Siang Jawa Tengah Dipenuhi Hujan Dan Petir, BMKG Wanti-Wanti Angin Kencang

Siang ini, warga Jawa Tengah perlu bersiap menghadapi perubahan cuaca yang berlangsung cepat. Awan gelap yang sejak pagi menggantung diperkirakan segera berganti menjadi hujan di banyak wilayah, disertai potensi petir dan angin kencang.

BMKG memperkirakan hujan sedang hingga lebat mulai turun sekitar pukul 11.30 WIB dan berlangsung hingga pukul 13.00 WIB. Dalam rentang waktu itu, aktivitas luar ruang dan perjalanan antarkota berpotensi terganggu oleh kondisi jalan licin serta jarak pandang yang menurun.

Wilayah yang lebih dulu masuk peringatan

Peringatan dini cuaca untuk Jawa Tengah disampaikan BMKG pada pukul 11.15 WIB. Empat wilayah yang lebih dulu disebut berpotensi diguyur hujan sedang hingga lebat adalah Kabupaten Banyumas, Karanganyar, Sragen, dan Semarang.

Di Kabupaten Banyumas, potensi hujan mengarah ke Kemranjen, Sumpiuh, dan Tambak. Sementara di Karanganyar, wilayah yang perlu waspada meliputi Ngargoyoso, Kerjo, dan Jenawi.

Untuk Sragen, BMKG menyebut Kedawung dan Sambirejo sebagai wilayah yang masuk potensi hujan. Di Kabupaten Semarang, Banyubiru menjadi salah satu area yang lebih dulu berpeluang terdampak.

Sebaran hujan dinilai meluas cepat

BMKG menilai kondisi hujan tidak berhenti di empat daerah tersebut. Sebanyak 28 wilayah lain di Jawa Tengah juga masuk daftar yang perlu mewaspadai perkembangan awan hujan dalam waktu dekat.

Daftar wilayah itu mencakup sejumlah kecamatan di Kabupaten Semarang, Cilacap, Banyumas, Purbalingga, Banjarnegara, Kebumen, Purworejo, Wonosobo, Magelang, Boyolali, dan Klaten. Wilayah lain yang ikut berpeluang terdampak adalah Sukoharjo, Karanganyar, Sragen, Grobogan, Blora, Rembang, Pati, Kudus, Temanggung, Kendal, Batang, Pekalongan, Pemalang, Tegal, Brebes, Kota Surakarta, dan Kota Semarang.

Dengan sebaran yang luas, cuaca mendung di banyak titik bisa berubah menjadi hujan dalam waktu singkat. Kondisi ini membuat warga di jalur antarkota perlu menyesuaikan rute dan waktu perjalanan bila memungkinkan.

Area yang perlu perhatian lebih

Di Banyumas, perluasan potensi hujan mencakup Kebasen, Somagede, Banyumas, Purwojati, Ajibarang, Gumelar, Pekuncen, Cilongok, Karanglewas, Kembaran, Sumbang, Baturraden, Kedungbanteng, Purwokerto Barat, Purwokerto Timur, dan Purwokerto Utara. Di sekitar wilayah itu, Purbalingga dan Banjarnegara juga ikut dimasukkan dalam daftar kewaspadaan.

Area pegunungan dan selatan Jawa Tengah juga mendapat perhatian. BMKG memasukkan Kecamatan Petungkriyono di Pekalongan, Wadaslintang di Wonosobo, serta beberapa kawasan di Magelang dan Temanggung sebagai wilayah yang berpotensi terdampak hujan.

Di Kota Surakarta, wilayah Laweyan, Serengan, Pasar Kliwon, Jebres, dan Banjarsari juga disebut perlu bersiap. Kondisi serupa membuat aktivitas warga di pusat kota pun tidak lepas dari risiko cuaca yang berubah cepat.

Risiko di perjalanan siang ini

Selain hujan, BMKG mengingatkan adanya potensi kilat atau petir serta angin kencang yang dapat mengganggu mobilitas. Peringatan ini penting terutama bagi pengendara yang melintas di wilayah yang masuk daftar potensi hujan.

Karena cuaca diperkirakan masih dapat berlangsung hingga pukul 13.00 WIB, perkembangan langit Jawa Tengah tetap perlu dipantau dari waktu ke waktu. Warga yang beraktivitas di luar rumah disarankan mewaspadai perubahan cuaca yang bisa terjadi mendadak di sejumlah titik.

Source: jateng.murianews.com
Exit mobile version