cagar Budaya Monumen Tempat Lahir Jenderal Soedirman.

Rangkaian usulan itu menunjukkan penanganan kekeringan di Purbalingga tidak berdiri sendiri. Pemerintah daerah menempatkan SPAM sebagai bagian dari paket pembangunan dasar yang juga menyentuh irigasi, pengelolaan sampah, dan infrastruktur pendukung lain.

Source: fraksi.pks.id

Baca Juga

Back to top button