SiPA Kian Menguat Di Pasar Uang, Tiga Bank Syariah Bidik Transaksi Hampir Rp1 Triliun

Pasar uang syariah mendapat dorongan baru lewat kerja sama tiga bank syariah yang mulai memanfaatkan Sertifikat Pengelolaan Dana Berdasarkan Prinsip Syariah Antarbank atau SiPA. Instrumen ini dipakai untuk memperlancar transaksi antarbank dengan prinsip yang tetap sesuai syariah, sekaligus memberi rasa aman yang lebih kuat bagi pelaku industri.

Kolaborasi tersebut melibatkan Bank Aladin Syariah, Bank Syariah Nasional, dan BCA Syariah. Di dalam skema itu, aset seperti Surat Berharga Syariah Negara dan Sukuk Bank Indonesia digunakan sebagai dasar penjaminan transaksi agar risikonya lebih terkendali.

Dorong transaksi antarbank yang lebih tertata

Presiden Direktur Bank Aladin Syariah, Koko Tjatur Rachmadi, menilai SiPA hadir untuk menjaga operasional perbankan tetap berada dalam koridor syariah. Ia juga melihat instrumen ini memberi kepastian yang lebih baik karena tingkat risikonya lebih terukur bagi para pelaku pasar.

Koko menyebut potensi transaksi dari tiga bank tersebut hampir mencapai Rp1 triliun. Menurut dia, angka itu menunjukkan masih besarnya ruang pertumbuhan pasar uang syariah apabila kerja sama antarlembaga terus diperluas.

Ia menekankan bahwa kepastian bagi lawan transaksi atau counterparty menjadi salah satu nilai penting dari SiPA. Dengan mekanisme yang lebih rapi, kepercayaan terhadap transaksi antarbank syariah diharapkan ikut meningkat.

Menambah pilihan instrumen di pasar syariah

Dari sisi lain, Direktur Utama BSN, Alex Sofjan Noor, memandang kehadiran SiPA sebagai tambahan opsi instrumen di pasar keuangan syariah. Ia menilai kolaborasi ini berfungsi sebagai jembatan yang mempererat hubungan antarbank syariah sekaligus memperkuat soliditas industri.

Alex juga menyoroti penetrasi perbankan syariah di Indonesia yang masih berada di kisaran 7 persen. Angka itu dinilai masih jauh dibanding Malaysia yang telah mencapai 43 persen, sehingga ruang ekspansi di dalam negeri masih terbuka lebar.

Karena itu, menurut Alex, peningkatan pangsa pasar tetap menjadi agenda penting agar perbankan syariah bisa tumbuh lebih agresif. Sinergi antara Bank Aladin Syariah, BSN, dan BCA Syariah pun dinilai relevan untuk memperluas basis transaksi dan memperdalam pasar.

Tata kelola dan kapasitas transaksi

Presiden Direktur BCA Syariah, Yuli Melati Suryaningrum, melihat kemitraan ini sebagai bagian dari penguatan struktur industri perbankan secara lebih menyeluruh. Ia menekankan pentingnya tata kelola yang baik agar perluasan kapasitas transaksi pasar uang bisa berjalan sehat dan berkelanjutan.

Yuli mengatakan kerja sama transaksi SiPA dengan Bank Aladin Syariah membuka ruang pemanfaatan instrumen pasar uang syariah secara kolaboratif. Pendekatan itu dinilai membantu bank syariah memperbesar aktivitas transaksi tanpa meninggalkan prinsip kehati-hatian.

Instrumen secured makin diterima pasar

Data otoritas moneter menunjukkan instrumen secured di pasar uang syariah mengalami pertumbuhan yang kuat. Transaksi berbasis agunan, termasuk SiPA, naik dari posisi nol pada 2020 menjadi 34 persen pada 2024.

Perdagangan harian instrumen ini juga telah mencapai rata-rata Rp800 miliar. Aktivitas tersebut menjadi sinyal bahwa pelaku pasar mulai menerima instrumen berbasis agunan sebagai bagian penting dalam pengelolaan likuiditas.

Dengan tren itu, porsi transaksi instrumen secured diperkirakan terus meningkat hingga 40 persen dari total transaksi Pasar Uang Antarbank Syariah pada 2025. Perkembangan ini menunjukkan bahwa pendalaman pasar uang syariah bergerak seiring dengan penguatan kepercayaan, efisiensi, dan konektivitas antarbank syariah.

Baca Juga

Back to top button