Rekor Tak Terkalahkan Di Kandang Antar Persib Raih Gelar Ketiga Beruntun Meski Ditahan Persijap

Persib Bandung menutup musim dengan status juara, meski hasil terakhir mereka di kandang tidak berbuah kemenangan. Imbang 0-0 melawan Persijap Jepara di Stadion Gelora Bandung Lautan Api justru memastikan Maung Bandung tetap berdiri paling atas dan mencatat sejarah baru di sepak bola nasional.

Gelar itu terasa makin istimewa karena Persib menjadi klub pertama yang mampu meraih tiga gelar liga secara beruntun di era modern. Pencapaian tersebut menegaskan posisi mereka sebagai tim paling dominan dalam beberapa musim terakhir, sekaligus menambah panjang daftar prestasi klub asal Jawa Barat itu.

Rekor yang makin menguat

Trofi terbaru ini membuat koleksi juara Persib di kasta tertinggi sepak bola nasional bertambah menjadi lima. Jumlah itu mempertegas status mereka sebagai salah satu klub tersukses di Indonesia, dengan jejak prestasi yang terus bertambah dari musim ke musim.

Musim ini juga memberi catatan khusus di kandang. Persib menjadi satu-satunya tim yang tidak terkalahkan dalam laga kandang sepanjang musim, sebuah pencapaian yang ikut menjadi fondasi penting dalam perebutan gelar.

Di sisi lain, lini belakang Persib tampil sebagai salah satu kekuatan utama. Pertahanan mereka tercatat paling solid sepanjang kompetisi dan menjadi penopang besar di balik keberhasilan merebut trofi.

Persaingan ketat sampai akhir

Perebutan gelar berlangsung sangat rapat hingga pekan terakhir. Persib finis dengan 79 poin, angka yang sama dengan Borneo FC Samarinda, sehingga penentuan juara harus melihat catatan head to head.

Keunggulan Persib dalam pertemuan langsung membuat mereka tetap berhak mengangkat trofi. Borneo FC pun harus puas mengakhiri musim sebagai runner-up, meski mengoleksi jumlah poin yang setara.

Situasi itu menunjukkan betapa tipisnya batas antara juara dan pesaing terdekat di papan atas. Dalam kondisi seperti ini, detail kecil seperti rekor pertemuan langsung dapat menjadi pembeda yang sangat menentukan.

Musim berat, hasil tetap maksimal

Pelatih Persib Bandung, Bojan Hodak, mengakui musim ini tidak berjalan mudah bagi timnya. Ia menilai perombakan besar dalam skuad sempat memengaruhi kestabilan permainan dan proses adaptasi di dalam tim.

Menurut Hodak, Persib harus mengganti lima pemain di tim utama. Perubahan itu membuat pembangunan chemistry antarpemain berlangsung lebih sulit dibanding dua musim sebelumnya, saat fondasi skuad relatif lebih stabil.

Meski begitu, Hodak tetap memberi apresiasi kepada para pemain karena mampu menjaga fokus di tengah tekanan sepanjang musim. Dalam situasi yang ia sebut berat, Persib tetap menemukan cara untuk menuntaskan kompetisi dengan hasil maksimal.

Kombinasi antara rekor kandang tanpa kekalahan, pertahanan yang paling kokoh, dan kemampuan bertahan dalam persaingan ketat di papan atas menjadi alasan utama mengapa musim ini berakhir indah bagi Persib. Di akhir musim yang penuh tantangan, Maung Bandung tetap pulang sebagai juara dengan catatan sejarah yang belum pernah dibuat klub lain.

Baca Juga

Back to top button