Rendang Kurban Dibagikan ke Warga Kampung Cahaya, Jawaban Atas Harga Kebutuhan Pokok yang Mencekik

Di tengah harga kebutuhan pokok yang terus naik, pembagian kurban di Kampung Cahaya, Menteng Atas, Setiabudi, Jakarta Selatan, hadir dalam bentuk yang lebih praktis. Daging kurban tidak dibagikan mentah, melainkan diolah menjadi rendang agar lebih mudah dikonsumsi warga yang sehari-hari menghadapi tekanan ekonomi.

Sandiaga Salahuddin Uno menilai cara ini membuat bantuan terasa lebih relevan bagi masyarakat kecil. Dengan pengolahan seperti itu, manfaat kurban disebut tidak berhenti pada satu kali pembagian, tetapi bisa bertahan lebih lama dan menjangkau lebih banyak orang.

Bantuan yang langsung siap santap

Program pembagian rendang itu digelar oleh Yayasan Indonesia Setara bersama Muslimverse. Sandiaga mengatakan daging kurban yang telah diolah kemudian dibagikan kepada warga Kampung Cahaya yang membutuhkan.

Kampung Cahaya juga dikenal sebagai Kampung Gasong dan berada di belakang pusat perbelanjaan Kasablanka. Sebagian besar warganya bekerja sebagai pemulung, sehingga bantuan pangan siap santap dinilai sangat membantu kebutuhan harian mereka.

Sasaran utama warga pekerja informal

Pembagian ini diarahkan kepada warga yang bergantung pada pekerjaan informal. Bagi kelompok seperti itu, makanan siap santap dinilai lebih berguna karena bisa langsung dimanfaatkan tanpa perlu proses pengolahan tambahan.

Sandiaga menyoroti bahwa kepedulian sosial menjadi semakin penting ketika harga bahan pokok naik dan menambah beban hidup masyarakat kecil. Karena itu, kurban yang diubah menjadi rendang dipandang sebagai langkah yang lebih praktis dan lebih dekat dengan kebutuhan warga.

Ratusan paket untuk hampir 1.000 orang

Sandiaga menyebut ratusan paket rendang telah dibagikan kepada warga yang membutuhkan. Jumlah penerimanya disebut mencapai kurang lebih hampir 1.000 orang.

Ia berharap pembagian itu dapat menghadirkan rasa kebersamaan dan dukungan bagi masyarakat yang sedang menghadapi tekanan ekonomi. Semangat “Kurban Jadi Rendang, Ribuan Senyum Tersajikan” juga diharapkan bisa mendorong lebih banyak pihak untuk berbagi dengan cara yang bermanfaat langsung.

Didukung tokoh lingkungan setempat

Sejumlah tokoh lingkungan ikut hadir dan membantu proses pengolahan masakan rendang. Mereka adalah Ketua RW 09 H Purnama Juliansyah, Ketua RT 14 Kartoyo, Pendiri YOI SKUL Teguh Suprobo, Iwan, dan Maharajo.

Keterlibatan mereka memperkuat pelaksanaan kegiatan di tingkat warga. Di tengah kenaikan harga kebutuhan pokok, model berbagi pangan siap santap seperti ini dipandang sebagai salah satu cara memperkuat kepedulian sosial sekaligus memberi manfaat nyata bagi masyarakat.

Source: www.viva.co.id
Exit mobile version