Seres Tinggalkan Mobil Murah, Merek Baru Ini Dibekali Otak AI ByteDance untuk Bidik Anak Muda

Seres sedang menyiapkan langkah baru yang arahnya berbeda dari masa lalu: membangun mobil yang lebih canggih untuk pembeli muda, dengan dukungan teknologi AI dari ekosistem ByteDance. Proyek ini akan hadir di bawah merek Chongqing Saidou Technology dan disebut sebagai bagian dari upaya Seres untuk naik kelas dari segmen mobil murah.

Langkah tersebut menjadi menarik karena Seres tidak bergerak sendiri. Perusahaan ini bekerja sama dengan Volcano Engine, platform AI dan cloud milik ByteDance, untuk menggarap mobil baru yang mengedepankan pengalaman kabin pintar dan interaksi suara yang lebih maju.

Dari Landian ke Saidou Technology

Merek Chongqing Saidou Technology sebelumnya dikenal sebagai Landian Technology. Setelah restrukturisasi, Seres melepas status pemegang saham mayoritas untuk menyehatkan laporan keuangan dari lini bisnis lama yang sempat merugi.

Perubahan itu tidak berhenti di atas kertas. Proyek baru ini juga mendapat suntikan modal besar dari berbagai pihak, dengan total dana 6,67 miliar yuan atau sekitar Rp 17,4 triliun.

Di antara investor yang masuk ada pemerintah lokal dan produsen baterai CATL. Dukungan modal tersebut membuat arah pengembangan Saidou Technology terlihat lebih serius dibanding fase sebelumnya.

Mobil pertama disiapkan meluncur tahun ini

Orang dalam industri menyebut model perdana Saidou Technology akan meluncur tahun ini. Bentuk awalnya adalah crossover yang menggabungkan kenyamanan ala sedan dan karakter SUV yang lebih tangguh.

Seres juga menyiapkan dua pilihan penggerak untuk model itu. Opsi yang tersedia adalah kendaraan listrik murni atau BEV, serta versi listrik dengan range-extender atau EREV.

Pabrik Seres Phoenix disebut sedang dirombak total untuk mendukung produksi. Persiapan ini menunjukkan bahwa model tersebut memang sedang diarahkan masuk jalur produksi dalam waktu dekat.

Fokus utama ada di kabin pintar

Arah Saidou Technology berbeda dari Aito, merek hasil kolaborasi Seres dan Huawei. Jika Aito lebih dikenal pada pengembangan sistem setir otomatis, Saidou justru bertumpu pada “otak pintar” dari AI milik ByteDance untuk memperkuat pengalaman di dalam kabin.

Fokusnya berada pada smart cockpit dan perintah suara interaktif berbasis LLM atau Large Language Model. Pendekatan ini ditujukan agar fitur hiburan dan konektivitas di dalam mobil terasa lebih responsif dan hidup.

Volcano Engine juga menegaskan perannya tidak masuk ke sistem autonomous driving. Posisi mereka lebih banyak di belakang layar sebagai penyedia cloud untuk menopang ekosistem teknologi yang dipakai mobil tersebut.

Bidik pembeli muda dan pasar global

Saidou Technology memang disiapkan untuk menyasar konsumen muda yang aktif. Jalur penjualannya juga akan dibuat untuk pasar domestik China sekaligus pasar global.

Strategi ini menjadi bagian dari pergeseran Seres setelah Landian kesulitan di segmen mobil murah entry-level. Saat itu, Landian disebut kurang mampu bersaing di kisaran harga Rp 220 juta hingga Rp 330 jutaan.

Dengan pendekatan baru yang lebih canggih, Seres berharap bisa keluar dari perang harga. Fokusnya kini bergeser ke nilai teknologi dan pengalaman berkendara, bukan sekadar adu murah.

Masuk tren sub-merek yang makin agresif

Langkah Seres juga muncul di tengah tren sub-merek otomotif di China yang makin agresif mengejar pasar masa depan. Selain Seres, pabrikan lain seperti Xiaomi dan Leapmotor juga dikabarkan bersiap meluncurkan sub-merek baru dalam waktu dekat.

Di saat yang sama, penjualan mobil listrik Seres sedang menguat. Pada Mei 2026, perusahaan menjual 33.476 unit, sementara total penjualan dari Januari hingga Mei 2026 mencapai 145.108 unit.

Angka itu naik 15,14% dibanding periode yang sama tahun lalu. Modal penjualan yang membaik ini memberi Seres ruang lebih besar untuk mendorong merek barunya ke pasar.

Baca Juga

Back to top button