Riki Riki no Mi Membuat Jesus Burgess Makin Mematikan, Kekuatan Murni Blackbeard Kian Mengancam di One Piece

Kekuatan Jesus Burgess di One Piece kini mendapat nama resmi yang memperjelas alasan mengapa dirinya selalu dipandang sebagai petarung berbahaya di kubu Bajak Laut Blackbeard. Eiichiro Oda menetapkan Riki Riki no Mi sebagai buah iblis tipe Paramecia yang memberi dorongan besar pada tenaga fisik penggunanya.

Bagi Burgess, pengungkapan itu terasa sangat cocok dengan karakter dan cara bertarungnya. Dengan tubuh besar, otot menonjol, dan Haki yang sudah menjadi modal utama, ia sejak awal memang dibangun sebagai sosok yang mengandalkan kekuatan mentah.

Fokus utama pada kekuatan fisik

Riki Riki no Mi tidak bekerja seperti buah iblis yang memberi elemen khusus atau perubahan bentuk. Efek utamanya adalah memperkuat tenaga tubuh, daya dorong, serta kemampuan mengangkat benda berat secara ekstrem.

Karakteristik itu membuat Burgess tampil berbeda dari petarung yang bergantung pada teknik rumit. Ia justru mengubah fisik yang memang sudah kuat menjadi senjata utama dalam pertempuran.

Dalam praktiknya, buah ini memberi kesan bahwa hampir seluruh aspek kekuatan tubuh Burgess ikut terdorong naik. Situasi tersebut menjadikannya lawan yang sulit diremehkan saat pertempuran jarak dekat terjadi.

Aksi yang memperlihatkan skala kekuatannya

Salah satu momen yang paling menonjol datang dari arc Pulau Winner. Dalam peristiwa itu, Burgess mampu mengangkat bongkahan batu besar, bahkan digambarkan menyerupai gunung kecil, lalu melemparkannya ke arah Law dan kru Bajak Laut Hati.

Adegan tersebut menunjukkan bahwa pengaruh Riki Riki no Mi tidak berhenti pada pukulan keras. Buah itu juga memperbesar daya angkat, kestabilan tubuh, dan kapasitas fisik Burgess secara keseluruhan.

Kekuatan seperti ini membuat ancaman Burgess terasa berbeda di medan tempur. Benda besar pun bisa berubah menjadi senjata yang digunakan untuk menekan lawan dari jarak jauh.

Selaras dengan gaya bertarung Burgess

Sejak awal kemunculannya, Burgess memang dikenal sebagai petarung frontal. Ia tidak dibangun sebagai sosok yang mengandalkan kelicikan atau teknik kompleks, melainkan kekuatan fisik yang terus menekan lawan.

Itu terlihat pula dari langkahnya saat berupaya merebut Mera Mera no Mi di Dressrosa. Meski rencana tersebut gagal, momen itu sudah memperlihatkan ambisinya untuk memiliki kekuatan yang dapat memperbesar perannya di kelompok Blackbeard.

Karena itu, kehadiran Riki Riki no Mi terasa sejalan dengan identitasnya. Buah ini memberi bentuk yang lebih jelas pada gaya tarung yang memang sejak awal melekat pada Burgess.

Posisi penting di kelompok Blackbeard

Sebagai nakhoda kapal pertama sekaligus pengawal setia Marshall D. Teach, Burgess memegang status penting dalam struktur Bajak Laut Blackbeard. Fungsi itu membuat setiap peningkatan kemampuan pada dirinya punya dampak besar bagi kekuatan kelompok secara keseluruhan.

Dengan Riki Riki no Mi, peran Burgess menjadi makin relevan di garis depan pertempuran. Ia kini memiliki kemampuan spesifik untuk menghancurkan lawan secara langsung dengan tekanan fisik yang sangat besar.

Kehadiran buah ini juga menegaskan filosofi kekuatan yang melekat pada kubu Blackbeard. Burgess tampil sebagai salah satu wujud paling jelas dari pendekatan bertarung yang mengutamakan tenaga absolut, bukan kerumitan teknik.

Pada titik ini, kombinasi tubuh besar, ketahanan, Haki, dan Riki Riki no Mi membuat Burgess semakin sulit diabaikan. Sorotan terhadap dirinya pun wajar terus menguat setiap kali ancaman terbesar Bajak Laut Blackbeard kembali dibahas.

Source: mediaindonesia.com

Baca Juga

Back to top button