Sedekah Jumat Pegadaian Menyapa Dua Masjid Medan, Bantuan Langsung untuk Warga Sekitar

Di dua masjid di Medan, Pegadaian Kanwil I Medan menyalurkan bantuan Sedekah Jumat secara langsung kepada warga sekitar. Program bertajuk Mengetuk Pintu Langit itu hadir lewat UPC Lodendang dan UPC Sidorukun di bawah naungan Cabang CP Krakatau, dengan sasaran yang dekat dengan aktivitas sosial masyarakat setempat.

Dua lokasi yang disambangi adalah Masjid Al-Ma’ruf di Jalan Sidorukun dan Masjid Nur Chadijah di Komplek Wartawan, Jalan Letterpress Ujung. Di kedua titik tersebut, tim Pegadaian membagikan paket bantuan berisi kue kotak dan air mineral kepada warga di lingkungan masjid.

Model penyaluran seperti ini membuat bantuan terasa lebih dekat dan cepat dirasakan manfaatnya oleh penerima. Kehadiran Pegadaian di lokasi juga membuka ruang interaksi yang lebih akrab dengan komunitas sekitar area operasional perusahaan.

Pegadaian menempatkan Sedekah Jumat sebagai bagian dari payung program Pegadaian Peduli. Kegiatan ini dijalankan secara konsisten sebagai bentuk tanggung jawab sosial dan lingkungan perusahaan.

Perwakilan UPC Lodendang dan UPC Sidorukun menilai agenda rutin tersebut memiliki nilai sosial yang tinggi. Mereka juga melihat kegiatan ini efektif membangun kedekatan sosial yang lebih intim dengan warga.

“Melalui program Sedekah Jumat ini, kami ingin terus hadir di tengah masyarakat dan berbagi kebahagiaan. Semoga bantuan yang diberikan dapat bermanfaat serta membawa keberkahan bagi kita semua,” ujar perwakilan Pegadaian.

Pimpinan Cabang CP Krakatau, Amelia Besty Gaiety, menegaskan bahwa kegiatan ini adalah bentuk nyata kepedulian Pegadaian terhadap masyarakat sekitar. Ia juga menyampaikan komitmen agar manfaat program terus meluas.

“Kegiatan ini menjadi bentuk nyata kepedulian Pegadaian terhadap masyarakat sekitar. Kami berkomitmen untuk terus melaksanakan program Sedekah Jumat secara berkelanjutan agar manfaatnya semakin luas,” tutur Amelia Besty Gaiety.

Respons positif juga datang dari warga setempat yang menyambut kehadiran tim Pegadaian di lapangan. Mereka mengapresiasi langkah perusahaan yang turun langsung memberi perhatian pada lingkungan sosial di sekitarnya.

Inisiatif sosial ini sejalan dengan semangat mengEMASkan Indonesia yang diusung Pegadaian Kanwil I Medan. Perusahaan juga terus memperluas jangkauan tanggung jawab sosial agar setiap program memberi dampak nyata bagi penerima manfaat.

Di sisi lain, Pegadaian berdiri sejak 1 April 1901 di Sukabumi dan kini terus bertransformasi menjadi lembaga keuangan inklusif. Setelah bergabung dalam Holding Ultra Mikro bersama BRI dan PNM pada 2021, layanan finansial yang ditawarkan semakin beragam, termasuk produk berbasis emas setelah Pegadaian mendapat izin dari OJK untuk menjalankan kegiatan usaha bulion.

Layanan itu mencakup perdagangan emas, pinjaman modal kerja, hingga deposito emas. Akses masyarakat terhadap tabungan emas, cicil emas, dan arisan emas juga semakin mudah melalui outlet fisik, jaringan agen, dan platform digital aplikasi Tring! by Pegadaian.

Baca Juga

Back to top button